31 Januari 2024

CatFish

Jenis Ikan Peliharaan yang Berumur Panjang

Memelihara ikan di rumah selain bisa untuk mempercantik rumah juga bisa sebagai terapi anti stress. Yup hanya dengan melihat ikan hias di akuarium dan mendengar suara air mengalir sudah merupakan healing sendiri untuk hati dan jiwa.

Apalagi jika sobat lovedfish bisa berkreasi dengan mempercantik akuarium dengan berbagai tanaman, batu, kayu atau lainnya. Selain mengisi waktu senggang juga bisa meningkatkan kreatifitas. Selain akuarium yang di desain dengan menarik, sobat lovedfish juga pasti punya pilihan ikan apa saja untuk di rawat.

Ikan hias merupakan hewan peliharaan yang memiliki berbagai macam jenis dan ukuran, mereka bisa menjadi teman kita dalam jangka waktu yang lama atau hanya bisa beberapa bulan menemani kita di akuarium tergantung perawatan dan usia ikan itu sendiri. Untuk merawat ikan sendiri sudah pernah penulis bahas di sini.

Sedangkan dalam artikel kali ini penulis akan membahas beberapa ikan yang mampu bertahan hidup hingga puluhan tahun. Meskipun ikan-ikan berikut mampu bertahan lama akan tetapi perawatan dan habitat mereka harus tetap di jaga dengan baik agar mereka tetap sehat dan menemani kita bertahun-tahun.

Berikut ini adalah beberapa spesies ikan yang hidup paling lama yang juga merupakan hewan peliharaan populer.

1. Ikan Koi.

Ikan Koi merupakan salah satu spesies ikan mas yang legendaris, sudah ribuan tahun orang mengenal mereka. Berasal dari Laut Hitam, Kaspia, dan Aral, mereka telah didomestikasi dan diperkenalkan ke berbagai wilayah di seluruh dunia. Ikan yang tenang dan tidak agresif, pola warna yang indah, perawatn ikan yang sederhana, masa hidup yang lama menjadikan ikan Koi idola bagi penggemarnya.

Ikan Koi berasal dari Tiongkok, mereka dibawa ke Jepang sebagai oleh-oleh dana khirnya berkembang menjadi spesies yang populer. Panjang rata-rata adalah antara 60 sampai 90 cm dan beratnya sekitar 16 kg. Koi jumbo juga telah di biak kan dengan yang terbesar mencapai berat hingga 41 kg lebih.

Di luar Jepang, rata-rata umur ikan koi antara 20 - 25 tahun, tentunya dengan perawatan yang baik untuk dapat bertahan lama. Jika di jepang sendiri rata-rata koi bisa mencapai umur 40 hingga 50 tahun. Bahkan pada bulan Juli 1974, sebuah penelitian terhadap cincin pertumbuhan salah satu sisik koi melaporkan bahwa koi jenis Hanako berusia 226 tahun. ini merupakan koi yang tertua yang pernah di teliti.

2. Ikan Mas.

Masih kerabat dan sejenis dengan posisi pertama yaitu ikan mas. Nama ikan mas ini secara umum mengacu pada beberapa jenis ikan seperti mas biasa/standar (Carassius auratus / Common Goldfish), ikan mas koki teleskop, Calestial Eye, Oranda, Mutiara atau Pearlscale, Ranchu atau Lionchu.

Ikan-ikan ini juga sangat populer di masyarakat dan banyak di pelihara, sudah beredar dan beradaptasi di seluruh dunia, keluarga ikan mas berasal dari Asia Timur. Sudah sejak kekaisaran Tiongkok ikan mas di pelihara. Mitosnya sebagai ikan keberuntungan yang biasanya di buat kan kolam di ruang tengah rumah dengan bagian atas terbuka tanpa atap.

Uniknya ikan mas ketika di pelihara di akuarium kecil ukuran mereka akan tetap kecil, mereka tidak akan pernah tumbuh hingga 15 cm. Sebaiknya mereka di tempat di kolam besar agar bisa mencapai ukuran maksimal hingga 60 cm.

Menjaga akuarium atau tetap bersih, pola makan yang tepat, dan lingkungan yang interaktif dapat membantu menjaga spesies ini tetap hidup hingga 25 tahun. 45 tahun adalah waktu terlama yang pernah tercatat bagi ikan ini untuk hidup.

3. Ikan Discus.

Juaranya ikan ini neh, tampilan ikan bulat pipih perilaku tenang namun mematikan, serta motif dan corak warna yang menarik. Namun di sayangkan ikan Discus merupakan ikan yang sulit di pelihara, akan tetapi jika sobat bisa memeliharanya dengan baik mereka mampu hidup 10 hingga 18 tahun.

Ikan Discus masih masuk dalam keluarga cichlid, tapi gerakan ikan sangat tenang, halus dan lembut seperti ikan angelfish. Seperti kebanyakan ikan dari keluarga cichlid, ikan discus pertama kali di temukan di danau dan sungai di Amerika Selatan.

Bagi sobat yang masih awam tentang cara memelihara ikan discus artikel ini mungkin bisa membantu sobat lovedfsih untuk mengenal lebih jauh lagi tentang ikan discus.

4. Ikan Oscar.

Ikan yang masih masuk dalma keluarga ciclhid yang berasal dari Amerika Selatan tepatnya di temukan di sungai Amazon. Ikan satu ini sudah banyak tersebar di seluruh dunia karena pola warnanya yang indah serta kemampuan bertahan hidup yang baik.

Makanan mereka bisa berupa daging karena di alam liar mereka adalah spesies predator. Vitamin C diperlukan untuk menjaga kesehatan mereka, karena di alam liar mereka memakan buah-buahan yang jatuh ke air.

Ikan Oscar memiliki tubuh kekar dan berbentuk lonjong. Warnanya hitam dengan warna merah atau oranye. Ikan Oscar disukai karena kecerdasannya, namun sobat lovedfsih harus berhati-hati jika memeliharanya bersama ikan lain karena sifatnya yang agresif.

Dengan perawatan yang baik ikan Oscar bisa menemani sobat lovedfish hingga 18 tahun, rata-rata mereka mampu bertahan hidup antara 10-18 tahun.

5. Ikan Buntal (Dichotomyctere Ocellatus)

Ikan buntal air payau ini berasal dari Asia Tenggara, ikan ini sebenarnya cocok untuk pemula. Mereka biasanya di temukan di sungai tepi pantai. Meskipun beberapa orang mencoba merawat mereka dengan air tawar, Tetapi akan lebih baik jika kondisi air sesuai dengan habitat mereka.

Panjangnya sekitar 8 cm ketika sudah dewasa, warnanya kuning kehijauan dengan bintik-bintik coklat menutupi punggungnya. Ikan buntal berburu dan memakan organisme seperti kerang, tiram, dan udang di alam liar. Diet serpihan tidak dianjurkan karena mereka akan hidup lebih lama jika diberi daging beku dan makanan segar lainnya.

Jika sobat lovedfish mampu memberikan perawatan yang baik dan kondisi air payau di jaga stabil, sobat bisa menikmati ikan buntal hingga tumbuh mencapai usia 15 tahun.

6. Ikan Botia Badut (Clown Loach)

Siapa sangka ikan yang biasa menemani aquascape sobat lovedfish ini bisa bertahan hingga lebih dari 15 tahun. Ikan damai ini memiliki tubuh berwarna oranye dengan garis-garis hitam dan sirip berwarna merah.

