17 November 2023

Kolam

Mengenal dan Merawat Ikan Garra Rufa

Banyak yang menyebut mereka dengan ikan terapi, ikan dokter, ikan pedikur atau garra merah. Terkenal karena kemampuan mereka memakan sel kulit mati yang ada di tubuh manusia. Ikan ini bukan sekedar ikan hias namun lebih ke ikan terapi yang biasa di gunakan di klinik atau tempat wisata air.

Meskipun sering di sebut ikan dokter atau ikan terapi, penggunaan ikan sebagai perawatan spa bagi masyarakat luas masih banyak diperdebatkan berdasarkan kemanjuran dan validitasnya. Terapi yang biasa di gunakan adalah dengan mencelupkan kaki atau tangan ke dalam kolam atau akuarium, kemudian ikan garra rufa akan memakan sel kulit mati di tubuh kita.

Termasuk dalam spesies ikan mas dari Asia Barat, negara-negara yang tercatat sebagai asal dari ikan garra rufa ini di antaranya Turki, Suriah, Irak dan Iran. Beberapa tempat asal mereka ditemukan adalah lembah sungai Kızıl, Seyhan, Ceyhan, Orontes, Queiq, Yordan, Tigris–Efrat, Kor dan Mond.

Klasifikasi

Kerajaan

Animalia

Divisi

Chordata

Kelas

Actinoterygii

Keluarga

Cyprinidae

Jenis

G. Rufa

Deskripsi

Garra Rufa biasanya mampu tumbuh hingga mencapai panjang 14 sentimeter dalam perawatan di rumah baik di akuarium maupun kolam akan tetapi ukuran standar dewasa 10-12 sentimeter, sedangkan jika mereka hidup di alam liar bisa mencapai ukuran panjang sekitar 24 sentimeter.

Ikan Garra Rufa cenderung mendiami hulu sungai dan anak sungai dengan arus air yang deras, waduk atau danau yang dalam, namun habitat yang mereka sukai adalah air sungai yang jernih dengan pancaran sinar matahari yang cukup dan beberapa kayu apung atau tenggelam yang memiliki lapisan biofilm.

Biofilm adalah kumpulan sel mikroorganisme, khususnya bakteri, yang melekat di suatu permukaan dan diselimuti oleh pelekat karbohidrat yang dikeluarkan oleh bakteri. Biofilm terbentuk karena mikroorganisme cenderung menciptakan lingkungan mikro dan relung mereka sendiri.

Ikan Garra Rufa merupakan ikan yang gemar lompat keluar jadi di perlukan penutup yang baik di bagian atasnya. Mereka juga senang makan algae jadi tidak di sarankan untuk akuarium baru yang belum siap secara biologis.

Ukuran Akuarium, Pompa Air dan Pencahayaan

Ikan komunitas dengan ukuran akuarium 120*45*50 di rekomendasikan untuk merawat mereka. Akuarium harus tinggi karena kebiasaan ikan garra rufa yang suka lompat. Akuarium yang besar ini juga di senangi ikan garra rufa karena mereka yang aktif bergerak. Dengan akuarium yang besar mereka merasa bisa bergerak bebas.

Jenis ikan mas termasuk ikan garra rufa merupakan perenang aktif dan menyukai arus deras. Untuk itu siapkan pompa air dengan keluaran yang cukup tinggi sehingga menciptakan arus yang besar di akuarium atau kolam. Untuk contoh akuarium di atas sobat lovedfish bisa menggunakan pompa air dengan keluaran 2000 - 2500 liter per jam, atau jika di konversi dengan seri pompa air sobat lovedfish bisa menggunakan mesin dengan seri 2500, 2600, 3800, 3900, 104, 105.

Sinar lampu warna kuning atau putih membuat ikan garra rufa nyaman, mengingat di alam liat mereka biasa berenang di air yang jernih dengan pancaran sinar matahari yang cukup. Kesalahan yang sering di lakukan sobat pecinta ikan hias adalah dengan menyalakan lampu 24 jam sehari, ini tidak baik bagi ikan dan lampu sendiri.

Saat ini lampu yang di jual sudah menggunakan LED, seringnya terjadi kasus yang yang nyala 24 jam dalam waktu 2 bulan LED sudah mati karena terbakar (gosong) LED menjadi hitam dan tidak nyala lagi. Lebih baik lampu di nyalakan sekitar 6-8 jam sehari.

Dekorasi Akuarium

Tampilan akuarium atau kolam yang ditata menyerupai aliran sungai membuat mereka nyaman karena merasa tinggal di habitat asal, dengan substrat batu yang berukuran bervariasi dan di terjang arus air sehingga membentuk percikan, tambahan pasir atau kerikil halus dan mungkin beberapa kayu tenggelam atau apung. Tambahan tanaman yang mengakar kuat juga sangat bagus untuk memberikan suasana natural atau alami.

Kondisi Air

Ikan garra rufa merupakan ikan yang senang dengan kondisi air dingin, soabt lovedfish yang tinggal di daerah panas perlu perawatan khusus dan tambahan alat yang bisa menjaga air di suhu 14 – 20 °C. Ikan garra rufa bukan merupakan spesies tropis jadi yang di perlukan adalah menjaga kondisi air tetap dingin.

Untuk pH air standar di 6,0 – 8,0 dengan tingkat kekerasan 18 – 268 ppm.

Penyakit Ikan

Meskipun pada dasarnya ikan garra rufa merupakan ikan yang mudah dalam perawatan, penyakit pasti bisa datang karena perubahan suhu yang drastis, kondisi kolam atau akuarium yang tidak bersih atau faktor lainnya seperti menambahkan ikan baru yang membawa penyakit atau bakteri.

Iklim tropis di Indonesia yang rata-rata suhu air bisa mencapai 28-30 °C mungkin yang perlu di Waspadai jika sobat lovedfish tinggal di daerah bawah. penyakit dari perubahan suhu ini bisa menyebabkan stress dan rentan white spot. Penyakit ini rentan menyerang ikan hias terutama ikan mas. meskipun sekarang pengobatan relatif mudah dan cepat namun jika telat dalam penanganan maka resiko terbesar adalah kematian massal. Obat dengan kandungan methylene blue menjadi obat ampuh untuk memberantas white spot.

Makanan Ikan

Meskipun sebagai ikan terapi yang akan memakan kulit mati dan pemakan algae yang tersedia, ikan garra rufa bukan merupakan herbivora yang aktif. Berikan mereka makanan yang banyak di jual di toko-toko ikan hias seperti cacing beku atau kering, udang kering atau beku akan sangat di hargai mereka.

