4 Maret 2024

Ikan Hias

Mengenal dan Merawat Green Neon Tetra

Sama seperti artikel sebelumnya yang membahas jenis ikan tetra, kali ini penulis juga masih akan membahas salah satu ikan favorit terutama para scaper karena ikan yang satu ini sering di jadikan peliharaan di akuarium dengan banyak tanaman.

Neon Tetra Hijau merupakan ikan air tawar dari keluarga "Characidae" yang berasal dari hulu sungai Orinoco dan Negro di Amerika Selatan. Sungai atau hulu sungai Orinoco melewati negara Venezuela dan Kolombia. Sedangkan Negro Atau Rio Negro merupakan anak sungai Amazon yang berada di Brazil.

Di habitat asal mereka, aliran sungai cenderung lambat hingga sedang dengan vegetasi tumbuhan tapi sungai yang lebat dan cenderung menjorok ke tengah sungai sehingga menciptakan suasana teduh di sungai. Bagian dasar sungai biasanya berpasir dengan banyak ranting atau pohon tumbang serta akar pohon dan daun-daun kering.

Klasifikasi

Kerajaan

Animalia

Divisi

Chordata

Kelas

Actinoterygii

Keluarga

Characidae

Jenis

P.simulan

Deskripsi

Green Neon Tetra

Green neon tetra sepintas mirip dengan kerabat dekatnya "Neon Tetra" bahkan jika di memperkhatikan dengan seksama orang akan berfikir ini adalah ikan neon tetra. Yang membedakan ikan Green Neon Tetra dan Neon Tetra adalah pada ukuran ikan green neon tetra lebih kecil dan bercak merah pada green neon tetra. Sobat lovedfish bisa lihat perbedaan kedua ikan dengan melihat gambar di atas dan di bawah ini.

Neon Tetra

Perbedaan selanjutnya ada pada area biru kehijauan di bagian atas ikan green neon tetra terlihat lebih cerah. Selanjutnya tubuh green neon tetra lebih ramping di bandingkan neon tetra. Panjang maksimal mereka hanya 3,5 cm, namun biasanya mereka hanya akan tumbuh sekitar 2-2,5 cm.

Dalam komunitas ikan hias, green neon tetra tidak se-populer neon tetra atau cardinal tetra meskipun ketiga ikan ini sangat mirip. Bahkan ada beberapa penggemar ikan hias menyebut green neon tetra dengan sebutan ikan neon tetra palsu.

Ukuran Akuarium, Pompa Air dan Pencahayaan

Ikan yang memiliki panjang tubuh hanya sekitar 25-35 mm maka tidak di perlukan akuarium yang besar, dengan menyediakan akuarium ukuran 40*25*30 sudah cukup untuk merawat sekelompok ikan neon tetra hijau.

Mengingat ukuran akuarium yang kecil, pompa air juga tidak memerlukan arus besar. Bahkan biasanya mereka yang merawat ikan ini menggunakan pompa air jenis hang on dengan seri 501-502. Pompa ini simple dan mudah di bersihkan.

Warna lampu putih biru atau warna lampu biru bisa meningkatkan dan memancarkan cahaya yang membuat warna ikan semakin indah dan bagus. Untuk keperluan cahaya tidak perlu terang yang penting ada pancaran cahaya untuk mempercantik akuarium.

Dekorasi Akuarium

Seperti yang sudah di jelaskan di atas, kebanyakan orang yang memelihara ikan green neon tetra di simpan dalam akuarium aquascape yang berisi banyak tanaman, Jika sobat lovedfish ingin memelihara mereka perlu juga mendesain akuarium dengan banyak tanaman.

Untuk dasar akuarium, bisa menggunakan media pasir malang atau media tanam lainnya. Dasar akuarium berwarna gelap akan mempercantik green neon tetra. Tambahan akar dan kayu apung juga akan membuat ikan tenang berada di akuarium.

kayu apung atau batang pohon yang di biarkan mengambang maupun tenggelam juga bisa memberikan efek alami serta daun-daun kering untuk meningkatkan kadar tanin akuarium. Efek dari tanin akan membuat warna air kecoklatan. Ini sesuai dengan habitat green neon tetra di alam liar.

Perawatan Ikan

Green neon Tetra sensitif terhadap kondisi air yang berfluktuasi atau memburuk dan tidak boleh dimasukkan ke dalam akuarium yang belum matang secara biologis. Jadi sobat lovedfish perlu menyiapkan akuarium dengan baik terlebih dahulu sebelum memasukkan ikan ke dalam akuarium.

Pada dasarnya ikan green neon tetra merupakan ikan damai yang tidak memerlukan perhatian khusus namun beberapa faktor seperti kondisi air dan perubahan kualitas air perlu selalu di perhatikan apalagi jika ikan yang di pelihara di akuarium hasil dari alam liar bukan dari penangkaran.

Hal-hal pendukung yang perlu di perhatikan di antaranya tanaman air, pasir untuk dasar akuarium, daun kering atau batang pohon untuk meningkatkan kadar tanin serta filter akuarium yang sesuai.

Kondisi Air

Kondisi air di habitat asal green neon tetra biasanya bersifat asam dengan kekerasan dan konduktivitas karbonat yang dapat diabaikan. Air sunga berwarna kecoklatan akibat dari pembusukan daun dan ranting yang jatuh ke sungai sehingga membuat air Memiliki kadar tanin yang tinggi.

Rentang suhu yang di rekomendasikan untuk merawat green neon tetra di akuarium sangat tinggi antara 21 – 35 °C. sedangkan suhu di habitat asal mereka berkisar antara 24,6-35,2 °C (Marshall et al., 2011).

pH : 3,0 – 6,5

Kekerasan : 18 – 143 ppm

Penyakit Ikan

Penyakit umum terjadi pada ikan di sebabkan beberapa faktor, paling utama ada pada kondisi air yang tidak sesuai dengan yang di rekomendasikan untuk merawat ikan. Untuk parameter air ikan green neon tetra sudah di jelaskan di atas. Selain parameter air biasanya air yang kotor dan jarang di bersihkan juga akan mempengaruhi kesehatan ikan. Penambahan ikan baru yang membawa bakteri atau jamur juga bisa menyebabkan ikan lain tertular.

