31 Oktober 2023

Penyakit Ikan

Penyakit Ikan Mas dan Pengobatannya

Ikan mas merupakan ikan paling populer tidak cuma di Indonesia tapi di seluruh dunia, Ikan yang menurut sejarah yang tercatat sudah ada sejak jaman kekaisaran Tiongkok di masa dinasti Jin (266-420). Anak-anak hingga dewasa pasti senang dengan jenis ikan ini.

Secara umum di pasaran ikan mas terdiri dari ikan mas komet, ikan mas shubunkin atau bogim dan ikna mas koki. Untuk ikan mas koki sendiri memiliki berbagai jenis, mulai dari jenis koki oranda, ryukin, mutiara, lionchu atau rancu, lowo dan lainnya. Termasuk ikan koi yang juga masih merupakan jenis ikan mas.

Kurangnya perawatan dan kondisi air yang kurang baik bisa menyebabkan terjadinya stress pada ikan, timbulnya penyakit dan akhirnya bisa mati jika tidak segera di beri obat yang tepat. Pernah pada satu kasus dalam semalam ikan mas jenis komet dan shubunkin banyak yang mati karena telat dalam pemberian obat ikan karena serangan white spot atau ich.

Bagi sobat pecinta ikan hias mungkin pernah mengalami juga ikan mas koki yang sobat rawat tiba-tiba mati tanpa gejala yang jelas. Sebenarnya ada gejala mungkin sobat tidak menyadarinya.

Beberapa ciri-ciri ikan tidak sehat di antaranya ikan suka menyendiri, nafsu makan berkurang, ada perubahan atau ruam pada tubuh ikan. Untuk lebih jelasnya bisa sobat lovedfish cek jenis penyakit ciri-ciri dan pengobatannya sebagai berikut.

1. Aeromonas hydrophila

Ikan yang terkena penyakit ini akan memperlihatkan tanda-tanda Sirip yang rusak dengan disertai bintik-bintik merah karena pendarahan akan menyebabkan ikan sulit berenang, sehingga ikan akan cenderung tidak aktif dan susah menggapai makan, hilang nafsu makan, Terdapat luka pada permukaan tubuh ikan dan terkadang mengeluarkan darah apabila sudah parah, pendarahan pada insang, perut membesar berisi cairan, sisik mulai lepas satu-per satu, sirip ekor rusak dan berkurang.

Ciri yang terdapat pada tubuh ikan bagian dalam apabila dilakukan pembedahan organ akan tampak kerusakan pada jaringan penyusun hati, ginjal dan limpa.

Mencegah lebih baik daripada mengobati, istilah yang pasti sering sobat lovedfish dengar, ada beberapa cara untuk mencegah ikan terkena aeromonas. Cara yang perlu sobat lakukan adalah dengan meminimalkan terjadinya stres pada ikan, perlakuan yang tepat seperti menyediakan tempat karantina ikan yang memiliki ciri-ciri penyakit di atas dan jaga lingkungan tetap optimal, perbaikan nutrisi dari pakan ikan yang berkualitas, selalu menjaga kualitas air dengan memperhatikan parameter air dengan baik dan jaga kebersihan air.

Seandainya ikan sudah terlanjur terkena aeromonas sebaiknya pindahkan ikan ke akuarium karantina dan lakukan pengobatan dengan memberikan antibiotik seperti oxytetracycline dan sulfonamide untuk di campurkan ke dalam airnya. Sedangkan untuk makanan bisa di tambahkan Terramycine dengan dosis 50 mg/kg pakan.

2. Baktersi Pseudomonas flurescens

Bakteri ini memiliki kemiripan dengan jenis aeromonas mulai dari ciri-ciri ikan terkena bakteri ini, cara mencegah ikan terkena bakteri dan cara mengobati ikan bisa di lakukan hal yang sama seperti yang sudah di jelaskan di atas.

3. Bintik Putih

Penyakit yang satu ini disebabkan oleh protozoa bernama Ichtyophthirius multifiliis yang menyebabkan bintik putih di permukaan tubuh dan insang. Ikan mas akan kesulitan bernafas karena bintik putih ini mengeluarkan lendir yang lengket. Ikan yang terserang white spot akan mati jika tidak di obati segera dan penularan-nya sangat cepat.

untuk pengobatan bisa menggunakan larutan garam dengan perbandingan 1 gram per 50 cc air atau dengan obat anti ich, methylene blue atau obat anti protozoa. untuk pengobatan takaran obat biasanya terdapat dalam kemasan.