Selain makanan dengan unsur daging mereka juga akan memakan buah maupun sayuran. Rebusan bayam, mentimun cacah, atau sayur-sayuran segar dan buah-buahan juga akan mereka makan, yang penting dalam pemberian pakan ikan tidak berlebih sehingga aman untuk ikan. Pemberian pakan berlebih bisa memicu penyakit bagi ikan.

Perilaku Sosial

Garra rufa merupakan ikan yang damai untuk tangki komunitas, mereka bisa di gabung dengan sesama ikan mas, atau dengan ikan pemakan algae lainnya. Mereka cenderung akan bertengkar sesama garra rufa jika di tempatkan dalam akuarium kecil dengan jumlah ikan yang banyak.

Jika di pelihara sendiri garra rufa juga akan menunjukkan perilaku agresif terhadap ikan lain yang memiliki bentuk serupa, jika sobat lovedfish ingin memelihara garra rufa sebaiknya dalam akuarium besar pelihara garra rufa minimal 5 ekor agar perilaku mereka tidak agresif.

Referensi Artikel :

https://en.wikipedia.org/wiki/Red_garra
https://www.seriouslyfish.com/species/garra-rufa/#google_vignette

29 Oktober 2023

Kolam

Mengenal dan Merawat Ikan Mas Komet Aka Comet GoldFish

Ikan sejuta umat mungkin ini yang pantas di semat kan untuk ikan yang satu ini. Mereka biasa dan selalu ada di toko ikan hias dan di jual cukup murah mulai harga Rp 2.000 saja. Tidak hanya populer di Indonesia, ikan ini juga cukup populer di dunia warna warni ikan yang cantik menjadikan mereka salah satu pilihan menarik untuk di rawat.

Ikan mas bukan berasal dari Indonesia tapi sudah banyak di budidaya-kan di Indonesia. Jika melihat sejarah dari ikan mas, pertama kali dicatat di Kekaisaran Tiongkok, pada masa dinasti Jin antara tahun 266–420, kemudian pada masa Dinasti Tang antara tahun 618–907 M, budidaya ikan mas di kolam hias dan taman air merupakan hal yang populer.

Sedangkan untuk ikan mas komet sendiri dikembangkan di Amerika Serikat dari ikan mas biasa oleh Hugo Mulertt, seorang pegawai pemerintah, pada tahun 1880-an. Ikan mas komet pertama kali terlihat di kolam Komisi Ikan Pemerintah AS di Washington, DC. Mulertt kemudian menjadi penyebar ikan mas dan penulis buku tentang ikan mas. Dia memperkenalkan komet tersebut ke pasar pemeliharaan ikan dalam jumlah banyak. 

Beberapa spesies yang biasanya berwarna abu-abu atau perak ini cenderung menghasilkan mutasi warna merah, oranye, atau kuning merah dan putih. Tidak seperti ikan glofish yang sedang populer di kalangan pecinta ikan hias dengan warna warni hasil rekayasa genetik, warna ikan mas mengalami mutasi genetik secara alami.

Klasifikasi

Kerajaan

Animalia

Divisi

Chordata

Kelas

Actinoterygii

Keluarga

Cyprinidae

Jenis

C. auratus

Deskripsi

Ikan mas komet dapat dibedakan dari ikan mas pada umumnya dari sirip ekornya yang panjang, tunggal, dan bercabang dalam. Komet dengan warna kuning, oranye, merah, putih, dan merah-putih adalah hal biasa. Warna merah terutama muncul pada sirip ekor dan sirip punggung, namun dapat juga muncul pada sirip perut.

Komet ini lebih aktif dibandingkan kebanyakan jenis ikan mas lainnya. Bukan hal yang aneh melihat komet berlarian maju mundur di dalam tangkinya, berlarian dengan cara yang menyenangkan. Karena sifat komet yang kuat dan aktif, serta relatif mudah dalam merawatnya.

Ikan mas komet ini adalah ras yang paling cocok untuk akuarium dan kolam. Mereka biasanya sering dipelihara bersama ikan koi di kolam. Ikan mas komet memiliki masa hidup alami 5 hingga 14 tahun dan dapat hidup lebih lama lagi dalam kondisi optimal.

Ukuran Akuarium, Pompa Air dan Pencahayaan

Ukuran ikan mas komet bisa mencapai hingga 40cm ketika dewasa, untuk itu di perlukan akuarium atau kolam besar ketika merawat mereka. Akuarium ukuran 60*35*40 hingga 80*40*45 mungkin cukup untuk merawat mereka yang masih anak-anak hingga remaja.

Ketika memasuki usia dewasa dengan panjang ikan lebih dari 35cm pastinya di perlukan akuarium yang lebih besar lagi. Setidaknya akuarium ukuran 100*50*50 akan membuat mereka nyaman bermain dan tinggal di akuarium.

Pompa air untuk filter tentunya menyesuaikan ukuran akuarium yang sobat gunakan. Ikan mas komet merupakan ikan yang suka hidup di daerah dengan arus kencang jadi ketika merawat mereka di akuarium pastikan ukuran pompa air juga besar, tapi tidak kebesaran juga yang justru membuat ikan tidak nyaman.

Sebagai panduan dalam memilih pompa air jika sobat menggunakan akuarium ukuran 60*35*40 sobat bisa menggunakan pompa air dengan kapasitas  1200 liter per jam, sedangkan untuk akuarium ukuran 80*40*45 pompa ari dengan kapasitas 1500 liter per jam dan akuarium ukuran 100*50*50 bisa menggunakan pompa dengan kapasitas 2000 liter per jam.

Ikan mas komet sangat cakep dari warnanya, penggunaan lampu yang sesuai dapat meningkatkan warna ikan, soabt lovedfish bisa menggunakan lampu tanning atau lampu biasa warna merah muda atau pink. Warna lampu ini bisa membuat warna ikan lebih merah menyala sehingga membuat ikan lebih sedap di pandang mata. dan warna ini tidak terlalu terang sehingga tidak mengganggu kenyamanan ikan.

Dekorasi Akuarium

Ikan yang sudah lama di budidayakan sehingga tidak perlu dekorasi khusus untuk merawat mereka. Bahkan akuarium set yang hanya di isi dengan pompa air dan filter set sudah cukup membuat mereka hidup nyaman.

Dekorasi tetap di perlukan untuk memperindah suasana akuarium. Tambahkan batu alam kecil untuk dasaran akuarium dan beberapa hiasan fiber untuk ikan mas komet bermain, selain untuk memperindah akuarium.

Ketika merawat mereka di kolam tidak di perlukan dekorasi apapun, yang penting sirkulasi air maksimal dan biarkan lumut tumbuh subur di dinding akuarium ini bisa menjadi makanan tambahan mereka serta menjaga kolam dalam kondisi bagus.

