14 November 2023

Palmas

Mengenal dan Merawat Axolotl aka Salamender

Axolotl sobat menyebutnya ikan hias atau amfibi? Axolotl sebenarnya adalah salamander akuatik. dan masuk dalam kelas amfibi. Meskipun di daerah asal mereka, Axolotl di sebut dengan ikan berjalan. Dalam beberapa tahun belakangan amfibi ini mulai populer termasuk di Indonesia meskipun asalnya jauh di belahan bumi lain.

Sumber : WorldWildLife.org

Yap Axolotl berasal jauh dari Indonesia tepatnya dari negara Meksiko, namun sangat di sayangkan di alam liar populasi Axolotl terancam punah. Bahkan di tahun 2020 axolotl di alam liar hampir punah karena urbanisasi di Mexico City dan polusi air, serta masuknya spesies invasif seperti nila dan perca.

Di daerah asal mereka Axolotl juga di sajikan sebagai hidangan dan dulu merupakan makanan pokok suku Aztec. Namun saat ini selain untuk penelitian, mereka lebih di jadikan hiasan untuk akuarium karena bentuknya yang unik. Penelitian ilmiah Axolotl digunakan secara luas karena kemampuannya untuk meregenerasi anggota tubuh, insang, dan bagian mata serta otaknya.

Klasifikasi

Kerajaan

Animalia

Divisi

Chordata

Kelas

Amfibi

Keluarga

Ambystomatidae

Jenis

A. mexicanum

Deskripsi

Amfibi yang satu ini memang cakep untuk di pelihara di akuarium, selain wajahnya yang imut, mereka juga ramah terhadap ikan lainnya. Axolotl memiliki ciri khas larva salamander, termasuk insang luar dan sirip ekor yang memanjang dari belakang kepala hingga lubang ventilasi. Yang membedakan adalah, jika salamender dewasa akan kehilangan insang luarnya, sedangkan Axolotl akan mempertahankan insangnya.

Ukuran mereka juga jauh lebih kecil daripada salamender pada umumnya. Axolotl dewasa dapat tumbuh hingga 45cm, namun pada umumnya panjang Axolotl dewasa sekitar 29-30 cm. Umur 18-27 bulan mereka sudah memasuki usia matang secara seksual dan siap berkembang biak.

Kepala Axolotl lebar, Axolotl juga tidak memiliki kelopak mata. Anggota tubuh mereka kurang berkembang dan memiliki jari-jari yang panjang dan tipis. Tiga pasang batang insang luar (rami) berasal dari belakang kepalanya dan digunakan untuk memindahkan air beroksigen. Rami insang luar dilapisi dengan filamen (fimbriae) untuk meningkatkan luas permukaan pertukaran gas.

Pada dasarnya Axolotl berwarna coklat tua dengan bintik hitam. warna albino dan putih, serta warna lainnya merupakan hasil mutasi yang wajar. Tungkai dan kakinya agak kecil, namun ekornya panjang. Sirip memanjang dari belakang kepala hingga ujung ekor.

Kemampuan bertahan hidup di dalam penangkaran yang terawat dengan baik bisa mencapai hingga 15 tahun, namun justru di alam liar mereka tidak mampu bertahan selama itu. Di alam mereka hanya mampu bertahan antara 5 hingga 6 tahun.

Ukuran Akuarium, Pompa Air dan Pencahayaan

Axolotl anak-anak dapat di pelihara di akuarium dengan kapasitas air 10 galon atau sekitar 38 liter, seiring meningkatnya ukuran Axolotl maka di butuhkan akuarium yang lebih besar lagi, Axolotl dewasa setidaknya di pelihara di akuarium dengan kapasitas 20 galon atau 76 liter. Jika sobat berencana memelihara mereka lebih dari 1 ekor Axolotl dewasa maka siapkan akuarium 40 galon atau 150 liter. jika di konversi ke ukuran akuarium sekitar ukuran 80*40*50 atau 80*45*45.