Penulis sendiri jika ada ikan yang terkena white spot atau bintik putih biasanye memberikan obat methylene blue dan garam ikan dengan cara mengurangi air dalam akuarium hingga tersisa 20-25 % kemudian sisa air di berikan obat dan garam dan media filter di bersihkan. Setelah 12-14 jam kurangi air lagi hingga tersisa sekitar 12-15% dan di isi dengan air baru.

Beberapa kali cara ini penulis lakukan alhamdulillah ikan-ikan yang terkena bintik putih atau white spot aman sehat dan aktif kembali.

4. Jamur Saprolegnia

Ikan yang di serang jamur Saprolegniasis biasanya di tandai dengan selaput kapas yang menyelimuti tubuhnya terutama bagian kepala, sirip dan tutup insang. Jamur Saprolegnia biasanya tumbuh karena kondisi air yang dingin, semakin dingin kondisi air serangan jamur akan semakin memburuk.

Tindakan pengobatan yang perlu dilakukan pada ikan yang terserang jamur Saprolegnia dengan merendam ikan dengan larutan PK 10 ppm, malachyte green 60 gr/m3 selama 15 menit atau dalam larutan garam 20 mg/liter air.

Sementara akuarium atau kolam yang suhu airnya terlalu dingin untuk sementara bisa di tingkatkan suhu airnya dengan menggunakan heater untuk mengurangi pertumbuhan jamur.

5. Kutu Ikan Argulosis

Jika kutu ikan sudah besar akan kelihatan mereka menempel di badan ikan, tanda lainnya adalah bintik merah atau bercak merah, ikan menjadi kurus karena banyak darah yang di hisap oleh kutu ikan. Jika ikan di pegang maka akan terasa banyak lendirnya.

Obat Abate, Demilin atau anti kutu bisa sobat gunakan untuk mengobati ikan yang terserang kutu argulosis. Untuk dosis biasanya ada dalam kemasan. Obat-obat yang penulissebutkan merupakan obat keras jadi perlu di cek dosis dan lama penggunaan agar ikan yang sobat rawat tetap aman.

Untuk mengurangi resiko tumbuhnya kutu ikan rutin bersihkan media filter dan sesekali merendam ikan di larutan garam berdosis 20 gram/liter air selama 15 menit dapat mengurangi bahkan menanggulangi tumbuhnya kutu ikan.

6. Bengkak Insang atau Badan

Bengkak yang terjadi biasanya di sebabkan oleh parasit ikan Myxosporea. Parasit ini bisa menyebabkan bintil putih kemerahan pada insang ikan dan bisa menyebabkan pendarahan jika bintil pecah.

Secara penelitian di Indonesia belum banyak jurnal untuk bakteri ini. Dikutip dari unair.ac.id yang perlu di ketahui adalah Parasit myxosporean memiliki keragaman induk semang yang luas. Karena parasit ini menular dari ikan ke ikan, infeksinya menyebar dengan cepat di budidaya ikan. Dan belum ada pengobatan yang di rekomendasikan.

Di kutip dari dutakoi.com Ada berbagai macam pengobatan yang bisa dilakukan jika ikan koi terkena penyakit Myxosporearis. Pengobatan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai macam tahap diantaranya seperti perendaman dalam Acrivlavine, Methylene Blue hingga Vaksin.

masih dari dutakoi.com Jika anda ingin melakukan pengobatan secara alami maka anda bisa memanfaatkan berbagai macam bahan seperti diantaranya Daun Jambu Biji, Daun Pace, Daun Nangka

7. Gatal

Pernahkah sobat lovedfish melihat ikan yang sobat pelihara menggosokan tubuhnya di dinding akuarium atau kolam? Bisa jadi ikan itu sedang gatal karena ada jamur yang menempel di tubuhnya. Untuk ikan yang gatal sobat dapat mengobati dengan merendam ikan ke dalam ember terpisah yang berisi larutan PK sekitar 10-15 detik. Jangan terlalu lama karena akan menyebabkan ikan mati.