Kondisi Air

Ikan mas komet sudah ratusan tahun di budidaya sehingga parameter air biasanya menyesuaikan tempat mereka berasal, pernah penulis mendapat hadiah dari teman beberapa ikan mas komet slayer yang di pelihara di daerah wonosobo jawa tengah yang memiliki suhu dingin, kemudian saya bawa ke daerah kendal jawa tengah yang memiliki suhu lebih panas. Karena perbedaan suhu yang tinggi selang beberapa hari ikan pada mati karena stress dan penyakit yang di akibatkan dari stress.

Untuk suhu air, ikan mas komet lebih suka suhu air dingin antara 18°C hingga 22°C, namun dapat di pelihara hingga suhu 25°C asal peningkatan suhu tidak mengalami kenaikan drastis. Seperti kasus di atas ikan mas komet ketika di daerah wonosobo biasa di suhu air di bawah 20°C kemudian di bawa ke kendal yang suhu airnya di atas 23°C yang perbedaan suhu airnya langsung tinggi ini yang membuat ikan mati.

Tingkat pH masih bisa di toleransi antara 6,0 hingga 8,0, namun lebih disukai 6,5 hingga 7,5. Sedangkan Kesadahan air di antara  5 hingga 19 dKH.

Penyakit Ikan

White spot atau bakteri ich merupakan penyakit utama yang sering menyerang ikan mas komet, penyakit ini dapat di lihat dari tubuhnya yang mulai banyak bintik bintik putih, gunakan garam ikan dan anti ich atau obat dengan kandungan methylene blue untuk pengobatan. Biasanya dalam waktu kurang dari 12 jam setelah pengobatan penyakit itu akan hilang sendiri.

Kutu ikan juga penyakit umum yang menyerang ikan mas komet, tanda-tanda ikan terkena atau di serang kutu ikan bisa di lihat adanya hewan yang menempel di badan ikan, tubuh ikan yang mengeluarkan banyak lendir, bintik merah pada ikan. Jika melihat tanda-tanda ini sobat bisa obati dengan obat demilin atau bersihkan ikan secara manual dengan mengambil kutu yang menempel pada ikan meskipun cara ini tidak rekomendasi dilakukan, tapi penulis sering melakukannya.

Penyakit lainnya seperti aeromonas dan atau sirip busuk juga akan menyerang mereka jika kebersihan air tidak terjaga atau pada saat pergantian musim, namun selama penulis merawat ikan mas penyakit ini jarang terjadi dengan rutin membersihkan akuarium dan mengganti 25-50% air setidaknya 2 minggu sekali.

Makanan Ikan

Untuk makanan ikan komet lebih mudah karena makanan ikan apapun akan di makan. Untuk penampilan dan warna merah yang menyala tentunya perpaduan makanan alami dan pakan pelet bisa sobat gunakan.

Udang kecil atau rebon secara alami dapat meningkatkan warna ikan setidaknya berikan seminggu 2-3 kali untuk warna ikan merah menyala.

Dalam pemberian pakan ikan mas komet termasuk iakn yang rakus makan jadi setiap ada makanan akan mereka makan. Sebaiknya berikan pakan sedikit demi sedikit dan jangan berlebih karena pemberian pakan berlebih justru dapat menyebabkan ikan sakit.

Perilaku Sosial

Bukan termasuk ikan predator tapi agak sulit untuk mencari teman seakuarium. Seperti di jelaskan di atas, ikan mas komet merupakan ikan yang senang hidup di daerah dingin, ini menjadi tantangan karena sedikit ikan hias yang mampu bertahan hidup di suhu dingin.

Masalah kedua adalah pola makan ikan yang rakus, Ikan pemalu akan kalah dengan komet soal makan karena ikan mas komet akan mengambil sebanyak mungkin ikan yang tersedia. Jadi pastikan untuk tidak mencampur ikan komet dengan jenis ikan pemalu.

Jika sobat lovedfish ingin mencampur ikan mas komet dengan ikan lainnya mungkin beberapa ikan ini bisa di jadikan pilihan untuk teman akuarium atau kolam sobat. Beberapa ikan yang dapat di jadikan satu dengan ikan mas komet diantaranya ikan mas Shubunkin atau ikan mas Bogim, Pleco Bristlenosa atau ikan sapu-sapu, Rosy Barbs aka barbier, Tetra Hitam, Axolotl atau salamender, Zebra Danio, Loaches Dojo.

Sedangkan jika ikan mas komet di pelihara di kolam sudah menjadi hal biasa mereka di campur dengan ikan mas koi serta sedikit ikan pemakan kutu seperti ikan kaviat atau ikan sumatra untuk membasmi atau mengurangi kutu pada ikan.

Referensi Artikel :

https://en.wikipedia.org/wiki/Goldfish
https://en.wikipedia.org/wiki/Comet_(goldfish)
https://www.aquariumsource.com/comet-goldfish/
https://www.thesprucepets.com/how-to-take-care-of-goldfish-5188001

23 Februari 2023

Kolam

Mengenal dan Merawat Ikan Palmas Senegalus

Ikan Palmas Senegalus atau Polipterus Ornatapinnis di percaya merupakan salah satu ikan purba yang masih hidup hingga sekarang. Sering di katakan ikan naga karena bentuk tubuhnya yang mirip naga. Ada juga yang menyebut mereka belut dinosaurus, ini sebutan yang salah karena Palmas bukan belut atau dinosaurus.

Ikan asal Afrika ini masuk dalam klasifikasi atau keluarga Polypteridae. Mereka ditemukan di danau , tepi sungai dan dataran banjir di Afrika tropis dan sungai Nil. Terdapat di setidaknya dua puluh enam negara Afrika yang meliputi Senegal, Mesir, Republik Demokratik Kongo, Kamerun dan lain-lain. Mereka juga bisa di temukan di rawa dan laguna air tawar dengan arus lambat.

Deskripsi

Palmas Senegalus memiliki bentuk bulat panjang (Silinder). Mata ada di setiap sisi kepala, dan biasanya berwarna kuning pucat dengan pupil hitam. Sirip punggung bergerigi membentang di sepanjang sebagian besar tubuh hingga bertemu dengan sirip ekor. Sirip dada menempel tepat di belakang dan di bawah bukaan insang. Ikan Palmas Senegalus biasanya berwarna abu-abu atau krem namun ada juga yang memiliki corak putih, merah muda atau biru.

Panjang Palmas Senegalus bisa mencapai 70cm jika di alam liar, sedangkan di penangkaran mereka hanya mampu tumbuh hingga panjang maksimal 50cm, namun rata-rata mereka tumbuh sekitar 35-40cm. Mereka di dalam penangkaran bisa bertahan hidup hingga 34 tahun bahkan lebih. Palmas Senegalus jantan umumnya memiliki tubuh lebih kecil daripada betina dan memiliki sirip dubur yang lebih tebal.