Stater pack untuk obat dan perawatan ikan biasanya dan yang sering di gunakan adalah untuk anti stress dan untuk membunuh bakteri atau jamur. Sobat lovedfish bisa menyediakan obat antibiotik ikan maupun garam ikan untuk menjaga kesehatan ikan.

Penyakit yang biasanya menjangkit atau meneyrang ikan green neon tetra sejenis parasit yang menyebabkan whitespot, Disease (Penyakita yang di sebabkan parasit), atau jamur ikan. Untuk jenis penyakit dan pengobatan ikan dapat sobat lovedfish baca artikelnya di sini.

Makanan Ikan

Omnivora kecil yang di alam liar green neon tetra akan berburu cacing, serangga, ganggang, plankton maupun krustasea kecil lainnya. Bahkan alga dan buah-buahan lunak yang jatuh juga akan menjadi makanan mereka.

Untuk merawat mereka di akuarium pastikan sumber makanan mereka berkualitas agar tetap terjaga kesehatan ikan dan warna ikan tetap cerah. Pakan alami baik hidup, beku maupun kering akan mereka makan. Pelet ikan butiran mikro juga dapat di jadikan makanan mereka.

Kombinasi-kan antara makanan pelet dan cacing, udang air asin, larva atau jentik nyamuk, daphnia, moina, artemia untuk tercukupinya vitamin dan protein yang dapat menjaga kesehatan ikan.

Perilaku Sosial

Ikan komunitas yang di sarankan untuk memelihara mereka minimal 10 ekor dalam satu akuarium. Jika kurang dari 10 masih bisa asalkan jangan kurang dari 5 ekor dalam 1 akuarium, mereka yang terbiasa hidup berkelompok akan saling menyerang satu dengan lainnya dan bisa menimbulkan kematian karena stress dengan komunitas yang sedikit.

Mengingat ukuran ikan yang kecil maka memelihara mereka dengan ikan lainnya tentunya yang memiliki ukuran kecil juga. Karakter ikan yang damai ini tidak cocok dengan beberapa ikan cichlid kerdil karena biasanya jenis ikan ini memiliki karakter galak.

Ikan-ikan yang bisa sobat lovedfish tambahkan ke akuarium untuk menemani green neon tetra di antaranya corydoras, lalius, udang hias air tawar seperti red cherry, amano dan lainnya. Mereka pastinya cocok juga dengan jenis ikan tetra lainnya.

27 Februari 2024

Ikan Hias

Mengenal dan Merawat Emperor Tetra

Bicara dan membahas jenis ikan tetra tidak ada habisnya, selain ikan keluarga siklit (cichlidae) jenis ikan dari keluarga tetra juga memiliki ragam yang banyak. Salah satunya adalah ikan yang akan kita bahas berikut ini.

Nematobrycon Palmeri, atau lebih di kenal dengan nama emperor tetra (Tetra Kaisar) merupakan ikan dari Kolombia barat. Mereka di temukan di lembah sungai Atrato dan San Juan. Dalam perdagangan global ikan ini sudah mulai sejak tahun 1960. Amerika Serikat merupakan negara pengimpor pertama.

Merupakan ikan yang termasuk mudah dalam perawatan dan sangat bersahabat, jika sobat lovedfish ingin mencari tambahan ikan untuk akuarium komunitas, ikan ini bisa menjadi list tambahan untuk di masukkan ke dalam akuarium.

Klasifikasi

Kerajaan

Animalia

Divisi

Chordata

Kelas

Actinoterygii

Keluarga

Characidae

Jenis

N. palmeri

Deskripsi

Keindahan ikan emperor tetra pastinya ada di warna ikan yang bisa berubah tergantung dari pencahayaan dan media yang berada di akuarium. Warna ungu akan mendominasi mereka jika di rawat di akuarium dengan cahaya redup dan ada beberapa tanaman apung untuk menghalangi cahaya dari atas masuk, namun warna mereka bisa berubah menjadi kuning jika akuarium terlalu terang.

Memiliki bentuk tubuh yang panjang, ramping dan rata dengan panjang tubuh hingga lebih dari 7 cm saat dewasa ketika mereka di habitat. Saat mereka di rawat di akuarium rata-rata mereka tumbuh di 3-5 cm. Memiliki warna hitam dari belakang mata hingga pangkal ekor. Sirip punggung berbentuk sabit, bersama dengan sirip dada dan sirip dubur berwarna kuning.

Ikan emperor tetra jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari betina, dan sirip dubur emperor tetra jantan lebih panjang. Sedang di bagian ekor, sirip ekor jantan lebih runcing di bandingkan yang betina.

Ukuran Akuarium, Pompa Air dan Pencahayaan

Akuarium ukuran 90x30x40 perlu sobat siapkan untuk merawat mereka dalam tangki komunitas, jika sobat lovedfish hanya memelihara sedikit ikan tetra ukuran akuarium 50*30*35 sudah cukup ideal. Sebagai ikan yang suka menjelajah di bagian tengah akuarium, maka perlu di berikan ruang terbuka yang luas bagian tengah.

Pompa air tidak perlu yang menghasilkan arus besar, lebih tenang kondisi air akan lebih bagus untuk ikan emperor tetra. Sobat lovedfish bisa menggunakan mesin hang on seri 501 atau 502 untuk akuarium 50*30*35 atau ukuran mesin dengan arus sekitar 1000-1200 untuk akuarium ukuran 90*30*40.

seperti sudah di jelaskan di awal jika ikan emperor tetra bisa berubah warna tergantung pencahayaan, dan yang terbaik adalah sedikit cahaya dalam akuarium. Untuk itu sobat lovedfish bisa mengesampingkan cahaya dari lampu akuarium untuk merawat mereka.