Selain larutan PK, gatal dapat diatasi dengan merendam ikan dalam larutan formalin berdosis 220 ppm selama 15 menit. Setelah itu rendam ikan ke dalam air yang bersih dan kembalikan lagi ke akuarium atau kolam.

8. Cacing Kulit dan Insang

Hampir sama seperti gatal yang di jelaskan sebelumnya, ikan yang terserang cacing kulit dan insang akan menggosok-kan badan mereka ke dinding atau dasar kolam atau akuarium. yang bisa menyebabkan kulit atau sisik mereka lepas.

Menanggulangi penyakit ini juga sama seperti yang di jelaskan sebelumnya dapat menggunakan larutan PK atau formalin. Sedangkan untuk mengatasinya bisa di lakukan dengan rutinmembersihkan media filter agar bakteri tidak tumbuh jaga juga kondisi air tetap stabil baik suhu air maupun pH air.

2 Juli 2021

Penyakit Ikan

Cara Merawat Ikan Mas Koki Supaya Tidak Mudah Mati

Siapa yang tidak kenal dengan ikan mas koki, ikan yang memiliki bentuk bulat nan lucu ini memang sangat mengemaskan untuk di di pelihara di akuarium sebagai koleksi. Namun sayang banyak yang merasa kesulitan merawat ikan ini karena ikan ini memang agak manja dan memerlukan beberapa perawatan sederhana agar ikan tidak mudah mati.


Berikut beberapa cara dan langkah yang perlu di perhatikan dalam merawat ikan mas koki :

Pilih Ikan Yang Sehat.

Langkah pertama yang harus di perhatikan adalah memilih ikan mas koki yang benar-benar fit atau sehat. Perlu di ketahui bahwa ikan ini mudah sekali di serang kutu ikan. Kutu ikan ini bisa berupa parasit jarum maupun kutu Argulus foliaceus. Sejenis kutu air yang ketika tumbuh menjadikan ikan sebagai inangnya.

Selain kutu atau parasit, ikan ini juga mudah terkena white spot maupun jenis jamur lainnya. Jamur white spot bisa di lihat dari fisik ikan yang terdapat bintik bintik putih di tubuhnya. Jamur ini mudah menyebar ke tubuh ikan maupun ke ikan yang lain. Untuk membedakan ikan yang sehat dan ikan yang sedang sakit bisa di cek di sini. 

Gunakan Akuarium dan Filter Yang Ideal.

Untuk merawat Ikan mas koki setidaknya gunakan akuarium yang ukurannya jangan terlalu kecil karena ikan mas koki butuh ruang gerak yang luas. Akuarium ukuran sekitar 80*40*50 cukup ideal untuk merawat ikan mas koki, meskipun ikan mas koki masih bisa di rawat di akuarium dengan ukuran yang lebih kecil.

Pastikan juga sirkulasi air bergerak optimal. pompa air dengan arus 1500-2000 liter per jam sudah cukup untuk merawat ikan mas koki. Untuk media filter standar biasanya hanya di gunakan kapas dakron untuk menjaring kotoran ikan. Untuk filter lebih optimal gunakan media filter tidak hanya kapas filter saja, tambahkan juga bio ring atau biobal untuk rumah bakteri dan batu zeolit untuk menjernihkan air.  

Pemberian Pakan Ikan.

Ikan mas koki termasuk ikan yang suka makan, jika ada makanan tersedia pasti akan di makan. Ini sangat berbahaya bagi ikan mas koki karena ketika ikan mas koki terlalu banyak makan akan menyebabkan lambung pecah dan akhirnya mati. Pemberian pakan ideal per hari 2-3 kali berikan pakan sedikit-sedikit.

Berikan palet ikan berkualitas untuk menjaga warna ikan tetap bagus, bisa di kombinasi kan dengan udang rebon kering maupun basah, blodworm dan juga maggot 3-4 hari sekali untuk meningkatkan warna dan mempercepat pertumbuhan ikan. 

Perhatikan Campuran Ikan.