Habitat alami mereka ada di pulau Sumatera dan Kalimantan di Indonesia. Mereka hidup di air tawar namun bisa juga menghuni perairan payau. Ketika sudah dewasa, panjangnya sekitar 20 sampai 30 cm.

Cacing, udang, dan siput merupakan makanan yang enak, paling baik diberi makan beberapa kali sehari dalam porsi kecil. Ikan Botia Badut aktif pada siang atau malam hari, tidak seperti spesies Botia lainnya yang aktif di malam hari. Menjaga akuarium tetap bersih dan disaring dengan benar akan membantu spesies ini berkembang dan berumur panjang.

Untuk perawatan yang baik sobat bisa baca artikelnya di sini.

7. Ikan Lele (CatFish).

Ikan Lele memiliki lebih dari 3.000 spesies yang di kelompokan dalam 36 keluarga. Di seluruh dunia hampir memiliki masing-masing jenis lele. Beberapa ikan lele yang bertahan hidup dengan baik di akuarium dan memiliki umur panjang di antaranya :

  • Red-Tailed Catfish 15 Tahun.
  • Armoured Catfish 15 Tahun.
  • Rafael Catfish 7 sampai 15 Tahun.
  • Jordans Catfish lebih dari 10 Tahun.
  • Banjo Catfish 12 Tahun.

Kebanyakan ikan lele tidak memiliki sisik dan ada kumis yang bisanya di gunakan untuk mendeteksi makanan di sekitar mereka. Kebanyakan ikan lele adalah pemakan bangkai dan memakan tumbuhan atau daging. Daging segar seperti cacing, udang, dan ikan potong adalah yang terbaik.

8. Ikan Cichlid Mulut Api (Firemouth).

Cichlid Firemouth adalah spesies cichlid air tawar yang cocok untuk pemelihara ikan pemula. Seperti spesies cichlid lainnya, ikan ini memiliki umur yang panjang, mereka mampu hidup hingga 15 tahun. Warna-warna cerah dan rutinitas perawatan yang mudah menjadikan spesies ini populer untuk dipelihara sebagai hewan peliharaan.

Awalnya mereka berasal dari Amerika Tengah, mendiami sungai-sungai di Meksiko, Belize, dan Guatemala. Spesies ini berukuran sekitar 17 cm dan membutuhkan ukuran akuarium sekitar 15 galon. Seperti semua spesies cichlid, mereka bersifat teritorial dan akan menjadi agresif terhadap ikan lain jika tidak diberi ruang yang cukup. Infeksi seperti penyakit ich umum terjadi pada spesies ini tetapi mudah diobati.

9. Ikan Cyphotilapia Frontosa.

Spesies ini endemik di Danau Tanganyika di Afrika Timur dan tersebar luas di separuh bagian utara danau. Ikan penghuni perairan dalam, mereka pada umumnya hidup di kedalaman air yang lebih dari 30 meter di bawah permukaan. Biasanya di pagi hari mereka akan naik ke permukaan untuk mencari makan.

Masih dalam keluarga cichlid, frontosa dapat tumbuh hingga ukuran hingga 30 cm dan memiliki punuk besar yang berada di atas kepala mereka. Ketika dipelihara di akuarium, hanya spesies yang lebih besar yang boleh ditempatkan bersama frontosa karena mereka memiliki sifat agresif.

Tangki harus berukuran minimal 70 galon atau akuarium 100*60*60 dan disaring secara teratur. Warnanya yang cerah dan ukurannya yang besar menjadikannya ikan pertunjukan yang bagus. Jika dipelihara dalam akuarium besar dan dirawat dengan benar, mereka dapat hidup hingga 15 tahun.

10. Midas Cichlid.

Midas Cichlid merupakan ikan besar yang bisa mencapai ukuran 25 sampai 35 cm berasal dari Amerika Tengah, mereka paling banyak di temukan di danau dan perairan besar di Kosta Rika dan Nikaragua.

Di alam liar mereka memiliki warna di antaranya coklat, abu-abu, dan hitam dengan pola garis, namun pola garis menghilang saat berada di akuarium, dan sebagian besar berwarna solid di penangkaran.

Midas Cichlid merupakan ikan favorit pemula karena mereka mudah dalam perawatan dan dengan perawatan yang baik, mereka dapat hidup hingga 12 tahun. Midas Cichlid adalah ikan omnivora yang tidak rakus dalam urusan makanan.

Spesies ini sangat rentan terhadap racun di dalam air sehingga akuarium mereka harus memutar sekitar 20-35% airnya setiap minggu. Midas cichlid sebaiknya dipelihara sendiri karena sifatnya yang agresif, namun bisa juga dipelihara berpasangan. Tangki yang lebih besar adalah yang terbaik untuk spesies ini dengan kapasitas sekitar 200 galon.

6 Februari 2023

CatFish

Mengenal dan Merawat Pygmy Cory

Pygmy Cory atau coridoras kerdil, di lihat dari namanya pastinya sobat lovedfish mengetahui ukuran ikan ini. Termsuk ikan tropis atau air tawar dari keluarga Corydoradinae dari famili Callichthyidae. Ikan ini berasal dari Amerika Selatan salah satunya di lembah sungai Madeira Brasil.

Ikan yang lucu, mengemaskan, mudah di rawat dan enak di pandang mata semoga penjelasan berikut bisa menjadi panduan bagi sobat lovedfish dalam merawat ikan dan sebagai tambahan pengetahuan dunia perikanan. Sebelumnya terimakasih sudah mengunjungi blog kami.

Deskripsi

Ikan kecil dan pendek dari keluarga catfish atau lele ini sangat cocok bagi sobat yang belum pernah merawat ikan sekalipun. Memiliki panjang maksimal hingga 3,2cm dengan perawatan yang tidak terlalu sulit, bisa di jadikan satu dengan ikan lainnya merupakan suatu kelebihan tersendiri dari ikan ini.


Pygmy cory atau corydoras kerdil memiliki warna perak dengan garis hitam tebal horisontal dari kepala hingga ekor di sisi kiri dan kanan tubuh ikan serta garis hitam tipis di bagian bawah antara belakang perut hingga ekor.

Di habitat mereka, Pygmy Cory bisa di temukan di sungai, kolam dan area hutan banjir dalam jumlah besar (berkelompok) di daerah genangan air yang memiliki banyak akar atau pepohonan yang terendam air. Mungkin kalau di Indonesia daerah hutan mangrove yang memiliki banyak akar pohon dengan bagian bawahnya selalu terendam air.

Merawat Ikan

Saat merawat ikan di dalam akuarium, kondisi akuarium yang tidak terawat selain akan membuat pemandangan yang kurang sedap di pandang juga memiliki resiko ikan terserang penyakit. Pastikan lingkungan dalam akuarium selalu bersih agar ikan aman dari serangan penyakit.

Lakukan pergantian air setidaknya satu minggu sampai 2 minggu sekali dengan porsi air yang di ganti sekitar 10-25% agar kondisi air terutama pH air dan tingkat kesadahan air terjaga, jika perlu sobat bisa melakukan pengujian kadar pH air setiap minggu.

Selain penggantian air secara berkala selalu bersihkan media filter, karena di situlah sarang penyakit berasal. Jika kotoran di media filter sudah menumpuk, besar kemungkinan timbulnya jamur, parasit atau bakteri yang dapat mengganggu kesehatan ikan.