Dekorasi Akuarium

Hal yang perlu di perhatikan dan di tambahkan ke dalam akuarium untuk membuat ikan merasa hidup di alamnya yaitu berupa kayu apung dan biarkan kondisi air agak gelap namun tetap jernih dari tanin yang di hasilkan dari pembusukan kayu. Tambahan tanaman air terutama tanaman apung untuk mengurangi cahaya masuk kedalam akuarium.

Substrat pasir lembut bisa di tambahkan, meskipun bukan faktor utama, karena emperor tetra merupakan ikan penghuni bagian tengah akuarium. Tambahan pasir lebih ke kesan atau suasana akuarium yang natural.

Sediakan banyak ruang terbuka di bagian tengah akuarium karena mereka merupakan ikan yang suka bergerak bebas terutama di bagian tengah akuarium.

Perawatan Ikan

Perilaku yang tenang dan damai tidak perlu perawatan dan teknik khusus untuk merawat mereka. Hal yang perlu di perhatikan pastinya ada pada faktor kebersihan akuarium. Tidak hanya ikan emperor tetra, hampir semua jenis ikan memerlukan air yang jernih dan terawat.

Mereka suka hidup bergerombol, jadi bagi sobat yang ingin merawat mereka setidaknya jangan membeli ikan emperor tetra 1 atau 2 ekor. Untuk mencegah mereka agresif atau justru stres karena sedikitnya koloni, dalam satu akuarium minimal ada 6 ekor emperor tetra atau lebih baik lagi minimal 10 ekor.

Jika parameter air terjaga, penggantian air di lakukan secara rutin pakan ikan di berikan pakan yang berkualitas, dekorasi akuarium biotape atau yang bisa membuat emperor tetra nyaman sudah cukup untuk merawat mereka dengan baik.

Kondisi Air

Suhu :  23 – 27 °C

pH : 5,0 – 7,5

Kekerasan : 18 – 215 ppm

Penyakit Ikan

Penyakit ikan umumnya bisa menyerang ikan yang kita rawat jika parameter air tidak terjaga stabil, media filter tidak rutin di bersihkan dan air juga jarang di ganti. Selain itu ikan baru yang membawa penyakit bisa juga menular ke ikan yang sudah lebih dahulu menghuni akuarium sobat lovedfish.

Untuk ikan emperor tetra atau jenis ikan tetra lainnya biasanya penyakit yang bisa dan mudah menyerang mereka seperti whitespot atau ada bintik putih di sebagian atau seluruh tubuh ikan. Whitespot ini merupakan parasit yang sering muncul ketika kebersihan akuarium tidak di jaga dengan baik.

Garam ikan, methylene blue merupakan stater pack yang ampuh untuk mengatasi penyakit tersebut. Selain white spot ada juga jenis jamur seperti kapas putih pada tubuh ikan. Hal ini bisa terjadi jika kualitas air tidak bagus. Untuk pengobatan hampir sama dengan white spot.

Makanan Ikan

Perpaduan makanan hewani dan nabati sangat bagus untuk emperor tetra, mereka merupakan jenis hewan omnivora. Pelet ikan yang di jual di pasaran sebenarnya sudah cukup untuk makan mereka. Akan tetapi perpaduan makan yang seimbang akan membuat pertumbuhan ikan lebih baik dengan kesehatan ikan tetap terjaga.

Makanan hidup seperti daphnia dan jentik nyamuk bisa di jadikan makanan utama pengganti pelet ikan, atau cacing kering, beku maupun yang masih hidup juga bisa di berikan. Pakan alami ini bagus untuk pertumbuhan ikan dan untuk fase berkembang biak yang dapat menghasilkan banyak burayak.

Pemberian pakan standar adalah 2-3 kali dalam sehari. Ingat selalu untuk tidak memberikan pakan berlebih yang justru tidak bagus untuk kondisi akuarium dan kesehatan ikan sendiri.

Perilaku Sosial

Emperor tetra merupakan ikan yang suka dan nyaman hidup berkelompok, mereka akan bermain bersama dan sang jantan biasanya akan saling bersaing untuk menarik perhatian betina. Dalam persaingan ini biasanya tidak akan berakibat fatal jika faktor ukuran akuarium cukup besar dan akuarium di desain dengan baik.

Dalam satu kelompok emperor tetra di akuarium setidaknya ada sekitar 6 ekor akan lebih baik lagi jika lebih dari 10 ekor. Dengan semakin besar kelompok ikan ini akan semakin membuat mereka nyaman dengan habitat mereka yang baru.

Mereka ikan damai yang memiliki warna kontras dengan kebanyakan ikan lainnya. Jika sobat lovedfish ingin mencampur mereka dengan ikan lain, selain sesama jenis ikan tetra, danio, rasbora, barb, dan jenis ikan-ikan kecil lainnya.

Ikan penghuni dasar seperti dontis, corydoras juga bisa di jadikan satu dengan mereka. yang membuat mereka tidak aman jika di campur dengan ikan yang memiliki ukuran yang besar, ini akan membuat emperor tetra seperti santapan untuk ikan-ikan besar.

5 Februari 2024

Ikan Hias

Mengenal dan Merawat Dichotomyctere Ocellatus

Selamat datang di lovedfish.com, terimakasih sudah berkunjung ke blog kami. Kali ini kita akan berbagi cerita tentang ikan Dichotomyctere Ocellatus. Mungkin asing nama ini bagi sobat pecinta ikan hias.

Dichotomyctere Ocellatus (Tetraodon biocellatus) pada umumnya ikan buntal angka 8 (Figure 8 Puffer) atau puffer bintik mata (Puffer Eyespot). Atau lebih sederhana lagi bisa di sebut dengan ikan buntal saja. Bukan tanpa alasan ikan ini di sebut dengan ikan buntal.

