9 Juni 2021

Budidaya German Blue Ram AKA Ramirezi

Selamat Datang di blog lovedfish.com. Setelah sobat mengenal ikan Ramirezi, nah bagi sobat yang ingin dan mau mencoba budidaya ikan yang masih masuk dalam keluarga cichlid ini ada beberapa hal yang perlu sobat perhatikan. Kali ini penulis akan merangkum cara budidaya ikan German Blue Ram atau Ramirezi.

Pengantar
Ikan Ramirezi adalah jenis ikan cichlid yang memiliki ukuran tubuh kecil dan tubuhnya berwarna-warni, meskipun masuk dalam golongan ikan cichlid akan tetapi ramirezi termasuk ikan yang cukup jinak. Meskipun cukup populer di pelihara dalam akuarium, namun ikan ramirezi tidak di sarankan untuk pemula.
Ikan yang memiliki nama ilmiah Mikrogeophagus ramirezi ini memiliki nama berbeda-beda di belahan negara lain banyak di antaranya mengacu pada warna spesies ini. Beberapa nama alis untuk ikan ramirezi misalnya dikenal sebagai Blue Ram, Golden Ram, Butterfly cichlid, dan Dwarf butterfly cichlid.

Membedakan Ramirezi Jantan dan Betina.
Ikan betina lebih kecil dari jantan dan memiliki lebih banyak pigmentasi merah muda di area sekitar perutnya. Jika sobat melihat bagian depan sirip punggung, sobat dapat melihat tulang/duri sirip kurang berkembang. Pada umumnya ikan ramirezi betina memiliki bentuk tubuh lebih bulat atau gemuk dan sirip ekor lebih bulat daripada ramirezi jantan. Sirip ekor dan sirip punggung ramirezi betina terasa lebih runcing daripada ramirezi jantan. Tutul hitam di punggung atas ramirezi jantan terlihat lebih pekat dan tidak terdapat bintik-bintik biru, berbeda dengan ramirezi betina yang warna hitam terlihat lebih mengkilap dan memiliki bintik-bintik biru di dalamnya.

Sobat pencinta ikan hias dapat membedakan ikan ramirezi jantan dan betina dengan melihat gambar di bawah ini :

Pemijahan German Blue Ram Atau Ramirezi
Sobat pecinta ikan hias ingin memijahkan ikan ramirezi? Jika iya sobat dapat membeli ikan ramirezi muda secara berkelompok 3-5 pasang untuk di rawat dalam akuarium secara bersamaan, biarkan mereka menemukan pasangannya sendiri. Ikan ramirezi berpasangan secara monogami dan nantinya kedua indukan akan bersama-sama merawat anakan ikannya. Ramirezi yang sudah siap untuk di jadikan indukan berusia cukup muda sekitar 4-6 bulan sudah bisa di jadikan indukan.
jika sobat ingin ramirezi dapat berkembang biak secara baik atur suhu akuarium stabil di kisaran 28°C dan pH air yang di rekomendasikan di kisaran 5,5-6,5. Atur juga pencahayaan (Lampu) dalam akuarium sobat agar pola siang malam tetap terjaga. Jika sobat tidak stabil mengatur pencahayaan akuarium maka dapat membingungkan ikan ramirezi dan dapat mengganggu perkembangbiakan secara normal. Sobat juga perlu memberikan aksesoris bebatuang lempeng atau tempat yang bisa untuk sembunyi ikan ramirezi, karena di alam liar beberapa pasangan akan lebih suka menggali lubang kecil dan menggunakannya sebagai tempat untuk berkembang biak.

Selama masa kawin atau pemijahan ikan ramirezi jantan akan menjadi lebih agresif dan sangat di rekomendasikan akuarium dengan banyak tempat persembunyian dan batas alami untuk memisahkan antar ikan. Ketika waktunya berkembang biak bercak atau bintik merah di perut ramirezi betina akan tumbuh lebih besar dan akan terlihat lebih cerah dari biasanya. Salah satu pasangan biasanya kan membersihkan lempengan batu yang ada dalam akuarium atau menggali tanah/pasir di akuarium untuk tempat telur ikan. 

Pada saat perkawinan biasanya ikan remirezi akan saling menyenggol satu sama lain atau saling memutar dan ikan jantan akan melesat cepat atau meluncur ke tubuh ikan betina. Selama pemijahan, ramirezi betina akan menempatkan perekat di batu yang sudah di bersihkan atau luabgn kecil yang sudah di buat untuk telur-telur ikan. Panjang telur sekitar 0,9-1,5mm Sekali pemijahan biasanya akan terdiri antara 150-300 telur.

Selama proses pemijahan baik ikan jantan maupun betina harus tinggal bersama anak-anaknya karena ikan ramirezi akan bekerja sama dalam menjaga wilayah tempat mereka bertelur dan merawat telur ikannya. Induk ikan akan "mengipasi" air segar di atas telur untuk mencegah serangan jamur dan bakteri, telur yang tidak subur juga akan di makan untuk mencegahnya berubah menjadi tempat berkembang biak bagi jamur patogen.
Telur biasanya akan menetas dalam waktu 40 jam jika kondisi air berada di kisaran suhu yang disarankan. Rata-rata waktu penetasan telur adalah sekitar 35 jam. Kemudian akan memakan waktu sekitar 5 hari sebelum anak ikan mampu berenang bebas. Benih atau anakan yang sudah mampu berenang bebas masih akan dipelihara indukannya, mereka juga akan dikawal indukan ikan selama mencari makan.

Jangan berkecil hati jika awal-awal pemijahan sobat masih belum berhasil. Ada beberapa hal yang biasanya menjadi faktor gagalnya memijahkan, salah satunya ikan jantan memakan telur-telurnya padahal belum tentu telur itu busuk ini akan memakan waktu sebelum akhirnya ramirezi jantan mampu membedakan telur yang baik dan tidak. Setelah beberapa kali pemijahan dan sudah stabil ikan ramirezi mampu berkembang biak sebulan sekali bahkan lebih. Pasangan ramirezi muda biasanya sering berkelahi maka ada baiknya di dalam akuarium terdapat banyak tempat sembunyi untuk menghindari ikan stres dan cidera. 

Jika setelah beberapa kali pemijahan, induk ikan masih memakan anak-anaknya pasti menjadikan pemandangan yang menyedihkan di akuarium, sobat bisa mencari tahu apa yang membuat ikan stres dan lakukan hal yang terbaik untuk mengatasinya. Intinya buat ikan senyaman mungkin agar tidak mudah stres.

Berikut ilustrasi gambar ikan dari anakan sampai umur 3 bulan.
umur 1 minggu

umur 2 minggu

umur 1 bulan

umur 1,5 bulan

umur 2 bulan

umur 2,5 bulan

umur 3 bulan

Terimakasih sudah berkunjung ke blog kami baca artikel menarik lainya :

Sumber artikel dan foto budidaya ikan ramirezi: aquaticcommunity

Jangan Lupa Berbagi Artikel
Previous Post
Next Post

2 comments:

Teguh Subagio mengatakan...

Dari sekian banyak artikel Budidaya bahas ikan blue elektrik Ramirezi, baru ketemu artikel yg tidak copy paste di artikel lainnya. Mantap teruskan buat artikel yg sangat bermanfaat ini.

LovedFish mengatakan...

Terimakasih atas komentar positifnya, ini yang membuat penulis lebih semangat mengeksplore pengetahuan tentang iakn hias untuk terus menyajikan konten yang berkualitas dan bermanfaat untuk sesama penggemar ikan hias.