Pola makan juga perlu di jaga dengan pemberian pakan teratur serta memiliki gizi yang cukup untuk ikan, pemberian pakan ideal sehari 2 kali secukupnya untuk di habiskan ikan selama 5-10 menit, kelebihan dalam pemberian pakan juga tidak bagus untuk kesehatan ikan.

Penyakit yang biasa menyerang Pygmy Cory biasanya bercak putih atau ich dan bercak merah. Bercak putih biasanya akan menjalar ke seluruh tubuh dan dalam tempo 48 jam setelah terserang tanpa pengobatan akan mengakibatkan ikan mati. Sedangkan bercak merah biasanya di tandai dengan luka berdarah di tubuhnya terutama bagian perut.

Cairan anti ich atau beberapa jenis obat mungkin perlu sobat lovedfish sediakan baik untuk pencegahan penyakit maupun untuk pengobatan. Setiap obat ikan biasanya bisa di pakai untuk pencegahan dan pengobatan baca aturan pakai agar ikan tidak keracunan obat. 

Kondisi Air

Kondisi air ikan tropis dan air tawar seperti corydoras kerdil ini cocok dengan perairan di Indonesia, Suhu air ideal berada di kisaran 22 - 26°C dimana suhu air ini sesuai dengan kondisi di Indonesia karena rata-rata suhu air di akuarium tanpa alat bantu berada di kisaran itu.

Sedangkan tingkat keasaman air (pH) normal berada di kisaran 6,4 - 7,4. Bagi sobat yang belum tahu, dalam mengukur tingkat keasaman air, tingkat pH air normal 7 jika lebih dari itu maka memiliki sifat basa, jika kurang memiliki sifat asam.

Rentang kesadahan air 2 - 15°H, namun sebaiknya untuk merawat corydoras kerdil di usahakan tingkat kesadahan air di bawah 8°H.

Kadar oksigen ter-larut dalam air perlu di perhatikan supaya ikan tumbuh sehat, kondisi air yang kekurangan kadar oksigen ter-larut dapat menyebabkan penyakit pada ikan.

Makanan Ikan

Pygmy Cory merupakan ikan omnivora yang akan memakan daging maupun tumbuhan. Tidak semua tumbuhan di makan mereka hanya beberapa tumbuhan lunak seperti lumut. Bagi sobat lovedfish yang ingin menambahkan mereka ke dalam aquascape pastikan tanaman yang sobat rawat tidak memiliki tangkai atau batang lunak.

Ketika merawat mereka di dalam akuarium opsi makanan yang cocok untuk mereka adalah cacing sutra atau cacing darah, larva serangga, artemia, dapnia atau udang. Jika sobat susah mendapatkan mereka opsi yang lain bisa memberikan mereka pakan beku atau kering, meskipun untuk pemberian pakan beku atau kering butuh adaptasi terlebih dahulu.

Pelet atau pur ikan dari tepung tidak di rekomendasi kan bahkan kemungkinan tidak akan di makan oleh mereka.

Ukuran dan Pengaturan Akuarium

Mengingat ukuran ikan yang kecil sobat lovedfish dapat memelihara mereka secara berkelompok sekitar 10 ekor hanya menggunakan akuarium kecil sekitar 40x25x30 atau sekitar 30 liter air. Pastinya memerlukan akuarium yang lebih besar lagi jika ingin di jadikan tangki komunitas dengan ikan-ikan lainnya.

Merawat ikan di akuarium yang paling baik adalah menyesuaikan kondisi akuarium dengan kehidupan ikan di alam liar. Seperti di jelaskan sebelumnya jika Corydoras suka hidup di air dengan banyak akar dan mereka termasuk ikan bawah dengan substrat pasir atau lumpur.

Penambahan aksesoris berupa pasir halus dan akar atau batang kayu tenggelam bisa di jadikan opsi untuk mempercantik akuarium juga untuk membuat mereka nyaman tinggal di dalamnya. Tambahan tanaman air juga akan membuat mereka senang.

Lampu untuk pencahayaan akuarium agar tampak lebih indah bisa di tambahkan namun tingkat cahaya yang rendah di rekomendasikan untuk merawat mereka. Jika memungkinkan gunakan lampu yang cahayanya tidak menembus air bagian bawah atau dasar akuarium.

Perilaku Sosial

Pygmy Cory merupakan ikan dengan perilaku baik dan mudah membaur dengan ikan lainnya. Di alam bebas maupun di akuarium mereka suka menempati area bawah, meskipun sesekali mereka akan naik ke permukaan.

Seperti yang sudah di ketahui jika ukuran Pygmy Cory yang mungil maka ikan-ikan yang di jadikan satu dalam komunitas mereka juga ikan-ikan yang kecil juga. Ikan-ikan seperti ember tetra, neon tetra, serve, Zebra danio bisa di jadikan satu dengan mereka.

Penghuni akuarium bagian bawah seperti udang cerry dan siput juga bisa di jadikan satu dengan mereka, namun perlu hati-hati jika udang yang di pelihara sedang bertelur dan siap memiliki anak, karena anakan udang bisa jadi santapan Pygmy Cory.

Ikan-ikan yang perlu di hindari seperti cichlid dan ikan-ikan predator atau ikan pemangsa seperti arwana, aligator, louhan, oscar atau ikan-ikan besar lainnya.

Referensi Artikel :

https://en.wikipedia.org/wiki/Pygmy_corydoras
https://www.fishkeepingworld.com/pygmy-cory/
https://www.seriouslyfish.com/species/corydoras-pygmaeus/


15 Januari 2022

CatFish

Mengenal dan Merawat Redtail Cat Fish (RTC)

Bagi sobat yang belum mengenal ikan dari keluarga catfish mungkin lebih mudah jika menyebutnya ikan dari keluarga lele. Yap Redtail Catfish atau lele ekor merah. Mereka memiliki nama ilmiah Phractocephalus Hemioliopterus, dan mereka merupakan spesies satu-satunya yang tersisa dari genus Phractocephalus.

Redtail Catfish atau biasa di sebut RTC merupakan ikan air tawar yang biasanya menghuni sungai Amazon atau danau di negara-negara Amerika Selatan paling utara. Negara-negara di temukan-nya Redtail Catfish di antaranya Kolombia, Brasil, Peru, Venezuela, Ekuador, Guyana, dan Bolivia.

Di negara asal, mereka sama seperti ikan lele yang ada di Indonesia di gunakan sebagai lauk. RTC masuk ke Indonesia sebagai ikan hias di perkirakan sudah ada sejak akhir tahun 1980 sampai awal 1990. Untuk penyebaran ikan hias di asia tenggara biasanya berawal dari Singapura atau Thailand. Untuk saat ini RTC sudah di budidaya oleh petani lokal tidak lagi impor dari negara tetangga.

Deskripsi

Bentuk tubuh Redtail Catfish mirip dengan lele lokal hanya saja RTC memiliki bentuk tubuh agak lebar dengan mulut yang cukup lebar dan memiliki warna perut bagian bawah putih dan warna punggung coklat gelap dengan bintik-bintik hitam. Mereka di beri nama Redtail karena sirip belakang memiliki warna kemerahan. Seperti ikan lele lainnya sebagai ciri khas ikan dari keluarga lele, Redtail Catfish juga memiliki kumis di bawah dan di atas mulutnya.