Bagi pemula atau yang baru merawat ikan hias di akuarium pasti ada keinginan menggabungkan bermacam-macam ikan hias dalam satu akuarium, tidak salah juga sih, dulu juga saya begitu. Untuk ikan mas koki perlu lebih hati-hati dalam mencampur ikan ini dengan ikan lainnya karena ikan mas koki termasuk ikan damai yang mudah stres jika di campur dengan ikan-ikan lainnya. Tidak hanya itu Ikan mas koki akan sangat rentan untuk di ganggu maupun di mangsa dengan ikan lainnya.

Ada beberapa ikan yang bisa di campur dengan ikan mas koki di antaranya Ikan Kaviat, ikan Manfish, Blackghost, Sejenis ikan mas lainnya juga bisa di campur.  

Bersihkan Akuarium Secara Berkala.

Kebersihan akuarium perlu di perhatikan dalam merawat ikan tidak hanya ikan mas koki saja segala jenis ikan. Ganti atau cuci ulang kapas filter setidaknya dua minggu sekali, bersihkan media filter lainnya juga. Secara berkala ganti volume air sekitar 10-20% satu minggu sekali.

Dalam merawat dan membersihkan akuarium jangan sekali-kali mengganti air dalam akuarium 100% setidaknya sisakan air lama minimal 20%. Jika air dalam akuarium di ganti total dengan air baru bisa menyebabkan ikan mati karena stres harus adaptasi ulang atau kadar oksigen dalam air kurang juga bisa menyebabkan ikan mati.

28 Juni 2021

Penyakit Ikan

Fungsi dan Manfaat Batu Zeolit

Deskripsi

therawchef.com/liquid-zeolite


Nama batu zeolit mungkin sudah akrab di dengar di kalangan pecinta ikan hias, bagi sobat yang baru di dunia ikan hias mungkin rada asing mendengar kata zeolit. 
Batu Zeolit merupakan batu alam yang di olah sedemikian rupa sehingga memiliki kandungan hydrated silicates calcium, alumunium, sodium dan potassium. 

Kemasan

Di pasaran atau toko-toko ikan hias, biasanya batu ini di jual sudah dalam packingan berupa butiran batu zeolit kecil-kecil yang kemudian di bungkus kain jaring atau polynet agar lebih memudahkan untuk di aplikasikan di akuarium.
Jika kebutuhan batu zeolit banyak tersedia juga batu zeolit yang masih berupa bongkahan besar, ini biasanya di jual per kilo atau per kandi dan di aplikasikan untuk penggunaan di dalam kolam.

Manfaat Batu Zeolit.

Batu zeolit memiliki kemampuan untuk menyerap kandungan amonia dengan cara mengikat ion-ion amonia ke dalam pori-pori batu. Dengan kemampuan mengikat amonia berbahaya akan mampu membuat ikan-ikan tumbuh sehat. Karena kemampuannya ini sangat di sarankan untuk meletakkan posisi batu zeolit di bagian paling akhir dalam penataan filter. Selain mengurangi amonia batu zeolit juga mampu menjernihkan air dalam akuarium,  membuat suhu air stabil dan juga mampu mengurangi bau amis dalam akuarium.
Selain untuk dunia perikanan batu zeolit di sebut-sebut memiliki mineral serba guna yang sangat bermanfaat juga untuk perindustiran maupun pertanian atau perkebunan. Karena salah satu fungsi zeolit adalah menjernihkan air maka batu zeolit juga bisa di manfaatkan untuk pengolahan air bersih.

Cara Menggunakan Batu Zeolit 

Untuk penggunaan dalam akuarium bisa di posisikan ke dalam cember di urutan paling akhir. Untuk lebih mudahnya saya bagi 3 ketegori filterasi dalam akuarium maupun kolam.
1. Untuk menyaring kotoran dan partikel lainnya yang dapat di lihat dengan mata.
Pada bagian awal ini bisa di gunakan jaring nelayan, kapas dakron dan japmat. bisa di guanakan ketiganya atau salah satu.
2. Untuk tempat singgah bakteri pengurai dan menempelnya partikel kotoran halus.
Ada banyak pilihan untuk di tempatkan dalam filter bagian ke dua ini di antaranya batu apung, karang jahe, bio ring, bio ball, kalnes.
3. Untuk membunuh bakteri agar tidak kembali ke kolam ikan dan sebagai penjernih air.
untuk bagian akhir inilah tempat batu zeolit berada, bisa di padu juga dengan menggunakan karbon aktif sebagai pelengkap.