Palmas Senegalus memiliki sepasang paru-paru primitif yang memungkinkannya mengambil udara dari permukaan air secara berkala. saat sobat lovedfish merawat mereka di akuarium, soabt dapat melihat kadang-kadang mereka berenang ke permukaan untuk mengambil udara. Juvenile P senegalus memiliki insang luar yang menghilang seiring bertambahnya usia.

Merawat Ikan

Palmas Senegalus merupakan ikan perenang bawah yang kadang sesekali naik ke atas untuk mengambil oksigen dari luar. Karena mereka perenang dan aktif di dasar akuarium substrat lunak sangat di rekomendasikan agar kulit mereka tidak rusak akibat gesekan. Pada dasarnya Palmas Senegalus memiliki kulit yang keras, namun untuk menghindari luka tetap di sarankan aksesoris akuarium terutama bagian dasar memiliki tekstur lunak.

Pasir malang yang paling halus bisa di jadikan sebagai substrat dengan tambahan bebatuan halus yang di susun sehingga membentuk tempat persembunyian untuk ikan sangat ideal untuk mereka. Tanaman bukan faktor penting dalam memelihara mereka, tapi bisa di tambahkan untuk memperindah akuarium.

Bagian atas akuarium sebaiknya di berikan penutup, karena mereka sewaktu-waktu bisa loncat dan keluar dari akuarium. Pencahayaan juga bukan merupakan faktor penting dalam memelihara mereka, pancaran lampu sebaiknya tidak dinyalakan selama 24 jam sehari. Cukup 4-6 jam atau sekitar sore hingga malam sebelum tidur. 

Kondisi Air

Palmas Senegalus dapat hidup bahkan di lumpur basah, setidaknya tubuh mereka tetap lembab tidak kering mereka masih mampu bertahan hidup dan sirip di belakang ingsang bisa di gunakan sebagai "kaki" untuk berjalan. Saat merawat di dalam akuarium tetap harus di jaga kondisi air agar tetap jernih selain indah di pandang juga menjaga ikan tetap sehat.

Jaga suhu air agar stabil di kisaran 24 hingga 28°C dengan pH air 6,2 – 7,8 dan tingkat kekerasan di antara 5-20 dH.

Makanan Ikan

Palmas Senegalus termasuk ikan predator yang memakan vertebrata kecil, serangga, dan krustasea. Mereka juga menerima makanan daging seperti udang dan ikan yang memiliki ukuran kecil dan masuk ke mulut mereka, kadang-kadang bangkai ikan mati juga di lahap.

Di alam liar, Mereka menggunakan pengisapan untuk menelan mangsa dari dasar danau dan sungai air tawar. Ketika merawat mereka di akuarium, sobat bisa memberikan mereka pakan hidup atau beku seperti bloodworm dan udang. Palmas Senegalus terkadang menerima pelet untuk ikan Cichlid yang berkualitas baik.

Palmas Senegalus dikatakan memakan apa pun yang dapat ditelannya, oleh karena itu jika sobat lovedfish ingin merawat mereka dengan ikan lain, disarankan agar teman seakuariumnya setidaknya memiliki ukuran setengah dari ukuran Palmas Senegalus. Mereka adalah predator penyergap oportunistik, bergerak perlahan dan hati-hati, dan terkadang bersembunyi untuk menangkap mangsanya.

Ukuran Akuarium

Saat memelihara Palmas Senegalus ukuran anak-anak akuarium kecil dengan lebar 30-35cm panjang 50-60cm dan tinggi 40cm sudah cukup akan tetapi seiring pertumbuhan ikan di butuhkan akuarium yang lebih besar lagi.

Jika ingin memelihara mereka hingga usia dewasa di sarankan  ukuran akuarium 150x60x60cm atau sekitar 540 liter. Dalam satu komunitas bisa di isi hingga 10 hingga 20 ikan dengan sirkulasi dan kadar oksigen ter-larut yang cukup untuk ikan.

Perilaku Sosial

Ikan predator dan pemangsa ikan kecil akan tetapi rentan terhadap predator lainnya mungkin itu bisa di sematkan untuk ikan Palmas Senegalus.

Yap Palmas Senegalus meskipun termasuk ikan predator akan tetapi jangan sampai di jadikan satu dengan ikan predator seperti Oscar, Arwana, Snakehead, louhan, red parrot karena mereka jauh lebih agresif di bandingkan dengan ikan Palmas Senegalus.

Selain Ikan sejenis Polypterus, ikan yang cocok di jadikan teman akuarium diantaranya Synodontis, Sumatra, African butterfly, Blackghost, Datnioides. Ikan berukuran kecil, udang hias jangan di jadikan satu dengan mereka, karena hanya akan menjadi mangsa Palmas Senegalus.

Referensi Artikel :

https://en.wikipedia.org/wiki/Polypterus_senegalus
https://www.seriouslyfish.com/species/polypterus-senegalus-senegalus/
https://www.fishbase.se/summary/5024

8 Desember 2021

Kolam

Tips Cara Menentukan Ukuran Pompa Air Yang Tepat Untuk Akuarium

Bagi sobat pencinta ikan hias yang ingin memelihara ikan hias idaman di rumah perlu mempersiapkan media untuk tempat memelihara ikan. Sobat bisa menggunakan akuarium atau membuat kolam, selain sebagai tempat untuk memelihara ikan tentunya juga dapat mempercantik rumah. Fakta menarik lainnya  memelihara ikan bisa sebagai terapi anti stres juga lho, gak percaya? coba deh ketika penat relaxsasi sejenak dengan melihat ikan dan mendengarkan suara air mengalir.

Sumber : https://wallpapersafari.com/
Selain akuarium, yang sobat butuhkan pompa air untuk sirkulasi air di kolam maupun akuarium. Tidak asal beli mesin ada langkah-langkah untuk menentukan ukuran mesin yang tepat sehingga mesin dapat berfungsi maksimal, akuarium atau kolam terlihat jernih dan arus di dalamnya sesuai. Bisa sobat bayangin jika memiliki akuarium kecil akan tetapi arus airnya besar maka ikan-ikan dalam akuarium pasti akan tersiksa.

Beberapa faktor yang harus sobat perhatikan adalah, ukuran dan model akuarium, merk mesin, tekanan air mesin dan kekuatan arus air atau semburan air dari mesin itu sendiri. Tak lupa pilihlah mesin yang memiliki watt kecil agar pemakaian listrik di rumah tidak membengkak karena nantinya pompa air akan berjalan terus selama 24 jam sehari 7 hari seminggu. Jenis ikan yang sobat pelihara juga menentukan ukuran mesin yang harus di gunakan.