Di habitat asalnya mereka rata-rata tumbuh panjang hingga lebih dari 1 meter dengan berat tubuh ikan hingga 80 kg. Untuk usia sendiri banyak artikel yang membahas tentang RTC bahwa mereka mampu bertahan hingga 20 tahun, namun tidak ada data valid sampai umur berapa mereka bertahan hidup. Sedangkan jika di rawat di penangkaran mereka dapat bertahan hidup hingga 15 tahun. Redtail Catfish terbesar yang tercatat ditemukan di Sungai Amazon pada tahun 2010, dengan panjang 63 inci (160 cm) dan berat 123 pon atau lebih dari 55kg.

Kesulitan Merawat Ikan

Mereka ikan yang memiliki daya tahan tubuh cukup bagus dan kuat, namun tetap harus butuh perhatian dari pemilik ketika akan merawat mereka di akuarium atau kolam. Redtail Catfish membutuhkan filterasi atau penyaringan yang bagus untuk menjaga kondisi air tetap stabil karena mereka sensitif terhadap alkali, nitrit, dan nitrat.

Perlu pengalaman tentang merawat ikan hias sebelumnya dan tentunya di butuhkan modal yang besar karena mereka merupakan ikan yang mampu tumbuh hingga lebih dari 1 meter dan makanan mereka yang lebih suka daging.

Makanan

Ikan yang rakus dan selalu lapar mungkin sebutan yang pantas untuk Redtail Catfish karena ketika melihat makanan yang cukup untuk masuk ke dalam mulutnya tidak segan agan di makannya. Bahkan ikan di dalam akuarium yang memiliki ukuran tubuh yang lebih besar asalkan ekor atau mulut korban masih bisa masuk mulut RTC maka akan di santap oleh mereka.

Meskipun RTC merupakan ikan omnivora namun mereka lebih suka makan daging, jika ingin memberikan pelet ikan berikan mereka pelet ikan yang tenggelam karena RTC lebih suka hidup di dasar akuarium atau kolam. Selain ikan yang memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil sebagai santapan atau pelet tenggelam, mereka juga doyan makan cacing maupun udang.

Ketika usia anak hingga remaja Redtail Catfish memerlukan makan sehari 2 kali hingga mereka tumbuh dewasa. Dengan pemberian pakan yang baik dalam seminggu mereka mampu tumbuh hingga 2.5 cm. Pemberian pakan dapat di kurangi hingga seminggu sekali ketika mereka sudah mencapai usia dewasa.

Perawatan Akuarium

Seperti telah di sebutkan sebelumnya jika Redtail Catfish mampu tumbuh panjang dan besar maka sebelum merawat mereka di perlukan persiapan yang matang terutama untuk tempat mereka. Akuarium atau kolam untuk memelihara mereka di wajibkan memiliki ukuran yang besar.

Jika ingin merawat mereka tahap awal setidaknya di butuhkan akuarium ukuran 100*50*50 dan sangat di rekomendasi-kan untuk memiliki akuarium atau kolam dengan ukuran setidaknya 200*150*100 agar mereka dapat bergerak bebas karena sifatnya yang aktif bergerak untuk mencari makan.

Dengan akuarium yang begitu besar di perlukan juga filterasi yang memadai supaya kondisi air tetap terjaga dengan baik. Beberapa media filter yang di butuhkan dapat di baca di sini. Redtail Catfish biasanya hidup di lingkungan tropis, jadi kondisi akuarium atau kolam mereka harus sesuai. Suhu air antara 20 dan 26oC, dengan range pH air untuk merawat mereka di antara 6,0 dan 7,5.

Pengaturan Akuarium

Enaknya memelihara Redtail Catfish karena tidak memerlukan banyak ornamen atau hiasan yang di butuhkan. Bahkan sangat di sarankan akuarium atau kolam polos tanpa tambahan apapun. hal ini karena selera makan mereka yang besar. Bahkan batu kerikil yang ada di akuarium juga bisa di makan mereka. Di alam liarnya mereka juga memakan biji-bijian jadi ketika melihat batu kecil atau kerikil mungkin mereka akan berfikir bahwa itu biji-bijian. Ornamen tanaman hidup juga tidak di sarankan kecuali memang di berikan untuk di makan RTC.

Pencahayaan bukan faktor utama jika ingin memelihara Redtail Catfish, jadi menggunakan lampu standar untuk pencahayaan akuarium sudah cukup. Untuk warna lampu di sarankan warna putih yang netral dan kondisi akuarium di atur tema gelap.

Perilaku Sosial

Redtail Catfish merupakan ikan omnivora dan pada dasarnya mereka tidak begitu agresif hanya selera makan mereka yang cukup besar. Perlu di pertimbangkan faktor ukuran ikan jika ingin mencampur mereka dengan ikan lainnya.

Pertumbuhan mereka yang cukup cepat saat remaja menjadi pertimbangan juga jika ingin memelihara mereka dengan ikan lainnya. Jika ikan yang di jadikan teman tangki RTC tidak bisa mengimbangi ukuran RTC sudah pasti ikan-ikan lainnya akan menjadi santapan bagi RTC.

Meskipun mereka aktif namun ketika mereka lebih suka tinggal di dasar akuarium. Jadi ikan-ikan yang bisa tumbuh besar dan menghuni bagian atas atau tengah akuarium bisa menjadi pertimbangan untuk teman RTC. Beberapa ikan yang juga mampu tumbuh dengan cepat seperti Arwana silver bisa menjadi pilihan teman tangki RTC. Ikan jenis lele lainnya seperti sun catfish atau leopard juga bisa menjadi alternatif taman RTC.

Ikan-ikan predator lainnya yang bisa di jadikan teman RTC seperti peacock bass atau ikan yang memiliki tubuh lebar seperti gurame albino, ikan pacu atau bawal. Setelah memberikan teman untuk mereka perlu di lakukan pengamatan lebih lanjut ketika ukuran ikan yang di jadikan teman RTC di rasa masih kurang besar ada baiknya segera di pindah agar tidak menjadi santapan mereka. Memelihara mereka sendiri tanpa teman adalah pilihan terbaik.

Referensi Artikel :

https://en.wikipedia.org/wiki/Redtail_catfish
https://www.fishkeepingworld.com/redtail-catfish/
https://www.aquariumsource.com/redtail-catfish/

20 Oktober 2021

CatFish

Budidaya Ikan Panamense

Perbedaan Panamense Jantan dan Betina

Untuk budidaya ikan panamense tentunya kita harus bisa membedakan jenis ikan yang jantan dan betina. Panamense yang masih kecil mungkin akan sulit di bedakan jantan dan betinanya, seiring pertumbuhan ikan, mereka dapat di bedakan dengan melihat secara langsung. Ikan panamense jantan dan betina dapat di bedakan dengan ciri-ciri :

  • Panamense betina yang sudah dewasa biasanya memiliki tubuh yang lebih besar dan gemuk di bandingkan panamense jantan.
  • Jika di lihat dari warna ikan, Panamense Jantan memiliki warna lebih cerah di bandingkan yang betina.
  • Bagian kepala Panamense jantan lebih pendek dan lebih lebar dari betina.
  • Panamense meiliki bulu-bulu halus (mirip kumis) di bagian kiri kanan kepala (pipi panamense).

Untuk lebih jelasnya dapat di lihat dari gambar berikut :

Pembibitan Ikan Panamense

Usia siap untuk pembibitan ikan Panamense sekitar 1,5-2 tahun. Di usia ini mereka sudah lebih jelas untuk di bedakan jantan dan betina. Untuk menjaga tingkat keberhasilan yang tinggi dalam pembibitan panamense beberapa faktor harus di penuhi di antaranya terdapat setidaknya sepasang jantan dan betina, Akuarium dengan arus air yang cepat, kadar oksigen yang tinggi dan suhu yang optimal. 