Masa Pakai Batu Zeolit

Batu zeolit juga memiliki titik jenuh atau masa pakainya. tidak ada perkiraan waktu pastinya berapa lama. untuk lebih aman dalam pemakaian jangka panjang setidaknya ganti batu secara berkala antara 3-6 bulan sekali.
Bisa juga dengan menggunakan rendaman air garam dalam ember terpisah. Caranya isi air campur dengan garam ikan. Untuk takaran 100gr garam ikan di campur dengan 4-5 liter air, kemudian rendam batu zeolit yang sudah lama di pakai selama sekitar 24 jam. setelah itu keringkan batu zeolit dan setelah kering bisa di gunakan lagi. Rendaman air garam ini dapat melepaskan amonia yang menempel di batu zeolit.

28 Mei 2021

Penyakit Ikan

Fungsi dan Manfaat Garam Ikan, Serta Takarannya

Selamat datang di blog lovedfish.com. Sobat pencinta ikan hias dan para pembudidaya ikan hias pasti sudah mengenal berbagai manfaat yang di dapat dari garam ikan. Garam ikan merupakan garam murni (NaCl) yang berbentuk kristal kasar berwarna putih dan garam ini khusus untuk ikan hias bukan untuk memasak, karena garam yang biasa di gunakan untuk memasak sudah ada tambahan yodium. Garam ikan efektif untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit ikan yang disebabkan oleh bakteri dan jamur.

https://www.theguardian.com/environment/2017/sep/08/sea-salt-around-world-contaminated-by-plastic-studies
www.theguardian.com
Manfaat Garam Ikan:

Membantu Sistem Osmoregulasi

Ketika ikan bernafas melalui insangnya akan memompa air masuk ke dalam ikan melalui insangnya. Proses keluar masuk air melalui insang ini biasa di sebut dengan osmosis. Sedangkan Osmoregulasi adalah proses mengatur konsentrasi cairan dan menyeimbangkan pemasukan serta pengeluaran cairan tubuh oleh sel atau organisme hidup. Proses osmoregulasi diperlukan karena adanya perbedaan konsentrasi cairan tubuh dengan lingkungan disekitarnya

Yang perlu sobat ketahui kadar garam pada tubuh ikan lebih tinggi di bandingkan dengan lingkungannya. Jika ikan di paksa terus menerus menyeimbangkan kadar garam ikan dengan lingkungan sekitarnya akan membuat ikan mudah sakit, stres dan akhirnya mati. Itu kenapa perlu adanya tambahan garam ikan pada kolam atau akuarium sobat yang berguna untuk membantu ikan menyeimbangkan kadar garam dalam tubuh ikan dan lingkungannya.

Sebagai antiseptik, Parasit dan Anti Jamur

Garam ikan juga sangat bermanfaat untuk membunuh dan mencegah parasit dam jamur berbagai jenis parasit ikan maupun jamur ikan dapat di cegah dengan menaburkan garam ikan ke kolam maupun akuarium. Dengan hilangnya parasit dan jamur di lingkungan ikan secara otomatis akan m embantu menjaga daya tahan tubuh ikan yang sobat pelihara.

Garam ikan juga bermanfaat untuk mengobati ikan yang sudah terlanjur sakit karena bakteri, parasit maupun jamur. 

Menyeimbangkan kadar pH Air

Dengan takaran garam ikan yang tepat mampu untuk menyeimbangkan kadar pH air. Perlu sobat ketahui kadar pH yang berlebih maupun terlalu asam tidak bagus untuk ikan-ikan yang sobat pelihara, nah dengan menaburkan garam ikan ini mampu menjaga kondisi pH air stabil.

Takaran Garam Ikan

Setelah mengetahui manfaat gram untuk ikan yang sobat pelihara lantas berapa takaran yang tepat untuk kolam maupun akuarium sobat. Untuk takaran standarnya biasanya 1kg garam ikan bisa di gunakan untuk 1000 liter air, akan tetapi kita tidak tahu kadar garam dalam air kolam atau akuarium.