Filtrasi yang memadai untuk menjaga tangki tetap bersih sangat penting untuk kesehatan dan kualitas air, namun aliran air harus dijaga tetap rendah. karena Axolotl lebih suka dengan arus lambat. Jiak arus terlalu cepat akan membuat Axolotl mudah stress. Jika merujuk pada ukuran akuarium di atas pompa air seri 1600 dengan sirkulasi air 1200-1500 per jam dapat di jadikan pilihan.

Axolotl merupakan hewan yang aktif bergerak di malam hari atau dalam keadaan gelap, jadi kebutuhan cahaya bisa di kesampingkan, bahkan jika akuarium terlalu terang dan tidak ada tempat sembunyi justru membuat mereka mudah stress.

Dekorasi Akuarium

Akuarium harus terdiri dari tempat persembunyian seperti pipa PVC, tumpukan batu yang di bentuk seperti gua, dekorasi berlubang, dan dekorasi lainnya yang dapat menjadi tempat persembunyian yang baik bagi axolotl. Berbagai dekorasi lainnya hanyalah opsional. Sediakan lebih banyak tempat untuk sembunyi jika berencana memelihara axolotl lebih dari 1 ekor.

Untuk dasar akuarium sobat bisa menggunakan kerikil kasar (bukan tajam) yang ukurannya lebih besar dari kepala axolotl, ukuran kerikil yang terlalu kecil bisa di santap axolotl yang menyebabkan gangguan pencernaan hingga menyebabkan mati. Opsi lain pasir hitam yang halus juga bisa di gunakan untuk dasar akuarium. Jangan biarkan dasar akuarium tanpa substrat.

Kondisi Air

Axolotl senang hidup di daerah dengan kondisi air dingin, pastikan memelihara mereka di tempat yang sejuk dan jauh dari sinar matahari. Suhu ideal untuk memelihara mereka di antara 14-20°C. Hindari memelihara axolotl di akuarium dengan suhu lebih dari 24°C. Itu akan membuat mereka tidak nyaman hingga menyebabkan kematian.

Jaga juga pH air tetap stabil di antara 6,5 hingga 7,5. Rutin mengganti air setidaknya 10 hingga 25% setiap seminggu sekali membantu menjaga pH air tetap stabil. Jangan lupa bersihkan media filter secara berkala agar kejernihan air terjaga dan axolotl tidak mudah terserang penyatik.

Penyakit Ikan

Axolotl merupakan hewan dengan kemampuan regeneratif yang baik, artinya mereka dapat menumbuhkan kembali bagian yang cedera atau luka, bahkna mereka dapat meregenerasi jaringan jantung dan mata.

Namun, kemampuan axolotl yang luar biasa ini tidak melindungi mereka dari semua masalah kesehatan yang dialami ikan dan hewan peliharaan eksotik sepanjang hidup mereka. Kondisi akuarium yang tidak bersih dapat menyebabkan infeksi virus atau bakteri.

Tanda awal hewan terserang virus atau bakteri dapat di lihat dari kurang nafsu makan dan tidak aktif bergerak. Mereka cenderung diam dan bersembunyi, obat-obatan untuk mengurangi virus dan bakteri bisa di gunakan sesuai dengan keluhan pada hewan peliharaan.

Langkah yang paling aman adalah tetap menjaga kondisi air stabil dan nyaman untuk mereka tinggal dan tetap rutin membersihkan media filter, karena datangnya virus dan bakteri salah satunya dari kondisi filter yang sudah terlalu kotor.

Makanan Ikan

Axolotl merupakan predator karnivora yang biasanya berburu pada malam hari. Di alam liar mereka menggunakan metode penyedotan ketika mencari makan. Krustasea, moluska, larva serangga, cacing, dan ikan kecil merupakan santapan lezat bagi mereka.

Saat memelihara mereka di akuarium berikan juga mereka makanan yang sama, mereka juga akan serpihan pelet atau makanan dari tepung ikan maupun udang, ataupun cacing kering udang air asin beku, potongan kecil daging sapi atau ayam juga bisa menjadi makanan mereka.