Berbeda dengan jenis ikan Dichotomyctere Ocellatus lainnya, ikan buntal angka 8 ini mampu bertahan dengan baik di air tawar dan air payau. Mereka salah satu dari setidaknya 121 jenis ikan buntal, ikan ini berasal dari Indonesia dan beberapa negara tetangga seperti Kamboja dan Malaysia.

Klasifikasi

Kerajaan

Animalia

Divisi

Chordata

Kelas

Aktinopterigii

Keluarga

Tetraodontidae

Jenis

D.ocellatus

Deskripsi

Memiliki warna warni yang indah dengan pola kuning kehijauan di bagian punggung atas. Di beri label ikan buntal angka 8 karena di kedua sisi sirip ekornya menyerupai angka 8. Sedangkan istilah bintik mata sesuai dengan namanya, terdapat bintik hitam di sekitar mata mereka.

Ikan yang memiliki karakter relatif damai ini akan mengembungkan dirinya jika merasa takut atau stres. Teknik mengembungkan diri sendiri ini biasanya mengisi badannya dengan banyak air atau angin ketika mereka di angkat ke atas.

Meskipun banyak di temukan di air tawar, mereka juga kadang berada di air payau. Ikan buntal yang termasuk kecil, karena mereka hanya tumbuh maksimal sekitar 8 cm dengan harapan bertahan hidup hingga 15 tahun.

Ukuran Akuarium, Pompa Air dan Pencahayaan

Karena ikan yang relatif kecil untuk ukuran maksimal tubuhnya, maka sobat tidak memerlukan ukuran akuarium yang besar untuk merawat mereka. Akuarium dengan ukuran panjang 70 cm lebar dan tinggi sekitar 35 cm sudah cukup aman untuk mereka tinggal.

Sirkulasi air yang baik akan membuat mereka senang dan nyaman di akuarium. Karena ikan buntal jenis ini merupakan ikan yang aktif bergerak, maka arus air yang stabil dan kecepatan sedang sesuai ukuran akuarium di perlukan untuk membuat ikan merasa nyaman di akuarium.

Untuk ukuran akuarium di atas sobat lovedfish bisa menggunakan mesin seri 1600 atau 103 dengan arus air antara 1000-1300 liter per jam.

Cahaya lampu bukan merupakan hal utama untuk merawat ikan Dichotomyctere Ocellatus, sobat bisa mengesampingkan lampu atau jika sobat ingin akuarium tetap ada paparan cahaya lampu sobat bisa menggunakan lampu yang tidak terlalu terang.

Dekorasi Akuarium

Penataan dekorasi yang sedikit rumit untuk merawat figure 8 puffer, mereka memerlukan akuarium rumit yang terdiri dari banyak sudut dan celah tapi tetap harus ada ruang terbuka untuk mereka aktif bergerak.

Penataan dan dekorasi akuarium yang paling baik adalah akuarium dengan banyak tanaman, akar dan cabang-cabang kayu yang bengkok untuk mereka berlindung atau sembunyi. Substrat lebih baik jika menggunakan pasir dan bagian atas bisa di tambahkan tanaman apung untuk menyebarkan cahaya.

Susunan batu dengan menyediakan celah yang cukup untuk mereka berenang dan bergerak bebas juga bagus untuk mengatasi kebosanan di akuarium. Susunan akuarium yang tepat dapat membuat mereka merasa nyaman seperti mereka tinggal di alam bebas.

Perawatan Ikan

Meskipun air ter-sirkulasi dengan baik karena adanya pompa air dan filter, namun kondisi air yang sama dalam beberapa hari tidak baik untuk ikan buntal karena mereka sangat sensitif terhadap kondisi air yang buruk. Lakukanlah pergantian air secara berkala sekitar 3 hari sekali dengan kadar 25-35 % volume air.

Ikan buntal angka 8 sering di anggap sebagai ikan air tawar, pendapat ini tidak mutlak benar, karena untuk merawat mereka dengan yang baik dan agar mereka dapat berumur panjang di perlukan penambahan garam ikan hingga 1,005 SG (Specific Gravity) di akuarium.

Berat jenis (Specific Gravity) adalah perbandingan massa jenis suatu zat dengan massa jenis zat standar. Standar perbandingan yang umum untuk zat padat dan cair adalah air pada suhu 4 °C, yang memiliki massa jenis 1,0 kg per liter.

Kondisi Air

Toleransi suhu untuk merawat ikan buntal angka 8 antara 22 °C dan 28 °C, akan lebih baik jika suhu stabil di antara 24 °C dan 26 °C, dengan perubahan suhu yang tidak signifikan akan membuat ikan sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

Sedangkan pH air di antara 6.5-7.5, semakin tinggi pH air semakin baik untuk merawat mereka. Tingkat kekerasan atau kepadatan air (Hardness) 5-12°H.

Penyakit Ikan

Ikan buntal angka 8 rentan terkena penyakit atau stres jika parameter yang sudah di jelaskan di atas tidak terpenuhi. Biasanya awal ikan terserang penyakit karena kondisi air tidak sesuai atau lingkungan yang tidak mendukung.

Salah satu ciri ikan buntal angka 8 terserang penyakit atau stres dapat di lihat dari tubuhnya yang mengembang atau jadi tidak aktif bergerak. Identifikasi dengan baik masalah ikan menjadi stres apakah karena kondisi air atau desain akuarium yang kurang memadai.

Jika memasukkan ikan yang baru sebaiknya di karantina dulu supaya jika ikan yang baru membawa penyakit tidak menular pada ikan yang lama atau sudah di rawat di akuarium sebelumnya.

Makanan Ikan

Ikan buntal angka 8 termasuk dalam golongan hewan moluska dan makanan mereka di alam liar adalah organisme seperti kerang remis, tiram, udang dan hewan kecil yang memiliki cangkang lunak lainnya. Ketika merawat mereka di akuarium mereka akan memakan serpihan pelet akan tetapi jangan jadikan ini sebagai pakan utama, selain tidak bagus untuk pertumbuhan ikan, pemberian pelet secara terus menerus bisa membuat pertumbuhan gigi yang tidak baik.