Karena di akuarium mereka lebih suka menempelkan telurnya secara vertikal di dinding kaca yang memiliki arus konstan maka ada baiknya akuarium yang akan di gunakan untuk pembibitan memiliki tinggi 50cm atau lebih.

Dalam masa pembibitan, satu ekor jantan Panamense bisa di pasangkan dengan beberapa ekor betina. Meskipun Panamense berkembang biak tidak mengenal musim, namun di alam liar mereka lebih banyak berkembang biak di musim hujan atau musim dingin. Di dalam akuarium dapat di rangsang dengan menurunkan suhu airnya 1-2 derajat.
Tip : Selalu simpan kayu apung di Akuarium Panamense.
Pada saat mereka kawin waktu yang di butuhkan bisa mencapai beberapa jam, Dalam akuarium sediakan tempat yang membuat mereka nyaman dan bisa untuk bersembunyi ketika masa kawin. Setelah kawin, betina dapat menghasilkan telur antara 30 hingga 150 tergantung pada ukuran dan usia betina. Telur-telur yang di hasilkan biasanya menempel pada dinding kaca atau permukaan yang datar.
Sumber : aquariumbreeder.com

Setelah betina mengeluarkan telur, giliran panamense jantan yang menjaga telur sampai berhasil menetas. Biasanya telur panamense akan menetas setelah 6-7 hari. Pada masa jantan menjaga telur panamense ada baiknya betina dan ikan lainnya di keluarkan dari akuarium supaya pejantan bisa fokus menjaga telur.

Penetasan dan Pemeliharaan

Jika sudah biasa memindahkan telur ikan, ada baiknya pindahkan telur-telur panamense ke tempat terpisah di akuarium yang lebih kecil dengan arus yang lebih lambat dan sirkulasi yang baik. Pastikan kondisi air sama dengan akuarium sebelumnya. Air di akuarium yang di gunakan untuk menampung telur panamense di ambil dari air tempat telur panamense berasal. Akuarium ukuran sekitar 40*20*20 dengan kedalaman air kurang lebih 15cm sudah cukup untuk penetasan panamense.
Sumber : aquariumbreeder.com
Pada saat pemindahan telur geser dengan hati-hati bisa menggunakan plastik/mika tipis (sampul buku dari plastik). Seperti penjelasan di atas kenapa betina harus di pisah setelah mengeluarkan telur karena panamense betina bisa memakan telur meskipun di lakukan secara tidak sengaja.

Perhatikan secara baik pada saat proses inkubasi sebelum telur menetas. Jika melihat jamur pada menempel pada telur-telur ikan segera pisahkan agar telur yang lain tidak ter-kontaminasi jamur. Sedikit obat jamur atau filterasi yang baik mungkin bisa mengurangi pertumbuhan jamur.

Telur Panamense memiliki ukuran cukup besar; diameternya bisa mencapai 3,5 mm (0,14 inci). Warnanya putih sedikit transparan dan akan berubah menjadi lebih gelap saat mereka akan mulai menetas. Masa inkubasi sebelum menetas antara 5-7 hari.

Setelah menetas, mereka hampir tidak bisa berenang dan tidak bergerak. Benih tidak membutuhkan makanan apa pun selama 2 hari pertama karena mereka akan memakan kantung kuning telur. Setelah 2 hari menetas sebaiknya berikan mereka pakan alami. Penggantian sebagian air terus - menerus sangat di perlukan, jika tidak akan ada banyak bakteri atau jamur di dalam air yang bisa dengan cepat membunuh bibit panamense.
Cerita salah satu om saya sendiri yang budidaya panamense di bekasi pernah karena telat mengganti air pada masa setelah penetasan semua bibit panamense mati dalam waktu sehari. 

Pemberian Pakan Benih Panamense

Tahapan 2 minggu pertama yang perlu di perhatikan karena akan menentukan tumbuh kembang benih panamense atau berakhir dengan kematian. 2 minggu pertama setelah telur menetas pakan yang di sarankan untuk mereka berupa serbuk spirulina, artemia, kutu air, telur artemia dan makanan serbuk lainnya. Pemberian pakan dengan kadar protein tinggi sangat penting untuk pertumbuhan bibit panamense agar mereka cepat tumbuh besar.

Mereka harus di beri makanan setidaknya 2-3 kali sehari dan lakukan pembersihan secara rutin sisa makanan setelah 10 menit untuk mengurangi pertumbuhan bakteri. Waktu pemberian pakan bisa di lakukan pada pagi hari sebelum jam 9, siang antara jam 13 sampai jam 14 dan sore hari sebelum jam 19.

Seperti halnya memelihara Panamense dewasa, saat merawat anakan panamense sediakan potongan kayu kecil di akuarium pembesaran. Selain untuk mempercepat tumbuhnya alga juga untuk memberikan kesan natural seperti habitat alaminya. Kayu apung ini merupakan bagian penting yang sering di lupakan dan di abaikan.
Tips : Rendam kayu di ember dan letakkan di ruang terbuka yang terkena sinar matahari selama langsung 1-2 hari sebelum di letakkan ke dalam akuarium untuk mempercepat tumbuhnya alga sebagai pakan alami. 
Yang perlu di perhatikan adalah ketika alga sudah banyak tumbuh, maka akan menyerap banyak oksigen dalam air yang juga berbahaya bagi kelangsungan hidup benih panamense, jadi perlu di seimbang antara kadar oksigen air dan jumlah alga. Hal ini perlu pengalaman dan uji coba.
 
Pertumbuhan benih Panamense yang cepat selain pakan kaya akan protein, panamense juga membutuhkan serat sejak dini untuk sistem pencernaan yang baik. Jika kebutuhan nutrisi berupa serat dan protein terpenuhi maka di usia 3-4 minggu mereka dapat tumbuh dengan baik dan mengurangi resiko kematian.

Memasuki usia 3 - 4 minggu biasanya ukuran panamense sudah sekitar 3-3,5 cm dan sudah bisa di berikan pakan berbentuk butiran bukan serbuk lagi. Di usia ini juga tetap harus di perhatikan kebersihan airnya. Bagi panamense ke dalam beberapa akuarium pembesaran agar mereka tidak kekurangan kadar oksigen.

Setelah usia 1 bulan porsi makan sudah bisa di kurangi menjadi 2 kali pemberian pakan dalam sehari. Usia jual panamense biasanya antara 2-3 bulan. Mereka belum cukup populer di Indonesia jadi pangsa pasar masih terbuka lebar dan bisa menjadi ladang usaha baru pagi para penggemar ikan hias.

Semoga informasi di atas bermanfaat bagi para penggemar ikan hias. Terimakasih sudah berkunjung ke blog kami.

Referensi Artikel :

https://aquariumbreeder.com/royal-farlowella-detailed-guide-care-diet-and-breeding/
https://www.scotcat.com/articles/article8.html

10 Oktober 2021

CatFish

Merawat dan Mengenal Panamense Fish

Deskripsi

Sumber : tropical-fish-keeping.com

Mungkin masih jarang terdengar nama ikan Panamense. Karena memang ikan ini masih jarang di jual di komoditi lokal. Lebih banyak untuk di ekspor setidaknya itu yang saya tangkap ketika bertemu dengan om saya sebagai salah satu peternak ikan Panamense. Jika di Indonesia nama yang populer untuk mereka adalah sapu-sapu helikopter. Orang Indonesia yang suka yang simple-simple memberi nama ini karena memang bentuknya mirip helikopter.