Mereka akan berhenti makan jika mereka sudah kenyang maka sobat harus memperhatikan porsi makan mereka, jangan lupa buang sisa makanan yang tidak di makan karena dapat menjadi bakteri yang justru berbahaya bagi kesehatan Axolotl.

Perilaku Sosial

Axolotl bukan hewan sosial dan tidak membutuhkan teman seakuarium. Mereka tidak boleh dipelihara bersama hewan atau spesies lain karena axolotl cenderung memakan ikan peliharaan, atau jika di campur dengan ikan yang agresif justru ikan-ikan itu bisa menggigit Axolotl.

Bahkan dengan sesama Axolotl sobat harus berhati-hati dalam menempatkan mereka dengan axolotl lainnya. Axolotl anak-anak bersifat kanibal terhadap rekan-rekan mereka, oleh karena itu mereka paling baik jika dibesarkan di tempat terpisah. Axolotl dewasa, dalam beberapa kasus, dapat ditempatkan bersama. Namun, pastikan untuk mewaspadai kecenderungan kanibalisme.

Referensi Artikel :

https://en.wikipedia.org/wiki/Axolotl
https://www.britannica.com/animal/salamander
https://fishlab.com/axolotl-tank
https://www.worldwildlife.org/magazine/issues/summer-2021/articles/meet-the-peter-pan-of-salamanders-the-axolotl

23 Februari 2023

Palmas

Mengenal dan Merawat Ikan Palmas Senegalus

Ikan Palmas Senegalus atau Polipterus Ornatapinnis di percaya merupakan salah satu ikan purba yang masih hidup hingga sekarang. Sering di katakan ikan naga karena bentuk tubuhnya yang mirip naga. Ada juga yang menyebut mereka belut dinosaurus, ini sebutan yang salah karena Palmas bukan belut atau dinosaurus.

Ikan asal Afrika ini masuk dalam klasifikasi atau keluarga Polypteridae. Mereka ditemukan di danau , tepi sungai dan dataran banjir di Afrika tropis dan sungai Nil. Terdapat di setidaknya dua puluh enam negara Afrika yang meliputi Senegal, Mesir, Republik Demokratik Kongo, Kamerun dan lain-lain. Mereka juga bisa di temukan di rawa dan laguna air tawar dengan arus lambat.

Deskripsi

Palmas Senegalus memiliki bentuk bulat panjang (Silinder). Mata ada di setiap sisi kepala, dan biasanya berwarna kuning pucat dengan pupil hitam. Sirip punggung bergerigi membentang di sepanjang sebagian besar tubuh hingga bertemu dengan sirip ekor. Sirip dada menempel tepat di belakang dan di bawah bukaan insang. Ikan Palmas Senegalus biasanya berwarna abu-abu atau krem namun ada juga yang memiliki corak putih, merah muda atau biru.

Panjang Palmas Senegalus bisa mencapai 70cm jika di alam liar, sedangkan di penangkaran mereka hanya mampu tumbuh hingga panjang maksimal 50cm, namun rata-rata mereka tumbuh sekitar 35-40cm. Mereka di dalam penangkaran bisa bertahan hidup hingga 34 tahun bahkan lebih. Palmas Senegalus jantan umumnya memiliki tubuh lebih kecil daripada betina dan memiliki sirip dubur yang lebih tebal.

Palmas Senegalus memiliki sepasang paru-paru primitif yang memungkinkannya mengambil udara dari permukaan air secara berkala. saat sobat lovedfish merawat mereka di akuarium, soabt dapat melihat kadang-kadang mereka berenang ke permukaan untuk mengambil udara. Juvenile P senegalus memiliki insang luar yang menghilang seiring bertambahnya usia.

Merawat Ikan

Palmas Senegalus merupakan ikan perenang bawah yang kadang sesekali naik ke atas untuk mengambil oksigen dari luar. Karena mereka perenang dan aktif di dasar akuarium substrat lunak sangat di rekomendasikan agar kulit mereka tidak rusak akibat gesekan. Pada dasarnya Palmas Senegalus memiliki kulit yang keras, namun untuk menghindari luka tetap di sarankan aksesoris akuarium terutama bagian dasar memiliki tekstur lunak.