Sebagai pengganti makanan berupa serpihan pelet ikan, berikan mereka makanan seperti siput atau hewan lainnya yang memiliki cangkang lunak. Hal ini untuk menjaga agar paruhnya tetap rapi. Jiak mereka tidak memakan makanan bercangkang akan membuat pertumbuhan berlebih pada giginya.

Perilaku Sosial

Ikan yang damai meskipun memiliki sikap agresif pada ikan bergerak lambat. Jika sobat lovedfish ingin memelihara ikan buntal lebih dari satu ekor, usahakan untuk memelihara mereka lebih dari 4 ekor atau minimal 4 ekor dalam satu akuarium dan pastikan dekorasi akuarium memiliki banyak rongga untuk mereka sembunyi.

Ikan lain yang bisa di campur ada 2 pilihan jika sobat lovedfish merawat mereka di air tawar maka beberapa ikan yang gesit dan aman untuk di campur dengan mereka jenis ikan barb seperti sumatra atau puntius, jenis ikan rasbora dan jensi ikan characins.

Merawat ikan buntal ekor 8 di air payau dapat di gabung dengan ikan yang tahan dengan kadar garam tinggi di antaranya ikan monos, bumblebee gobies dan jenis ikan dari keluarga Ambassidae terutama dari spesies chanda. ikan ikan di atas lebih toleran terhadap air dengan kandungan garam tinggi.

3 Februari 2024

Ikan Hias

Ikan Rekayasa Genetik

Rekayasa genetik sudah menjadi hal lazim. Pernah nonton film spiderman atau ant man khan? Atau film hulk? Nah film-film tersebut merupakan hasil karya rekayasa genetik laba-laba, semut atau manusia. Itu hanya terjadi di film.

Lantas di dunia nyata ada ndak sieh? Ada pastinya buktinya hal-hal yang berhubungan dengan ikan yang akan kita bahas berikut ini. Sebelumnya, rekayasa genetik juga di gunakan dalam dunia medis untuk pengobatan, dalam dunia pertanian untuk meningkatkan hasil panen.

Rekayasa genetika adalah proses manipulasi genetik pada organisme untuk mengubah atau memanipulasi sifat-sifat pewarisan. Ini melibatkan pengambilan atau penyisipan materi genetik dari satu organisme ke organisme lain untuk menghasilkan perubahan yang diinginkan dalam organisme target.

Kembali ke dunia ikan hias kali ini akan kita bahas ikan glofish. Ikan ini merupakan ikan hias yang dapat memancarkan cahaya dalam kegelapan. Penelitian ini di prakarsai oleh Dr. Zhiyuan Gong dari National University of Singapore (NUS) pada 1999.

Awal mula jenis ikan yang di rekayasa adalah zebra danio, ikan kecil asal India dan Bangladesh ini pada dasarnya hanya memiliki warna biru tua dengan garis-garis berwarna emas, kemudian dengan gen yang meng-kode protein fluoresen hijau (GFP), yagn di ekstrasi dari ubur-ubur dapat menghasilkan warna hijau cerah.

Dalam perkembangan selanjutnya, ikan zebra danio berkembang menjadi warna warni seperti warna merah karena adanya penambahan gen dari karang laut, dan ikan zebra berpendar oranye-kuning dengan menambahkan varian gen ubur-ubur.

ikan-ikan hasil rekayasa genetik ini di paten-kan dengan nama GloFish yang di pegang oleh Yorktown untuk memasarkan ikan zebra ke seluruh dunia. Ikan yang sekarang menjadi primadona di Indonesia, karena daya tarik warna warni ikannya.

Selain ikan zebra danio jenis ikan lain yang di kembangkan adalah ikan black tetra atau tetra hitam. Tepatnya di tahun 2012 muncul varian baru dengan warna hijau dan di ikuti dengan tiger barb atau ikan sumatra warna hijau.

Sampai dengan saat ini (Februari 2024) beberapa ikan yang berhasil di lakukan rekayasa genetik dan di jual belikan di pasaran ada beberapa jenis ikan Tiger Barb, Black Tetra, Cory, Danios, Sharks, Pristella, Betta, Angelfish. Dari beberapa ikan yang di kembangkan tidak memiliki warna warni yang sama.


16 Desember 2023

Ikan Hias

Bloodfin Tetra Care Guide

Tetra sirip darah, begitulah namanya karena memang ikan asal lembah Sungai Paraná di Amerika Selatan ini memiliki sirip warna merah darah, Bloodfin Tetra berbeda dengan glass bloodfin tetra, meskipun namanya mirip namun ada perbedaan di antara kedua ikan tersebut.

Selamat datang dan terimakasih sudah berkunjung ke blog kami. kali ini kita akan sama-sama belajar dan mengenal lebih jauh lagi dengan ikan asal Amerika Selatan yang sudah banyak di temukan di pasar ikan hias lokal.

Habitat tempat Bloodfin Tetra tinggal adalah di aliran sungai utama, atau anak-anak sungai yang terdapat tanaman apung atau pohon yang menjuntai sehingga memberikan kesan menutupi atas air. Sesuai dengan habitat mereka di alam liar Bloodfin Tetra sangat cocok untuk menemani aquascape sobat lovedfish.

Klasifikasi

Kerajaan

Animalia

Divisi

Chordata

Kelas

Actinoterygii

Keluarga

Characidae

Jenis

A.anisitsi

Deskripsi

Bloodfin Tetra ( Aphyocharax anisitsi ) adalah spesies characin yang memiliki warna dasar tubuh perak dengan warna merah darah di bagian sirip punggung, dubur, adiposa, dan ekornya. Ikan kecil ini hanya mampu tumbuh hingga ukuran maksimal 5,5 cm.

memiliki bentuk tubuh seperti kebanyakan ikan tetra dengan bagian kepala terlihat tajam dan garang namun sebenarnya ikan damai. Bagian punggung melebar dan meruncing kebagian ekor. Dalam akuarium atau di penangkaran dengan perawatan yang baik mereka dapat bertahan hidup hingga 8 tahun. Namun rata-rata mereka bertahan hidup antara 5-6 tahun.