Saya sendiri biasanya menambahkan garam ikan setengah dari ukuran garam ikan yang di anjurkan pada saat mengisi air baru dalam kolam setelah di kuras. Porsi garam yang saya tambahkan dapat di ketahui dengan menghitung volume air yang saya masukkan ke dalam kolam. Contohnya kolam saya berukuran panjang 200cm Lebar 100cm tinggi 70cm, sedangkan air baru yang saya tambahkan sekitar 50cm. Saya gunakan rumus menghitung volume air yang saya (200*100*50)/1000=1000liter. Dari hasil perhitungan di atas biasanya saya gunakan garam ikan 500gram.

Perhitungan di atas pribadi saya gunakan ke dalam kolam saya dan alhamdulillah ikan-ikan aman, mungkin sobat pencinta ikan hias ada pengalaman yang lebih baik lagi bisa neh berbagi di kolom komentar agar menjadi wawasan tambahan bagi penulis dan sesama sobat pencinta ikan hias lainnya.

Semoga informasi di atas bermanfaat bagi kita semua. Sekali lagi terimakasih sudah mengunjungi blog kami. 

29 April 2021

Penyakit Ikan

Jenis Ikan Pemakan Kutu

Selamat datang di blog lovedfish.com, terimakasih sudah berkunjung ke sini. Semoga sobat penggemar ikan hias mendapatkan manfaat untuk perbendaharaan ilmu maupun hanya untuk sekedar mengetahui tentang jenis ikan yang biasa memakan kutu pada tubuh ikan lainnya terutama jenis ikan koi, ikan koki, ikan komet atau sejenis ikan mas lainnya.

Resiko terbesar dari serangan kutu pastinya ikan tersebut akan mati. Sobat tentunya tidak ingin ikan-ikan yang sudah di pelihara dengan baik tiba-tiba mati karena serangan kutu pada ikan. Selama penulis memelihara ikan hias ada 2 jenis kutu yang biasanya menyerang ikan yaitu jenis kutu jarum dan kutu Argulus. Banyak obat di pasaran yang mampu membasmi kutu ini tapi sobat wajib perhatikan ukuran untuk pengobatan ikannya, bisa bisa tidak cuman kutu ikannya saja yang mati tapi ikan yang sobat pelihara ikut mati karena overdosis pemberian obat kutu.

Tanda-tanda umum ikan sobat terserang kutu ikan ini diantaranya :

kutu argulus yang menyerang ikan 

- Menggesekkan badan pada dinding kolam atau akuarium. Rasa gatal atau ingin melepaskan diri dari gangguan kutu yang membuat ikan suka mengesek-gesekan tubuhnya pada dinding kolam atau aquarium atau media apapun yang berada di kolam.

- Ikan Lesu dan warna ikan pucat. Kutu ikan itu bersifat parasit yang menyedot nutrisi atau darah pada inangnya yang tentunya akan membuat ikan jadi lesu karena kekurangan nutrisi dan warna ikan jadi pucat.

- Bercak Darah pada kulit ikan dan sirip rusak. Akan timbul bercak darah pada tubuh ikan efek dari kutu yang selesai menghisap darah/nutrisi pada tubuh ikan. jika kutu berada pada sirip yang rentan maka sirip ikan akan rusak. 

- Mengeluarkan Lendir Berlebih. Sebagai pertahanan tubuh bagi ikan pada saat awal ikan di serang kutu maka ikan akan mengeluarkan lendir untuk pertahanan diri tapi justru lendir yang berlebih ini di sukai kutu itu sendiri. 

Jika ikan sudah terlalu lama di serang kutu, maka kemungkinan infeksi sekunder seperti herpes, nematoda larva, gatal, dan infeksi jamur dapat menyerang ikan yang sobat pelihara. Untuk itu perhatian pada ikan yang sobat pelihara dan perawatan yang tepat perlu di lakukan.

Ada istilah mencegah lebih baik dari pada mengobati, nah bagi sobat pencinta ikan hias berikut ikan ikan yang cocok sebagai sahabat pengusir kutu atau pembasmi kutu pada ikan.  

1. Ikan Kaviat.


Ikan kaviat biasanya di gunakan untuk tankmate ikan-ikan predator seperti arwana, oscar dan ikan lainnya. selain sebagai tankmate ikan predator konon ikan ini juga gemar memakan kutu baik yang menempel di tubuh ikan maupun yang ada di dinding kolam atau akuarium sobat. 