Baca Juga :

Ukuran Akuarium dan Pompa air harus sesuai. Sobat bisa menghitung jumlah liter air dengan cara PxLxT (dalam cm) air di bagi 1000. Sebagai contoh sobat punya akuarium ukuran panjang 100cm lebar 50cm dan tinggi 50cm dari ukuran akuarium ini sobat lovedfish bisa hitung besaran pompa yang harus di gunakan dengan rumus :

(100x50x50)/1000 = 200liter

Kenapa ukuran akuarium di bagi 1000 karena 1 liter = 1000cm3.

Berikut hal-hal yang perlu di perhatikan dalam menentukan pompa air untuk akuarium.

1. Sesuaikan Ukuran Pompa dengan Aquarium

Hal pertama yang wajib kamu perhatikan adalah ukurannya. Ukuran dapat menentukan kualitas sirkulasi air di dalamnya. Untuk mengetahuinya, sobat lovedfish harus tahu seberapa sering air di sirkulasi-kan dalam jangka 1 jam di dalamnya. Idealnya, air yang bersirkulasi di dalam aquarium minimal 1 hingga 2 kali per jam. Jika ikan yang kamu pelihara jenis karnivora besar, maka hitungan sirkulasi minimal 7 hingga 10 kali per jam. Karena, ikan besar akan membuat air di dalamnya cepat kotor.

Sebagai contoh kasus di atas jika akuarium yang di gunakan memiliki ukuran 100*50*50 terus sobat lovedfish menggunakan pompa seri 1200 dengan harga di bawah Rp 50.000 (harga saat artikel ini di tulis) yang setelah penulis coba tes untuk tinggi maksimal hanya sekitar 60-70 cm maka pompa ini kurang cocok jika di gunakan akan membuat kolam atau akuarium tetap keruh karena arus yang lambat. Untuk memudahkan dalam memilih pompa yang sesuai ukuran akuarium bisa sobat lovedfish cek tabel berikut :

Tabel di atas berdasarkan pengalaman penulis dalam menjual pompa air dan itu di aplikasikan untuk akuarium model filter atas dengan menggunakan box filter di bagian atas akuarium. Contohnya seperti berikut :

Untuk model akuarium filter samping atau filter belakang pastinya menggunakan ukuran mesin dengan output yang lebih tinggi dari tabel di atas.

2. Jenis Ikan Yang Di Pelihara.

Selain menentukan ukuran akuarium, jenis ikan yang akan di pelihara di akuarium juga mempengaruhi ukuran pompa airnya. Jika sobat lovedfish ingin memelihara ikan predator atau ikan-ikan besar pastinya menggunakan pompa dengan sirkulasi besar sangat berpengaruh untuk kejernihan akuarium.

Beda jika ingin memelihara ikan-ikan yang biasa dengan arus lambat yang sobat lovedfish bisa baca artikelnya di sini tentunya pompa yang memiliki sirkulasi kecil akan aman untuk ikan-ikan tersebut.

3. Pompa Air Low Watt

Ini penting neh, karena nantinya pompa air akan menyala 24 jam sehari 7 hari seminggu jadi menggunakan pompa air yang memiliki watt kecil pastinya aman untuk tagihan listrik sobat lovedfish. Biasanya harga pompa air dengan watt kecil sedikit lebih mahal daripada pompa air konvensional.

4. Sesuaikan Harga dengan Kemampuan Financial sobat.

Harga pompa air untuk seri yang sama bermacam-macam sebagai contoh pompa seri 1200 yang saya jual ada beberapa seri nah harganya pun bermacam-macam selisih harga antara merk pompa A dengan pompa B bisa antara Rp 3.000 sampai Rp 10.000.

Selama pengalaman kami menjual pompa air untuk beberapa merk yang memiliki merk sudah lama harganya sedikit lebih mahal daripada merk merk yang baru muncul.

Semoga informasi di atas membantu sobat lovedfish dalam menentukan ukuran pompa air untuk akuarium yang akan di gunakan. Lebih mudahnya sih konsultasi ke pedagang pompa airnya langsung agar mendapat solusi yang tepat dalam menentukan ukuran pompa air dengan ukuran akuarium yang di gunakan.

23 November 2021

Kolam

Berbagai Jenis Aerator atau Pompa Udara

Aerator atau Pompa udara merupakan alat untuk akuarium maupun kolam baik air tawar maupun air asin yang berfungsi sebagai tambahan oksigen dalam air. Pernah beberapa waktu lalu ketika di Indonesia tingkat penderita covid 19 melonjak ada beberapa akun media sosial membagikan alternatif pengganti tabung oksigen dengan memodifikasi pompa udara ini. Mungkin sobat juga pernah melihat videonya. Meskipun sebenarnya hal tersebut tidak efektif karena tabung oksigen untuk medis dan pompa oksigen memiliki tingkat kemurnian oksigen yang berbeda.

Seiring berkembangnya jaman, sekarang ada beberapa jenis pompa udara yang bisa di gunakan untuk keperluan sobat. Berikut jenis pompa udara yang bisa sobat cek :

Pompa Udara Biasa.

Model lama yang hanya menggunakan catu daya listrik, jika tidak ada aliran listrik, maka aerator akan ikut mati. Memiliki catu daya atau watt kecil untuk ukuran outlet atau lubang 1/2. Rata-rata catu daya aerator ini 2,5-5 watt. karena watt yang kecil aliran udara dari aerator ini juga biasanya kecil tidak terlalu besar dan cocok untuk akuarium kedalaman kurang dari 50cm.

Harga aerator ini biasanya lebih murah dan ini biasanya paling banyak di gunakan di akuarium-akuarium rumahan. Ketika artikel ini di tulis, untuk aerator lubang satu biasanya di jual kurang dari Rp 30.000 tergantung merk juga jika merk aerator bagus harganya bisa lebih dari 50.000. Harga ini berdasar browsing baik itu di market place atau di toko-toko ikan hias. Sedangkan untuk aerator lubang 2 biasanya sekitar 30.000 - 60.000.

Pompa Udara ACDC.

Biasanya aerator ini memiliki 2 lubang keluaran dengan arus udara hampir sama seperti aerator biasa yang membedakan adalah dari segi catu dayanya. Bagi sobat pencinta ikan hias yang memelihara ikan di rumah namun karena kesibukan jadi jarang di rumah atau kondisi listrik di lingkungan sekitar sering mati mungkin aerator ini cocok untuk di gunakan.

Aerator ACDC memiliki 2 sumber catu daya yaitu dari listrik dan di dalamnya juga tertanam baterai, sehingga ketika listrik padam aerator masih tetap menyala dengan adanya Baterai yang ada. Kemampuan masing-masing baterai berbeda-beda antara 4-8 jam. Biasanya kedalaman air dan lapasitas baterainya yang mempengaruhi.