Pasir malang yang paling halus bisa di jadikan sebagai substrat dengan tambahan bebatuan halus yang di susun sehingga membentuk tempat persembunyian untuk ikan sangat ideal untuk mereka. Tanaman bukan faktor penting dalam memelihara mereka, tapi bisa di tambahkan untuk memperindah akuarium.

Bagian atas akuarium sebaiknya di berikan penutup, karena mereka sewaktu-waktu bisa loncat dan keluar dari akuarium. Pencahayaan juga bukan merupakan faktor penting dalam memelihara mereka, pancaran lampu sebaiknya tidak dinyalakan selama 24 jam sehari. Cukup 4-6 jam atau sekitar sore hingga malam sebelum tidur. 

Kondisi Air

Palmas Senegalus dapat hidup bahkan di lumpur basah, setidaknya tubuh mereka tetap lembab tidak kering mereka masih mampu bertahan hidup dan sirip di belakang ingsang bisa di gunakan sebagai "kaki" untuk berjalan. Saat merawat di dalam akuarium tetap harus di jaga kondisi air agar tetap jernih selain indah di pandang juga menjaga ikan tetap sehat.

Jaga suhu air agar stabil di kisaran 24 hingga 28°C dengan pH air 6,2 – 7,8 dan tingkat kekerasan di antara 5-20 dH.

Makanan Ikan

Palmas Senegalus termasuk ikan predator yang memakan vertebrata kecil, serangga, dan krustasea. Mereka juga menerima makanan daging seperti udang dan ikan yang memiliki ukuran kecil dan masuk ke mulut mereka, kadang-kadang bangkai ikan mati juga di lahap.

Di alam liar, Mereka menggunakan pengisapan untuk menelan mangsa dari dasar danau dan sungai air tawar. Ketika merawat mereka di akuarium, sobat bisa memberikan mereka pakan hidup atau beku seperti bloodworm dan udang. Palmas Senegalus terkadang menerima pelet untuk ikan Cichlid yang berkualitas baik.

Palmas Senegalus dikatakan memakan apa pun yang dapat ditelannya, oleh karena itu jika sobat lovedfish ingin merawat mereka dengan ikan lain, disarankan agar teman seakuariumnya setidaknya memiliki ukuran setengah dari ukuran Palmas Senegalus. Mereka adalah predator penyergap oportunistik, bergerak perlahan dan hati-hati, dan terkadang bersembunyi untuk menangkap mangsanya.

Ukuran Akuarium

Saat memelihara Palmas Senegalus ukuran anak-anak akuarium kecil dengan lebar 30-35cm panjang 50-60cm dan tinggi 40cm sudah cukup akan tetapi seiring pertumbuhan ikan di butuhkan akuarium yang lebih besar lagi.

Jika ingin memelihara mereka hingga usia dewasa di sarankan  ukuran akuarium 150x60x60cm atau sekitar 540 liter. Dalam satu komunitas bisa di isi hingga 10 hingga 20 ikan dengan sirkulasi dan kadar oksigen ter-larut yang cukup untuk ikan.

Perilaku Sosial

Ikan predator dan pemangsa ikan kecil akan tetapi rentan terhadap predator lainnya mungkin itu bisa di sematkan untuk ikan Palmas Senegalus.

Yap Palmas Senegalus meskipun termasuk ikan predator akan tetapi jangan sampai di jadikan satu dengan ikan predator seperti Oscar, Arwana, Snakehead, louhan, red parrot karena mereka jauh lebih agresif di bandingkan dengan ikan Palmas Senegalus.

Selain Ikan sejenis Polypterus, ikan yang cocok di jadikan teman akuarium diantaranya Synodontis, Sumatra, African butterfly, Blackghost, Datnioides. Ikan berukuran kecil, udang hias jangan di jadikan satu dengan mereka, karena hanya akan menjadi mangsa Palmas Senegalus.

Referensi Artikel :

https://en.wikipedia.org/wiki/Polypterus_senegalus
https://www.seriouslyfish.com/species/polypterus-senegalus-senegalus/
https://www.fishbase.se/summary/5024