Ikan Panamense memiliki tubuh bagian atas yang memanjang, pipih dengan tangkai ekor yang sangat panjang. Warna dasar mereka coklat ke-kuningan, dengan garis coklat tua memanjang dari moncong hingga sirip ekor. Perutnya berwarna putih keperakan dengan beberapa bintik kuning kecokelatan. Duri sirip punggung lurus dan tiga kali lebih panjang dari tinggi ikan. Tulang belakang sirip dada hampir lurus, dan sekitar dua kali lebih panjang dari lebar tubuh. Sirip ekor bercabang dengan filamen panjang.

Memiliki nama ilmiah Sturisoma panamense, ikan ini berasal dari Amerika Tengah dan Selatan tepatnya di Panama, Kolombia dan Ekuador. habitat asal panamense di sungai yang mengalir deras dan jernih. Nama lain dari Sturisoma Panamense adalah Royal Whiptail Catfish, Royal Whiptail Farlowella, Twig Catfish, Whiptail Catfish, Stick Catfish atau Helicopter Pleco. 

Ikan Panamense dapat hidup hingga 12 tahun, namun rata-rata usia mereka ketika di rawat di akuarium sekitar 8-10 tahun. Mereka dapat tumbuh panjang hingga mencapai ukuran 25cm. Biasanya yang di jual rata-rata ukuran 5-10cm dengan harga jual antara 20.000 hingga 50.000.

Kesulitan Merawat Ikan

Panamense termasuk ikan yang mudah di rawat di akuarium, tidak memerlukan keahlian dan perawatan khusus untuk merawat mereka. Ukuran akuarium yang di sarankan untuk merawat mereka sekitar 120 liter (Akuarium ukuran 50*50*50).

Suhu air yang di sarankan untuk memelihara mereka sekitar 26-29 °C, meskipun mereka mampu bertahan di suhu terendah hingga 21 °C. Tingkat keasaman air atau pH yang di sarankan untuk memelihara mereka diantara 6,5-7,2. 

Makanan Ikan Panamense

Omnivora yang akan memakan beberapa jenis sayuran seperti timun, bayam, ganggang alga maupun lumut yang menempel di kaca. Mereka juga akan memakan pelet tenggelam, udang air asin, cacing maupun daging hidup

Perawatan Akuarium

Sama seperti di alam liar tempat mereka hidup, Panamense membutuhkan arus tinggi dan filterasi yang bagus, karena mereka terbiasa hidup di air yang jernih dan memiliki arus yang kuat. Penggantian air secara berkala juga di butuhkan untuk menjaga pH air stabil sehingga membuat ikan nyaman tidak mudah sakit.

Lakukan penggantian air sekitar 20-30% dari kapasitas akuarium setiap satu minggu sekali dan bersihkan media filter secara berkala setiap 2 minggu hingga sebulan sekali tergantung kapasitas filter dan akuarium. Semakin kecil ukuran filter maka semakin sering di lakukan perawatan untuk membersihkan media filternya.

Pengaturan Akuarium

Ikan Paramense menyukai kehidupan di bagian dasar. Saat di rawat di akuaium juga akan singgah di bagian dasar akuarium. Substrat batu kerikil kecil dengan tanaman alami dan beberapa tempat untuk bersembunyi di sarankan. Ranting dan kayu sebagai pelengkap dekorasi akuarium sehingga membuat ekosistem yang sempurna untuk mereka tinggal.

Mereka aman terhadap tumbuhan hidup yang memiliki akar kuat. Mereka tidak suka memindahkan sesuatu di dalam akuarium. Dengan setting akuarium mirip habitat asal akan membuat mereka nyaman dan mampu bertahan hidup dengan baik. 

Pencahayaan yang baik akan mendorong tumbuhnya alga yang akan menjadi pakan alami mereka. Jadi ketika menempatkan akuarium di ruangan yang minim cahaya gunakan bantuan lampu LED akuarium untuk meningkatkan cahaya yang lebih intens di akuarium. 

Perilaku Sosial

Ikan Panamense meskipun berasal dari keluarga catfish namun tidak seperti kebanyakan ikan Catfish yang agresif. Mereka justru ikan damai dan bisa berkumpul dengan sebagian besar jenis-jenis ikan yang damai maupun yang agresif (beberapa ikan yang agresif masih bisa di jadikan satu dengan Panamense). Sama seperti ikan jenis catfish, Paramense lebih banyak menghabiskan waktu di dasar akuarium.

Dalam satu akuarium ukuran kecil 2-4 ekor Panamense bisa di pelihara bersama. Ikan-ikan jinak yang memiliki ukuran tidak terlalu kecil bisa di jadikan satu dengan mereka. Sebut saja ikan mas, angel fish, platy, serve, black tetra, dan ikan-ikan jinak lainnya. Pastikan ikan-ikan yang di rawat bersama dengan Panamense merupakan ikan yang suka arus kuat karena Panamense senang dengan arus yang kuat dan air yang jernih.

Ikan-ikan besar seperti kaviat, Oscar, Pink Tail dan ikan-ikan lainnya juga bisa di gabungkan dengan panamense. Jika ragu untuk menggabungkan mereka bisa di lakukan pengamatan selama beberapa saat setelah ikan di campur jadi satu, jika mereka tidak saling menyerang bisa di pastikan aman untuk di jadikan satu.

Selanjutnya...

Referensi Artikel :

https://tropical-fish-keeping.com/royal-farlowella-whiptail-catfish-sturisoma-sp.html  
https://aquariumbreeder.com/royal-farlowella-detailed-guide-care-diet-and-breeding/
https://diszhal.info/english/catfishes/en_Sturisoma_panamense.php
https://en.wikipedia.org/wiki/Sturisoma_panamense

22 September 2021

CatFish

Mengenal dan Merawat Ikan Corydoras

Deskripsi

Ikan yang damai mudah di rawat dan cocok untuk pemula, itulah karakter ikan corydoras. Ikan yang masih keluarga catfish ini cukup jinak dan cocok untuk banyak ikan yang memiliki sifat yang sama. Corydoras berasal dari perairan di daerah Amerika Selatan dan memiliki ratusan jenis, namun di Indonesia beberapa Corydoras yang cukup populer di antaranya cory panda, albino, sterbai, barbatus, paleatus dan beberapa jenis lainnya.
False Julii Cory
Ukuran ikan corydoras cukup kecil, panjang maksimal sekitar 7,5cm sedangkan yang biasa di jual belikan ukuran sekitar 2-3cm. Usia corydoras sendiri bisa mencapai hingga 20 tahun namun rata-rata usia corydoras hanya 5 tahun ketika di rawat di dalam akuarium.

Ikan corydoras memiliki ciri yaitu bentuk badannya kompak agak pipih ke samping dengan mulut menghadap ke bawah dan beberapa kumis (sungut) yang merupakan ciri khas ikan keluarga catfish. Corydoras memiliki dua baris sisik besar. Sirip di bagian dada bertulang keras yang di gunakan untuk senjata jika merasa terancam.