Untuk harga jualnya sendiri aerator ACDC biasanya di jual di atas 150rb. Semakin besar kapasitas baterainya biasanya semakin mahal harganya.

Pompa Udara Portable (Batu Baterai).

Pompa udara yang satu ini biasanya di gunakan oleh mereka yang memiliki hobby memancing. Karena aerator portable ini aktif atau bisa menyala jika di isi batu baterai. Selama kami menjual aerator ini kebanyakan mereka gunakan untuk memberikan oksigen pada udang hidup ketika akan memancing ikan.

Bagi sobat yang memelihara ikan hias di rumah sebagai jaga-jaga jika listrik padam dalam waktu lama mungkin aerator portable ini bisa di jadikan salah satu alternatif untuk di gunakan sebagai oksigen di akuarium sobat.

Harga aerator portable ini cukup murah untuk harganya, biasanya di jual di kisaran 35.000 sampai 60.000.

Pompa Udara USB.

Hampir sama seperti aerator portable aerator USB bisa nyala jika di hubungkan dengan power bank untuk dayanya, bisa juga di sambung kan langsung ke adaptor dengan voltase kecil atau ke charger HP.

Karena kemampuan daya powerbank yang mengalirkan udara kecil, maka aerator powerbank ini sebaiknya saat menggunakan aerator ini gunakan selang se-pendek mungkin. Karena semakin pendek selang aerator maka kinerja mesin semakin ringan. Begitu juga sebaliknya.

Pompa Udara Blower.

Pompa blower memiliki semburan udara yang cukup kuat. Dengan semburan udara yang kuat bisa menjangkau kolam dengan kedalaman hingga 1 meter bahkan lebih.

Untuk daya listriknya biasanya cukup besar untuk pompa blower ini karena biasanya di gunakan di kolam-kolam ikan koi atau untuk beberapa akuarium sekaligus.

Dalam paket penjualan aerator blower ini biasanya bisa di sertakan pararel outlet antara 6 hingga 20 titik. Tergantung jenis blower yang sobat beli.

Untuk harganya sendiri lebih dari 200.000 hingga jutaan. Semakin banyak titik outletnya serta semakin bagus merk dan kualitasnya pasti mempengaruhi harga harga jual aerator ini.

Itu tadi beberapa jenis aerator yang penulis ketahui bisa di jadikan referensi dlaam memilih pompa udara. Jika sobat pencinta ikan hias memiliki referensi lain jenis aerator bisa banget sampaikan di kolom komentar agar menjadi pengetahuan sobat lainnya.

Terimakasih sudah berkunjung ke blog kami pastikan like halaman facebook kami untuk mengetahui info menarik lainnya.

2 Oktober 2021

Kolam

Koiku Sayang Melayang

Hari itu rutinitas seperti biasa saya lakukan, di pagi hari pegang komputer bikin artikel atau sekedar browsing, sementara istri memasak untuk kita sarapan pagi di rumah kami tercinta. Alhamdulillah Allah titipkan kepada kami berdua rumah yang tidak terlalu besar tapi nyaman untuk kita tempati. Perumahan dengan luas tanah 75m persegi dengan luas bangunan 36 meter persegi sebelum di permak.

Selain rutinitas jualan ikan hias saya dan istri juga memelihara ikan di rumah di tempatkan dalam kolam yang kami bangun tepat di depan jendela tempat tidur kami yang membuat kebiasaan kami tiap pagi buka jendela dan langsung lihat ikan-ikan yang kami pelihara.

Kolam ukuran panjang sekitar 2.5 meter dengan lebar 1 meter itu kami isi dengan ikan koi, ikan komet dan ikan bogim, sementara di atas kolam kita bikin akuarium air terjun yang airnya langsung terjun ke kolam dan akuarium itu kita isi dengan ikan mas koki.

Di hari itu istri saya yang memberi pakan ikan-ikan yang kita pelihara. Selesai memberi makan istriku biasa mengajak bicara mereka "ikan makannya nanti malam lagi ya". Aneh juga sieh mana paham ikan bahasa manusia, hehehe.

Sobat pembaca yang budiman dan penggemar ikan hias pasti ada ikan yang sangat kalian suka nah begitu pula kami dari sekian banyak ikan yang kami rawat ada beberapa ikan koi yang kami suka. Buka koi mahal dengan harga jutaan atau sampai ratusan juga hanya koi biasa dengan warna kuning keemasan dan berekor panjang atau biasa di sebut koi ogon / koi slayer koi berukuran panjang sekitar 30cm ini sudah jinak dan suka mendekat ketika kami datang.

Hari itu seperti biasa sekitar pukul 11 siang kita pergi ke toko untuk membuka usaha dagang kita. Jualan kita biasanya sampai jam 9 malam. Kebetulan saat itu kita jualan sampai setengah 10 malam dan baru pulang ke rumah. Sekitar jam 10 malam kita sampai di rumah ketika pertama kali tiba perasaan ada yang aneh, ternyata benar tidak ada suara gemercik air di kolam maupun suara gelembung udara dari aerator. Ternyata sikring listrik di rumah "anjlog" atau dalam posisi off. Bergegas secepat kilat coba saya kembalikan ke posisi on sikringnya tapi masih tidak ada suara air, begitu masuk kedalam rumah ternyata sikring bagian dalam juga dalam posisi off, langsung saya on-kan lampu teras saya nyalakan kelihatan ada beberapa ikan koi yang mati.

Entah berapa jam kondisi listrik mati setelah kita cek semua ikan yang mati ternyata banyak juga dan yang perlu sobat tau ada ikan koi yang kami suka juga ikut menjadi korban. Sempat shock sementara melihat ikan-ikan koi yang kita pelihara sebagian ada yang mati. Alhamdulillah ikan koki yang berada di akuarium yang berada di atas kolam aman-aman saja tidak ada yang mati. Entah tanaman air sirih gading yang kita letakkan di dalam akuarium memiliki pengaruh terhadap ikan koki yang saya pelihara atau tidak saya kurang paham yang jelas pada saat kami pulang sampai rumah melihat kolam kita ada beberapa ikan koi kita yang mati namun ikan koki kita selamat semua.

Ikan koi jika di pelihara terlalu banyak di dalam kolam tetap membutuhkan sirkulasi dan oksigen yang baik. Ketika listrik padam yang jelas pompa air dan pompa udara ikut mati kecuali di rumah menggunakan jenset beda cerita. Jika kondisi listrik mati sesaat tidak akan mempengaruhi kondisi ikan, yang menjadi masalah jika kondisi listrik padam dalam waktu yang lama, ikan-ikan pati akan kekurangan oksigen jika tidak segera di atasi kemungkinan besar ikan-ikan akan mati karena kehabisan oksigen.