Sama seperti kebanyakan ikan jenis tetra yang suka hidup berkelompok, Bloodfin Tetra juga akan nyaman hidup dengan komunitasnya, dalam satu akuarium setidaknya terdapat minimal 5 ekor ikan Bloodfin Tetra atau akan lebih baik jika terdapat 10 ekor ikan sehingga mereka merasa damai dengan banyaknya teman dalam 1 akuarium.

Ukuran Akuarium, Pompa Air dan Pencahayaan

ukuran dasar akuarium 60*35*40 dengan kapasitas air 75 liter sudah cukup untuk merawat Bloodfin Tetra dalam komunitas kecil. Tentunya memerlukan akuarium yang lebih besar lagi jika ingin merawat mereka dalam komunitas yang lebih besar.

Hampir semua ikan jenis tetra memiliki ukuran tubuh yang kecil dan aktif berenang jadi untuk ukuran pompa air sebaiknya jangan menggunakan pompa yang besar. Ini membuat ikan tidak nyaman berenang di arus yang besar. Sesuaikan ukuran pompa air dengan akuarium sobat lovedfish.

Seperti di jelaskan di atas, di habitat asal, mereka tinggal di sungai atau anak sungai dengan pelindung di bagian atas berupa tanaman apung atau tanaman yang menjuntai di atas air, jadi untuk pencahayaan sobat bisa menggunakan lampu yang tidak terlalu terang atau menyesuaikan kondisi akuarium, karena tanaman dalam akuarium juga membutuhkan sinar UV dari lampu utnuk tumbuh dengan baik.

Perawatan Ikan

Secara umum, perawatan Bloodfin Tetra cukup mudah. Spesies ini kuat dan dapat beradaptasi dengan berbagai lingkungan, yang merupakan sifat sempurna untuk akuarium komunitas. Ditambah lagi, mereka relatif damai dan jarang menimbulkan kerugian untuk ikan lainnya.

Filterasi yang baik perlu di terapkan untuk merawat segala jenis ikan termasuk Bloodfin Tetra, media filter standar berupa kapas dakron untuk menyaring kotaran, batu ziolit untuk menjernihkan air dan karbon aktif untuk mengurangi bau amis sudah cukup untuk.

penggantian 15-20 % air secara berkala 1-2 minggu sekali dengan serta rutin membersihkan media filter dan menggantinya dengan yang baru ketika sudah habis masa pakainya. Seperti ziolit dan karbon aktif memiliki masa pakai sekitar 3-6 bulan. Jadi sobat lovedfish perlu menggantinya secara berkala.

Dekorasi Akuarium

Bloodfin Tetra cocok untuk menemani akuarium dengan banyak tanaman. Jadi sobat lovedfish bisa menambahkan berbagai tanaman ke dalam aquascape sobat. tetap sediakan rung terbuka bagian tengah karena mereka suka bergerak bebas.

Sediakan penutup bagian atas untuk menghindari ikan lompat keluar akuarium. Sedangkan di bagian dasar bisa menggunakan pasir hitam. Meskipun bloodfin tetra jarang menghabiskan waktu mereka di dasar akuarium warna dasar gelap akan membuat mereka merasa di habitat asal yang gelap karena tanaman mati atau pasir gelap.

Untuk tanaman air, sobat lovedfish bisa memilih tanaman apung dan tinggi. Sobat bisa mencoba tanaman seperti java moss, anubias yang memiliki daun lebar dan anacharis.

Kondisi Air

Setiap ikan memiliki parameter air sendiri-sendiri, mereka akan bertahan dengan baik jika parameter air akuarium sama seperti di habitat asal. Meskipun Bloodfin tetra termasuk ikan yang tidak mempersalahkan parameter air, namun sebagai perawat dan penikmat ikan yang TOP, kita harus tetap menjaga kondisi air dengan baik.

Kabar baiknya adalah Bloodfin tetra merupakan ikan yang berasal dari daerah tropis yang cocok juga dengan iklim di Indonesia, jadi sobat lovedfish tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi air yang akan menjadi rumah bagi Bloodfin tetra.

Suhu air untuk bloodfin tertra di kisaran 18 – 28 °C dengan pH 6,0 – 8,0 dan tingkat kekerasan air 54 – 447 ppm.

Penyakit Ikan

Bloodfin Tetra merupakan ikan kecil yang kuat dan relatif sehat. Biasanya mereka akan terjangkit penyakit karena faktor air yang buruk dan perubahan suhu air secara drastis. Fluktuasi suhu yang cepat atau tingginya kadar amonia di dalam air dapat berdampak buruk pada kesehatan mereka.

Bloodfin Tetra akan menjadi stres dan jika ikan sudah stres maka rentan terhadap penyakit umum pada ikan seperti infeksi bakteri, jamur atau parasit ikan. Penyakit yang lebih sering menyerang ikan bloodfin tetra biasanya parasit ich. Yaitu penyakit berupa bintik putih pada ikan.

Parasit ini jika tidak segera di obati akan sangat cepat menyebar dan menyebabkan kematian massal pada ikan. Berikan garam ikan dan obat anti ich atau methylene blue. Jika ikan yang terserang ich masih sedikit bisa di karantina ikan yang sakit atau jika sudah cukup parah dan menjangkit semua ikan bisa langsung di obati semua.

Untuk merawat kondisi dan kualitas air terjaga dan stabil, lakukan secara rutin penggantian air 1-2 minggu sekali dengan volume penggantian air 15-30 % dan rutin bersihkan media filter dari berbagai kotoran.