Kesulitan Merawat Ikan

Ikan corydoaras tidak terlalu sulit untuk di rawat bahkan untuk pemula. Ikan yang suka berenang di dasar akuarium ini merupakan salah satu ikan yang aktif makan alga dan sisa makanan yang tenggelam. Tantangan terbesar untuk merawat ikan corydoras adalah saat memindahkan ikan ke tempat yang baru ikan corydoras cukup lambat dalam beradaptasi dengan air baru.

Sedikit tips bagi yang baru beli ikan corydoras jangan langsung memasukkan ikan ke akuarium, biarkan ikan masih dalam kantong plastik dan di letakkan di akuarium sekitar setengah jam, setelah itu buka kantong plastik-nya, masukkan air ke dalam kantong plastik yang berisi ikan corydoras dan biarkan ikan keluar sendiri untuk mulai beradaptasi dengan air akuarium.
Orange Venezuela Cory
Ikan corydoras dapat di rawat  di akuarium yang tidak terlalu besar, akuarium dengan ukuran 60x35x40 sudah cukup di gunakan untuk merawat mereka meskipun akuarium ukuran besar sangat di sarankan. Sifatnya yang suka berteman sebaiknya memlihara mereka dalam jumlah yang banyak minimal enam ekor. Gunakan pompa air dengan arus lambat karena di habitat aslinya ikan corydoras menyukai sungai arus lambat. 

Makanan dan Pemberian Pakan

Dengan bentuk tubuh ikan yang memiliki mulut di bagian bawah, ikan corydoras suka memakan makanan yang berada di dasar, mereka makan dengan menyedot makanan menggunakan mulutnya dari tanah, terkadang mereka bisa menggali tanah atau pasir hingga separuh wajahnya terkubur. Di habitat asal, mereka biasanya makan cacing dan larva serangga.

Ketika merawat ikan corydoras di akuarium gunakan pakan ikan pelet yang tenggelam, ada beberapa pakan yang bisa tenggelam atau pelet ikan yang hanya mengapung di atas. Corydoras merupakan perenang bawah dan biasa hidup di dasar sungai atau akuarium jika pakan yang di berikan pelet apung otomatis mereka tidak memakannya.

Pastikan mereka mendapatkan makanan yang bergizi untuk menjaga ikan tetap sehat, selain pakan berupa pelet, Ikan corydoras juga bisa di berikan berupa serpihan udang kering, cacing beku atau telur artemia.

Seperti ikan lainnya, penting untuk tidak memberi mereka makan berlebihan, ikan corydoras harus diberi makan sekali atau dua kali sehari dan pastikan corydoras makan sebanyak yang mereka bisa makan dalam waktu sekitar tiga sampai lima menit.

Perawatan Akuarium

Merawat ikan di dalam akuarium berarti kita memiliki waktu untuk membersihkan dan menjaga kualitas air tetap baik. Ikan corydoras akan nyaman berada di suhu optimal sekitar 24°C - 28°C tergantung jenis ikan corydorasnya. Jika memasuki musim dingin biasanya suhu air akan turun hingga di bawah 24°C, kasus ini dapat di tanggulangi dengan menambahkan heater untuk menjaga suhu tetap stabil.

Pastikan seminggu sekali air akuarium di ganti dengan air baru sekitar 20% dari total volume air, hal ini selain berfungsi untuk menjaga air tetap jernih juga untuk menjaga tingkat keasaman air (pH) tetap stabil. pH air yang direkomendasikan untuk merawat mereka antara 7,0 - 7,5 dengan tingkat kesadahan air 10° dH.

Selain merawat akuarium media filter dan pompa air juga harus di bersihkan secara berkala untuk menjaga mesin tetap bagus juga menjaga ikan tetap sehat. Lakukan Setiap tiga minggu hingga satu bulan sekali untuk membersihkan media filter dan pompa airnya, ganti juga air sekitar 50% dari volume air akuarium. 

Di saat melakukan kegiatan di atas pastikan di lakukan secara perlahan agar tidak mengganggu ikan yang ada di akuarium. Kesalahan utama penggemar ikan hias ketika membersihkan akuarium biasanya ikan di pindah dulu ke dalam ember kemudian air di akuarium di kuras semua dan di ganti dengan air yang baru, kemudian ikan di masukkan kembali ke dalam akuarium. Ini merupakan kesalahan yang fatal karena bisa berakibat ikan mati mendadak. Hal ini di sebabkan karena air baru kandungan oksigen air belum stabil dan ikan harus beradaptasi ulang yang menyebabkan ikan stress. Bisa juga terjadi kandungan klorin dalam air yang masih tinggi. 

Pengaturan Akuarium

Ketika memelihara ikan hias di akuarium, pengaturan isi akuarium sesuai habitat asal ikan akan membuat mereka nyaman.  Di alam liar, Ikan corydoras senang hidup di dasar, hidup secara berkelompok dan suka bersembunyi di antara be batuan atau pohon untuk menghindari cahaya dan menghindari arus air yang deras.

Setting akuarium seperti di habitat aslinya dengan menambahkan pasir atau batu kerikil sebagai dasaran akuarium di tambahkan be batuan yang tidak memiliki ujung yang runcing supaya tidak melukai ikan ketika mereka bermain di sekitar batu. Tambahkan juga tanaman berdaun keras seperti pakis jawa, anubias atau Pygmy Chain Sword (daun sempit) dan beberapa jenis tanaman lainnya yang memiliki daun keras.

Perilaku Sosial dan Teman Ikan Corydoras

Ikan Corydoras memiliki ukuran yang kecil dan bersifat damai jika ingin memelihara mereka gabungkan dengan ikan yang bersifat damai dengan ukuran kecil juga. Beberapa ikan yang aman untuk di pelihara bersama dengan corydoras di antaranya ikan guppy, jenis ikan tetra seperti serve, neon, cardinal, barbier swordtail atau ikan peso juga aman di campur dengan mereka.


Selain beberapa jenis ikan di atas ikan corydoras juga aman untuk di jadikan satu dengan beberapa siput dan udang kecil seperti red cerry. Meskipun udang dan siput biasa hidup di dasar akuarium yang sama dengan corydoras mereka tetap aman hidup berdampingan.

Hindari ikan-ikan besar dan agresif seperti arwana, oscar, lauhan. Ikan-ikan jenis chiclid juga tidak cocok di jadikan satu dengan corydoras apalagi jika di pelihara di akuarium dengan ukuran kecil. Warna ikan corydoras yang menarik akan menjadikan mereka santapan untuk ikan-ikan agresif yang memiliki ukuran lebih besar.