Saat ini pukul 02:38 pagi dan masih juga belum bisa tidur itu sebabnya cerita ini keluar dalam blog saya. Terimakasih bagi sobat yang sudah mampir ke blog kami sekedar untuk membaca atau mencari referensi tentang ikan hias.

29 Juli 2021

Kolam

Tips Memelihara Ikan Hias

Ketika saya membuat artikel ini tepatnya minggu 25 Juli 2021 masa terakhir PPKM level 4 di terapkan semoga tidak di perpanjang dan bagi yang sedang melawan penyakit apapun sakitnya termasuk berusaha untuk sembuh dari covid semoga segera di beri kesehatan sama Allah. Aamiin. 


Bagi para yang sedang di rumhah untuk isolasi mandiri atau karena memang harus bekerja dari rumah kadang rasa jenuh melanda. Mungkin memelihara ikan hias bisa menghilangkan jenuh dan stres akibat harus di rumah terus. Hanya saja ada yang perlu di perhatikan dalam memelihara ikan hias di rumah tidak asal beli ikan, kemudian di taruh di akuarium atau kolam kemudian di beri makan saja. Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam memelihara ikan hias di rumah.

1. Perhatikan jenis ikan yang akan di rawat.

Yang pertama harus di lakukan adalah memilih jenis ikan yang akan dirawat. Ada ratusan hingga ribuan jenis ikan hias yang ada dan bisa kita rawat akan tetapi ikan-ikan itu memiliki karekter yang berbeda-beda dan putuh perawatan yang berbeda pula sebagai contoh ada ikan yang habitatnya di dasar kolam, ada yang di tengah kolam atau di bagian atas kolam. Ada jenis ikan yang jinak, agresif suka lompat dan lain sebagainya.

Ikan yang mudah di rawat dalam akuarium ataupun kolam dan tidak mudah mati mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat bagi yang baru pertama memelihara ikan hias, pilihlah ikan yang mampu bertahan dari berbagai perubahan suhu, pH air dan kondisi air. 

campuran ikan juga perlu di perhatikan semisal dalam satu akuarium di tempatkan ikan mas koki yang jinak di campur dengan ikan louhan yang agresif sudah pasti tidak butuh waktu lama ikan mas koki menemui ajalnya.  Atau dalam satu akuarium di pelihara ikan yang tidak bisa di campur dengan sesamanya. contohnya louhan itu. Ikan louhan harus di pelihara sendiri dalam akuarium tanpa ikan lainnya.

2. Siapkan tempat merawat ikan.

Sudah memilih ikannya? Nah tips memelihara ikan selanjutnya adalah menyiapkan wadah ikan. Jangan lupa siapkan wadah ikannya juga, ikan yang di beli akan di tempatkan dalam akuarium atau kolam atau tolpes kecil tergantung jenis ikan yang di beli. Ukuran akuarium atau kolam juga bermacam-macam setidaknya untuk kalangan masyarakat di Indonesia jika ingin merawat ikan dalam akuarium carilah akuarium standar ukuran 50x30x35 sampai akuarium ukuran 70x35x40. Ukuran standar yang selama ini banyak di cari penghobi ikan hias pemula.

Akuarium juga di lengkapi dengan filter satu set sekalian terdiri dari pompa air, pipa atau selang, tempat filter dan media filter. Sesuaikan ukuran filternya, biasanya para penjual akuarium akan memberikan saran untuk hal ini.

3. Beri ornamen yang tepat untuk akuarium.

Tips selanjutnya adalah mendekorasi akuarium secara tepat untuk kenyamanan ikan yang di pelihara. Misalnya ingin memelihara ikan mas koki atau sejenis koi namun deorasinya akuarium bertema aquascape, bisa di pastikan berantakan semua tanaman yang ada di akuarium selain akan di makan ikan juga akan rontok di terjang koi. Atau memelihara ikan blackghost yang suka dengan tempat gelap tapi di akuarium banyak ruang terbuka dan pencahayaan yang terlalu terang hal ini akan membuat ikan blackghost tidak nyaman bisa stress dan mudah mati.

Untuk lebih amannya ketikan ingin menambahkan ornamen atau hiasan di dalam akuarium atau kolam pilihlah ornamen atau hiasan dari bahan plastik dan atau semen untuk hiasan akuarium. Jangan memilih hiasan yang memiliki permukaan tajam karena bisa melukai ikan itu sendiri.

4. Jaga Kebersihan dan Kondisi Air.

Tips memelihara ikan selanjutnya adalah menjaga kebersihan akuarium dan menjaga kondisi air tetap stabil. yang di maksud kondisi air tetap stabil yang perlu di perhatikan selain suhu air salah satunya adalah tingkat keasaman atau pH air, pH normal air biasanya di ukuran 6-7 ada alat untuk mengetes pH air yang bisa di gunakan.

Jika tidak mau ribet dengan alat untuk mengetes pH air. Biasakan rutin mengganti air sekitar 10-20% dengan air baru setiap minggunya. Kemudian setiap 3 minggu sekali atau satu bulan sekali bersihkan media filter dan ganti air di akuarium skitar 50% dari volume air.

5. Beri Makan yang sesuai.

Ikan butuh makanan yang tepat agar tumbuh dengan maksimal dan memiliki warna tubuh yang bagus. Jangan monoton memberi pakan ikan, sama seperti kita jika setiap hari makan makanan yang sama akan bosan, ikan juga seperti itu. selain memberi pelet untuk ikan berikan pakan alami seperti cacing sutra, udang rebon, jentik nyamuk dan jika jenis ikan herbivora beri juga makanan berupa sayur.

Dengan secara rutin memberikan perawatan sederhana di atas semoga ikan-ikan yang di pelihara tumbuh dengan baik di akuarium atau kolam. Semoga artikel di atas membantu sobat pecinta ikan hias yang ingin merawat ikan. 

15 Juli 2021

Kolam

Penyebab warna air kolam atau aquarium hijau dan cara mengatasinya

Saat artikel ini di buat kondisi negara Indonesia sedang tidak baik-baik saja, lonjakan covid 19 sangat pesat setiap harinya. Masyarakat di minta untuk di rumah saja, bahkan banyak para pekerja yang mulai bekerja dari rumah.


Di saat banyak orang harus di rumah salah satu kegiatan adalah memelihara ikan hias. Selain menjadi salah satu hobi yang menyenangkan melihat ikan hias di kolam maupun akuarium ternyata bisa untuk meredakan dan menghilangkan stres. Penulis sendiri pulang bekerja biasanya menyempatkan diri melihat ikan-ikan yang di pelihara kolam dan akuarium yang ada di depan rumah sebelum masuk rumah. hehehe.