Makanan Ikan

Serpihan pelet ikan yang tersedia cukup untuk makanan bloodfin tetra, namun makanan yang di sediakan seperti di alam liar akan sangat di sukai mereka. Sobat lovedfish dapat menambahkan mereka makanan kesukaan seperti daphnia, cacing sutra atau udang air asin untuk melengkapi nutrisi ikan.

Selain dari daging, sayur-sayuran, spirulina bubuk juga akan mereka makan. Untuk makanan sobat lovedfish juga tidak perlu khawatir karena bloodfin tetra bukan ikan yang manja soal makanan. Yang paling penting adalah perpaduan antara pakan alami dengan pelet berkualitas untuk tumbuh kembang ikan yang baik.

Tidak perlu banyak-banyak dalam memberikan pakan untuk mereka, selain akan membuat air mudah keruh dan kotor juga membuat kualitas air buruk. Yang perlu di perhatikan adalah berikan pakan secara rutin 3-4 kali sehari untuk menunjang nutrisi bloodfin tetra yang aktif.

Beberapa makanan yang dapat di berikan kepada bloodfin tetra selain pelet ikan diantaranya Cacing, udang ari asin atau rebon, daphnia, spirulina, sayuran bayam atau kembang kol.

Perilaku Sosial

Pada dasarnya bloodfin tetra merupakan ikan yang cukup damai untuk tangki komunitas, ikan yang mungkin di hindari adalah ikan sirip panjang dan bergerak lambat seperti angelfish atau manfish dan ikan mas koki. Mereka suka menggigit sirip ikan ekor panjang.

Jika ingin mencampur mereka dengan ikan lain bisa di pertimbangkan ikan yang memiliki habitat yang sama, selain jenis tetra lainnya corydoras bisa menjadi pilihan. Perlu menjadi perhatian sobat lovedfish jika bloodfin tetra merupakan ikan komunitas, dalam satu akuarium setidaknya ada 6 ikan bloodfin tetra atau lebih baik lagi jika ada 10 atau lebih.

Referensi Artikel :

https://en.wikipedia.org/wiki/Bloodfin_tetra
https://www.aquariumsource.com/bloodfin-tetra/
https://www.seriouslyfish.com/species/aphyocharax-anisitsi
https://www.fishkeepingworld.com/bloodfin-tetra/

7 Desember 2023

Ikan Hias

Rummy Nose Tetra Care Guide

Ketika membaca moncong merah apa yang ada dalam benak pembaca tercinta? hehehe. Kali ini Penulis akan berbagi pengetahuan tentang merawat moncong merah tapi ini tentang ikan ya sobat lovedfish. Ikan hias selain siklit (cichlid) yang populer karena banyak variannya, jenis ikan hias tetra juga tidak kalah populer, ada puluhan jenis ikan tetra yang memiliki karakter atau sifat lebih ramah di bandingkan dengan siklit.

Salah satunya adalah yang akan coba penulis jelaskan cara merawat Rummy Nose Tetra. Ikan tetra kecil mungil dengan hidung merah. Hemigrammus Rhodostomus adalah spesies ikan characin air tawar tropis yang berasal dari Amerika Selatan tepatnya mereka tinggal dan di temukan di sungai Amazon, populer di kalangan pemelihara ikan sebagai ikan akuarium tropis dan biasanya untuk melengkapi aquascape.

Di Indonesia tercinta biasanya mereka lebih di kenal dengan nama Red Nose atau Red Nose Tetra. Selain populer karena ikan ini memiliki warna yang cantik, juga karena harganya yang cukup murah. Ikan red nose atau rummy nose biasanya di jual antara Rp 2.000 hingga Rp 3.000 di pasar ikan hias.

Klasifikasi

Kerajaan

Animalia

Divisi

Chordata

Kelas

Actinoterygii

Keluarga

Characidae

Jenis

H. rhodostomus

Deskripsi

Rummy nose tetra merupakan spesies ikan tetra yang hidup secara berkelompok dan mereka dapat hingga mencapai panjang 5cm. warna perak di seluruh tubuh ikan dan warna merah di bagian kepalanya. Bagian ekor memiliki pola garis-garis warna hitam putih seperti zebra.

Habitat asal Rummy nose tetra adalah sungai "blackwater" di lembah Amazon. Nama ini merujuk karena warna airnya yang gelap akibat dari tanin yang di keluarkan oleh bahan organik yang membusuk. Efek dari pembusukan ini menjadikan air jadi lembut dan asam.

Dengan perawatan yang baik ikan rummy nose tetra dapat bertahan di akuarium hingga 5-6 tahun, bahkan jika kondisi baik mereka dapat tumbuh dan bertahan hidup hingga 8 tahun. Usia dewasa mereka setelah 1 tahun dan mulai bisa di pijahkan.

Ukuran Akuarium, Pompa Air dan Pencahayaan

Rummy Nose Tetra termasuk ikan berkelompok dan suka bergerak bebas di areanya, untuk merawat mereka di akuarium dan membuat mereka nyaman hingga bisa bertahan hidup lebih lama akuarium dengan volume air 80 liter, sedangkan panjang akuarium 90 cm di sarankan. Untuk lebar dan tinggi bisa menyesuaikan karena panjang ikan maksimal yang hanya 5 cm.

Akuarium 90*35*40 dengan tinggi air sekitar 35 cm sudah memenuhi kapasitas atau volume air 80 liter. Ini rekomendasi minimal akuarium, akan lebih baik lagi jika sobat lovedfish memiliki akuarium yang lebih besar lagi.

Di alam liar mereka hidup di daerah dengan perairan tenang atau arus lambat, penggunaan pompa air di dalam akuarium juga bisa menyesuaikan kebutuhan filterasi yang baik namun tidak menimbulkan arus yang cepat. Rekomendasi ukuran pompa air untuk akuarium ukuran 90*35*40 adalah pompa air seri 1600, 103 atau 3600 dengan arus atau semburan maksimal kurang dari 1200 liter per jam.