Referensi Artikel :

https://www.fishkeepingworld.com/cory-catfish
http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php
https://fishcareguide.com/corydoras-catfish-guide/

16 Juni 2021

CatFish

Mengenal dan Merawat Synodontis Eupterus

Deskripsi
Synodontis Eupterus

The Synodontis Eupterus Catfish  Atau biasa di sebut dengan dontis di Indonesia merupakan ikan yang berasal dari danau di afrika, sebaran di daerah asalnya berada di Burkina Faso, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, Ethiopia, Ghana, Guinea, Mali, Nigeria, dan Sudan. Jika mengutip dari jurnal yang di terbitkan planetcatfish Species synodontis memiliki 159 species yang terdaftar, namun jika mengacu data dari wikipedia hanya ada 131 data synodontis yang di akui.
Ikan yang masuk dalam keluarga catfish atau bahasa mudahnya keluarga lele ini memiliki badan lebar, berwarna putih gelap, memiliki bintik-bintik hitam di badannya dan memiliki banyak kumis. Sirip punggung dan sirip dada memiliki tulang pertama yang mengeras yang bergerigi. Ukuran tubuh ikan dontis sendiri bisa mencapai 30cm namun rata-rata ukuran dontis jika di pelihara di akuarium hanya di sekitar 15-20cm. 
  • Ukuran ikan : 11,8 inci (30,00 cm) - biasanya hanya 6-8” (15-20 cm) di akuarium.
  • Umur : Hingga 25 tahun, biasanya sekitar 8-10 tahun.
Kesulitan Merawat Ikan
Synodontis Eupterus merupakan ikan yang cukup kuat dan ikan yang mampu beradaptasi dengan baik dari berbagai kondisi air. Bulu sirip yang keras membuat ikan ini mampu bertahan dalam berbagai kondisi air dan ikan lainnya dalam akuarium. Untuk merawat ikan ini dengan setidaknya membutuhkan akuarium dengan ukuran air sekitar 200 liter.
Pada dasarnya ikan jenis catfish (lele) seperti Synodontis Eupterus ini menyukai tempat yang kotor dan berlumpur tapi dalm perawatan di dalam akuarium tidak di sarankan. Tidak ada perawatan khusus yang di sarankan untuk memelihara Synodontis Eupterus dan tidak membutuhkan keahlian khusus.
  • Kekerasan Akuarium : Sangat Kuat
  • Level Pengalaman : Pemula
Makanan Ikan
Synodontis Eupterus merupakan jenis ikan omnivora yang di alam liar biasa memakan larva serangga, alga dan sumber makanan lainnya. Dalam merawat ikan dalam akuarium Synodontis Eupterus bukan ikan yang sulit untuk di beri makan, karena ikan ini aktif dalam mengkonsumsi segala jenis makanan yang tersedia termasuk alga atau lumut yang tumbuh alami di akuarium akan di makan ikan ini. Selain pakan alami yang tumbuh di akuarium, segala jenis pelet ikan juga akan di makannya. Sesekali dapat di kombinasi dengan pakan seperti udang kecil, cacing darah sangat di sarankan. Meskipun ikan ini suka bersembunyi jika kondisi akuarium terang atau di siang hari namun bau makanan mampu memaksa Synodontis Eupterus keluar dari persembunyiannya.
  • Tipe Makanan: Omnivora
  • Makanan Serpihan: Ya
  • Tablet / Pelet: Ya
  • Makanan hidup (ikan, udang, cacing): Beberapa Diet
  • Makanan Nabati: Beberapa Diet
  • Makanan Berdaging: Beberapa Diet
  • Frekuensi Makan: Setiap Hari
Perawatan Akuarium
Synodontis Eupterus ini tidak pilih-pilih tentang kondisi akuarium. Perawatan yang sederhana harus dilakukan untuk menjaga dontis dalam kondisi baik. Penyedotan kerikil secara teratur dianjurkan untuk membuang limbah dan menjaga akuarium dalam keadaan bersih. Perlu juga di lakukan penggantian air secara berkala sekitar 10-15% setiap minggu dan bersihkan media filter setiap 3-4 minggu sekali tergantung jumlah ikan dan kualitas filternya dan ganti air skitar 40-50%.

Pengaturan Akuarium
Untuk memelihara Synodontis Eupterus di sarankan setidaknya memiliki akuarium ukuran 100*45*50 atau lebih besar lagi dengan kedalaman air skitar 40cm sehingga memenuhi kebutuhan kapasitas air hampir 50 galon atau 189 liter. ikan dontis ini menyukai tempat gelap dan tempat untuk bersembunyi maka bisa setting akuarium dengan menambahkan batu berongga atau kayu baik yang apung maupun yang sudah tenggelam. Jika memelihara dontis secara berkelompok mereka akan suka bermain saling kejar satu dengan lainnya di rongga-rongga batu atau kayu yang ada.
Jangan terlalu sering merubah settingan akuarium karena sifat Synodontis Eupterus akan menetap jika sudah menemukan tempat favorit mereka. Selama desain dalam akuarium tidak di rubah atau tidak ada ikan predator lain yang mengganggu biasanya Synodontis Eupterus akan tetap berada di tempat favorit mereka.
Untuk dasar akuarium bisa menggunakan media pasir atau batu kerikil kecil dan halus supaya mengurangi luka pada ikan karena ikan Synodontis Eupterus termasuk ikan yang aktif berenang terutama di dasar akuarium. Bisa juga di tambahkan tumbuhan hidup akan tetapi pilih tumbuhan yang mengakar kuat pada dasar akuarium mengingat ikan Synodontis Eupterus termasuk ikan yang aktif bergerak, jika tanaman tidak mengakar dengan kuat akan rusak dan mengambang.      
Synodontis Eupterus merupakan ikan yang senang di area gelap, jadi setting sedemikian rupa jika ada pencahayaan lebih tetap ada gua atau rongga tempat Synodontis Eupterus bersembunyi. Ini akan memberikan rasa nyaman pada ikan sehingga ikan tidak mudah stres dan sakit.  
  • Ukuran Tangki Minimum : 50 gal (189 L)
  • Cocok untuk Tangki kecil : Tidak
  • Jenis Substrat : Pasir atau kerikil halus akan membantu mengurangi kemungkinan kerusakan pada kulit.
  • Kebutuhan Pencahayaan : Pencahayaan redup
  • Suhu Ideal  22,2 hingga 27,2 ° C
  • Rentang ph : 5,6-7,5
  • Rentang Kekerasan : 8 - 20 dGH
  • Air Payau : Tidak
  • Arus Air : Sedang
  • Wilayah Perairan : Bawah
Perilaku Sosial
Synodontis Eupterus sebenarnya ikan yang tidak terlalu agresif, asalkan tidak di campur dengan tipe ikan perenang bawah yang lainnya dengan ukuran yang lebih kecil seperti corydoras, algaeater dan sejenisnya. Jika di campur dengan ikan perenang atas ataupun tengah ikan dontis cenderung lebih aman.
Synodontis Eupterus sangat bersahabat dengan kelompoknya(ikan sejenis) sendiri, akan tetapi jika Synodontis Eupterus di campur dengan ukuran besar badan dan umur yang tidak imbang maka ukuran ikan yang besar akan lebih dominan bersembunyi di tempat terbaik dan paling nyaman bagi ikan sehingga menimbulkan "penindasan" bagi ikan dontis yang lain, meskipun jarang menimbulkan kematian bagi ikan dontis yang lebih kecil tapi tetap saja bisa membuat ikan stres dan rentan penyakit.
Selain cocok di campur dengan ikan sejenis, Synodontis Eupterus juga bisa di campur dengan silver dolar, manfish atau angel fish, pink tail, kaviat dan tipe ikan yang berenang dan mencari makan di tengah maupun di atas akuarium. Jangan campur ikan Synodontis Eupterus dengan udang kecil sejenis cerry, kepiting atau siput karena mereka merupakan musuh bagi Synodontis Eupterus dan akan menjadi korban dontis jika tetap di paksakan di campur dalam akuarium.
  • Berbisa : Tidak
  • Temperamen : Semi-agresif
  • Cocok dengan : Spesies yang sama
  • Ikan damai : Berhati-hatilah dengan pengumpan dasar yang lebih kecil seperti Corydoras atau ikan lain yang bersaing untuk mendapatkan makanan di dasar akuarium.
  • Semi-Agresif : Aman - Biasanya dapat dipelihara dengan ikan semi-agresif dan bahkan agresif lainnya.
Referensi :