Namun sayang bagi sebagian orang yang baru memelihara ikan di kolam maupun akuarium di hadapkan dengan warna air hijau, yang tadinya ingin melihat ikan berlarian di kolam atau akuarium jadi tidak kelihatan karena airnya yang tidak jernih, bahkan berwarna hijau pekat. Ada beberapa penyebab kenapa warna air hijau berikut di antaranya :

1. Paparan Sinar Matahari Secara Langsung.


Jika sobat membuat kolam baru outdoor atau di luar ruangan dan kolam tersebut langsung terkena sinar matahari atau meletakkan akuarium di teras depan rumah dan akuarium tersebut terkena sinar matahari langsung biasanya dalam waktu skitar 4-7 hari akan mendapati warna airnya menjadi hijau. Warna air hijau ini menandakan bahwa kandungan oksigen air bagus dan menyebabkan tumbuhnya lumut yang membuat warna air hijau.

Cara mengatasi warna air hijau tentu saja pindahkan akuarium ke tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Terus untuk kolam yang sudah terlanjur di buat bagaimana? tenang tidak perlu membongkar kolam yang sudah di buat. Untuk mengurangi paparan sinar matahari secara langsung bisa membuatkan atap sebagai tempat "berteduh" kolam. Intinya meminimalkan paparan sinar matahari secara langsung ke kolam.


Lampu UV juga bermanfaat untuk mengurangi atau "membunuh" lumut yang ada di kolam, Lampu UV ini di tempatkan ke chamber atau tempat filter di urutan terakhir. Lampu UV ini berbada dengan lampu-lampu kolam atau akuarium biasanya. Ada beberapa manfaat menggunakan lampu UV untuk lebih jelasnya bisa di simak dengan klik di sini.

2. Efek Lampu Aquascape


Biasanya ini terjadi di akuarium yang menggunakan lampu atas atau yang biasa digunakan untuk aquascape, lampu yang biasa digunakan ini memiliki compact flourescent sekitar 10000 k. Jika Lampu ini dinyalakan di akuarium tanpa tanaman air akan membuat warna air menjadi hijau ini akibat dari terlalu lama lampu dinyalakan. Lampu yang memiliki compact flourescent 10000 k dinyalakan maksimal 4 jam perhari untuk mengurangi pertumbuhan lumut.


Jika memiliki akuarium tanpa tumbuhan hidup didalamnya, ada baiknya menggunakan lampu aquarium celup saja agar lumut tidak  mudah tumbuh di dalam akuarium apalagi menempel di kaca yang pastinya akan membuat tumbuh jamur kaca.

Selain mengurangi pencahayaan pada kolam atau akuarium bisa juga dengan menggunakan cairan anti lumut atau cairan penjernih air yang banyak dijual di toko-toko ikan hias, cairan anti lumut ini berfungsi untuk menghambat pertumbuhan lumut di kolam sedangkan cairan penjernih air hany berfungsi untuk menjernihkan air tidak menghambat pertumbuhan lumut.

Jika sobat mengalami hal yang sama di atas semoga solusi untuk mengurangi alga atau lumut di atas dapat di aplikasikan ke dalam kolam maupun akuarium sobat. Terimakasih sudah berkunjung ke blog lovedfish.com.

28 Juni 2021

Kolam

Fungsi dan Manfaat Batu Zeolit

Deskripsi

therawchef.com/liquid-zeolite


Nama batu zeolit mungkin sudah akrab di dengar di kalangan pecinta ikan hias, bagi sobat yang baru di dunia ikan hias mungkin rada asing mendengar kata zeolit. 
Batu Zeolit merupakan batu alam yang di olah sedemikian rupa sehingga memiliki kandungan hydrated silicates calcium, alumunium, sodium dan potassium. 

Kemasan

Di pasaran atau toko-toko ikan hias, biasanya batu ini di jual sudah dalam packingan berupa butiran batu zeolit kecil-kecil yang kemudian di bungkus kain jaring atau polynet agar lebih memudahkan untuk di aplikasikan di akuarium.
Jika kebutuhan batu zeolit banyak tersedia juga batu zeolit yang masih berupa bongkahan besar, ini biasanya di jual per kilo atau per kandi dan di aplikasikan untuk penggunaan di dalam kolam.

Manfaat Batu Zeolit.

Batu zeolit memiliki kemampuan untuk menyerap kandungan amonia dengan cara mengikat ion-ion amonia ke dalam pori-pori batu. Dengan kemampuan mengikat amonia berbahaya akan mampu membuat ikan-ikan tumbuh sehat. Karena kemampuannya ini sangat di sarankan untuk meletakkan posisi batu zeolit di bagian paling akhir dalam penataan filter. Selain mengurangi amonia batu zeolit juga mampu menjernihkan air dalam akuarium,  membuat suhu air stabil dan juga mampu mengurangi bau amis dalam akuarium.
Selain untuk dunia perikanan batu zeolit di sebut-sebut memiliki mineral serba guna yang sangat bermanfaat juga untuk perindustiran maupun pertanian atau perkebunan. Karena salah satu fungsi zeolit adalah menjernihkan air maka batu zeolit juga bisa di manfaatkan untuk pengolahan air bersih.

Cara Menggunakan Batu Zeolit 

Untuk penggunaan dalam akuarium bisa di posisikan ke dalam cember di urutan paling akhir. Untuk lebih mudahnya saya bagi 3 ketegori filterasi dalam akuarium maupun kolam.
1. Untuk menyaring kotoran dan partikel lainnya yang dapat di lihat dengan mata.
Pada bagian awal ini bisa di gunakan jaring nelayan, kapas dakron dan japmat. bisa di guanakan ketiganya atau salah satu.
2. Untuk tempat singgah bakteri pengurai dan menempelnya partikel kotoran halus.
Ada banyak pilihan untuk di tempatkan dalam filter bagian ke dua ini di antaranya batu apung, karang jahe, bio ring, bio ball, kalnes.
3. Untuk membunuh bakteri agar tidak kembali ke kolam ikan dan sebagai penjernih air.
untuk bagian akhir inilah tempat batu zeolit berada, bisa di padu juga dengan menggunakan karbon aktif sebagai pelengkap.

Masa Pakai Batu Zeolit

Batu zeolit juga memiliki titik jenuh atau masa pakainya. tidak ada perkiraan waktu pastinya berapa lama. untuk lebih aman dalam pemakaian jangka panjang setidaknya ganti batu secara berkala antara 3-6 bulan sekali.
Bisa juga dengan menggunakan rendaman air garam dalam ember terpisah. Caranya isi air campur dengan garam ikan. Untuk takaran 100gr garam ikan di campur dengan 4-5 liter air, kemudian rendam batu zeolit yang sudah lama di pakai selama sekitar 24 jam. setelah itu keringkan batu zeolit dan setelah kering bisa di gunakan lagi. Rendaman air garam ini dapat melepaskan amonia yang menempel di batu zeolit.