Akuarium tanpa Cahaya kurang menarik, akan tetapi Rummy Nose Tetra merupakan ikan yang suka hidup di dalam air gelap (Blackwater). untuk menyiasati ini sobat bisa desain akuarium dengan banyak penutup bagian atas dan jika ingin tetap menggunakan lampu gunakan lampu dengan cahaya tidak terlalu terang.

Dekorasi Akuarium

Seperti di jelaskan sebelumnya tentang habitat ikan rummy nose tetra tinggal, akuarium dengan banyak kayu tenggelam dan daun-daun yang sudah kering perlu di tambahkan. Tanaman air yang mampu hidup dengan cahaya minim untuk mempercantik akuarium juga bisa di masukkan ke dalam akuarium.

Dasar akuarium bisa menggunakan pasir halus atau batu kerikil kecil. Bagian atas bisa menggunakan tanaman apung atau kayu apung untuk mengurangi cahaya masuk kedalam akuarium. Ini sangat penting karena ikan rummy nose tetra bukan ikan yang suka hidup di tempat dengan intensitas cahaya yang tinggi dan terang.

Perawatan Ikan

Rummy nose tetra harus di rawat secara berkelompok di dalam satu akuarium minimal terdapat 6 ikan rummy nose tetra lebih dari 10 ekor merupakan pilihan terbaik. Daun-daun kering perlu di ganti secara berkala agar tidak mengotori air di akuarium.

Air juga perlu di ganti 25-40 % setiap seminggu sekali agar air tepat jernih namun tanin tetap terjaga. Ini bisa di simpul-kan kondisi air tetap berwarna coklat jernih bukan kondisi air bening. Penggantian air ini juga untuk menjaga pH dan suhu air stabil.

Media filter tetap harus di bersihkan 2-3 minggu sekali untuk menghindari tumbuhnya bakteri dan penyakit yang bisa menyerang ikan. Media filter seperti kapas dakron perlu di ganti jika sudah kotor dan bau.

Kondisi Air

Suhu air tropis atau tidak terlalu dingin dan panas adalah yang terbaik untuk merawat mereka, suhu air 76-80 °F atau sekitar 24-27 °C merupakan suhu ideal dan ini merupakan suhu air yang biasa di daerah Indonesia ketika tidak musim dingin atau hujan, jika di rasa suhu air terlalu dingin soabt lovedfish bisa menambahkan heater untuk menjaga suhu tetap stabil.

Warna ikan rummy nose tetra akan memudar jika disimpan dalam kondisi pH basa, hal ini seperti di jelaskan sebelumnya jika rummy nose tetra biasa hidup di tempat dengan pH asam. Untuk itu pH air di jaga harus di bawah 7,0 namun jangan terlalu asam atau setidaknya lebih dari 5,5. Sedangkan kekerasan air di antara 2 - 15 °H.

Penyakit Ikan

Dengan perawatan yang baik kadang penyakit tetap akan datang, kasus ini bisa terjadi ketika perubahan suhu drastis atau ada ikan baru yang masuk ke akuarium dan membawa bakteri atau virus.

Perawatan air yang kurang baik dapat dengan mudah di ketahui apakah ada sesuatu yang salah dengan melihat hidung rummy nose tetra yang merah, mereka sering kali menjadi lebih pucat jika kondisi air buruk.

Untuk ikan rummy nose tetra penyakit umum yang bisa menyerang mereka biasanya dropsy atau ich. Penyakit ich biasanya dapa di lihat dengna adanya bintik-bintik putih pada tubuh ikan atau white spot. Dropsy adalah penumpukan cairan yang menyebabkan tubuh membengkak.

Anti ich atau methylene (banyak merk yang beredar) bisa di gunakan untuk pengobatan ich, sedangkan dropsy bisa menggunakan obat antibiotik untuk ikan. Obat-obat ini sering tersedia di toko-toko ikan hias kesayangan sobat lovedfish.

Makanan Ikan

Rummy nose tetra merupakan ikan omnivora dan akan menerima makanan apapun yang tersedia. Ukuran ikan yang kecil dengan mulut yang imut perlu di perhatikan pelet atau makanan yang di tawarkan karena jika ukuran makanan terlalu besar mereka akan kesulitan untuk makan.

Pola makan yang bervariasi antara makanan hidup seperti daphnia, jentik, atau cacing sutra dan pelet berkualitas tinggi protein akan membuat tumbuh kembang maksimal bagi rummy nose tetra dan menghasilkan warna terbaik.

Perlu di perhatikan porsi makan mereka karena kebanyakan makan juga tidak baik bagi ikan dan akuarium, sisa pakan terutama pelet ikan yang tidak habis di makan dalam 10 menit sebaiknya segera di bersihkan agar tidak mencemari air di akuarium tersebut.

Perilaku Sosial

Ikan damai yang suka hidup berkelompok, mereka akan hidup nyaman dengan komunitasnya sendiri. meskipun 6 ekor rummy nose tetra sudah cukup untuk di jadikan satu koloni, akan lebih baik jika memelihara mereka lebih dari 10 ekor dalam 1 akuarium.

Jika sobat lovedfish ingin memelihara mereka dengan ikan lain pastikan ikan itu bukan predator dan ukuran ikan tidak jauh berbeda dengan rummy nose tetra. Spesies lain dari Hemigrammus Rhodostomus seperti Hemigrammus rhodostomus, Hemigrammus bleheri, Petitella georgiae bisa di jadikan teman mereka atau sejenis tetra yang lain seperti neon tetra, cardinal tetra, x ray tetra, serve (serpae tetra), corydoras, rasbora, barb.

Referensi Artikel :

https://en.wikipedia.org/wiki/Rummy-nose_tetra
https://www.fishkeepingworld.com/rummy-nose-tetra/
https://www.seriouslyfish.com/species/hemigrammus-rhodostomus/
https://fantaseaaquariums.com/fishes-care/rummynose-tetra-care/