2. Ikan Sumatra.

Ikan pemakan kutu
ikan yang berukuran kecil ini cukup agresif untuk melumat kutu yang ada pada tubuh ikan koi, tapi secara pribadi penulis tidak menyarankan ikan ini di campur dengan ikan mas koki sebagai ikan pembasmi kutu. Artikel tentang ikan sumatra bisa sobat cek di sini

3. Ikan Manfih Atau AngelFish


http://www.pngall.com/?p=52681

ikan yang memiliki bentuk pipih segitiga seperti layang layang ini konon juga gemar memakan kutu, nah jika sumatra tidak di sarankan untuk di campur dengan ikan mas koki, maka ikan manfish atau angelfish ini cocok untuk menemani ikan mas koki sobat. Untuk mengetahui lebih jauh ikan-ikan yang bisa di campur dengan ikan mas koki bisa sobat cek artikelnya di sini.

Ada ikan jenis ikan lain yang di percaya ampuh untuk memakan kutu pada ikan seperti cherry barb, hanya saja penulis belum pernah mencoba jadi penulis tidak akan membahas lebih lanjut tentang ikan ini.

Jika sobat ada pertanyaan tentang ikan hias bisa neh sharing di kolom komentar mungkin penulis punya referensi untuk membahasnya. semoga artikel yang penulis sampaikan bermanfaat bagi sobat pencinta ikan hias. jangan lupa bagikan artikel ini agar bermanfaat bagi sobat lainnya. Terimakasih. 

30 Juli 2019

Penyakit Ikan

Cara Merawat Ikan Hias Di Aquarium

Tips Merawat Ikan Hias

Pernahkah sobat beli ikan hias kemudian baru sehari atau dua hari di rawat sudah mati? Jika sobat pencinta ikan hias masih baru belajar cara merawat ikan hias sobat bisa simak beberapa info tentang merawat ikan hias secara umum.

Jika sobat pencinta ikan hias baru pertama kali memelihara ikan hias atau ada rencana ingin memelihara ikan ada beberapa perlengkapan yang harus sobat perhatikan. Syarat utama bin wajib sobat harus menyediakan akuarium atau kolam untuk tempat ikan. hahaha ini wajib di miliki ya. Sesuaikan juga ukuran kolam atau akuarium dengan ikan yang akan sobat pencinta ikan hias beli. Untuk ukuran standar bagi pemula bisa membeli akuarium sekitar ukuran 50x30x35 atau 60x35x40 ukuran ini sudah cukup untuk pemula yang ingin memelihara ikan hias.

Untuk merawat ikan sobat tidak sekedar punya aquarium terus di isi ikan, sobat juga memerlukan mesin pompa air atau water pump untuk sirkulasi air, lengkapi juga dengan selang atau pipa, box filter dan kapas filter ini bertujuan untuk media filter atau penyaring kotoran ikan. Dalam artikel ini penulis menggunakan akuarium ukuran 50x30x35 dan pompa air seri 1200. Kenapa seri 1200 karena menyesuaikan ukuran akuarium.

Fungsi dari perlengkapan ini yaitu untuk sirkulasi air di dalam aquarium dan kapas berfungsi sebagai penyaring kotoran ikan atau sisa makanan yang ada di dalam aquarium. Jika sobat pencinta ikan hias ingin lebih lengkap lagi sebagai media filter dapat di lengkapi dengan ziolit dan karbon atau arang aktif yang di tempatkan dalam box filter. Untuk susunannya sendiri di mulai paling dasar karbon atau arang aktif, kemudian ziolit dan yang paling atas baru kapas filter.

Untuk meningkatkan kadar oksigen dalam aquarium sobat juga bisa gunakan air pump atau pompa udara. Mesin ini selain untuk meningkatkan kadar oksigen dalam air juga berfungsi untuk mempercantik aquarium karena aliran udara yang di salurkan ke aquarium.

Baca Juga : 
Jenis Pompa Air Aquarium dan Kolam
- Jenis Filter Aquarium

Jika semua peralatan sudah di miliki saatnya sobat pencinta ikan hias mengisi aquarium dengan ikan favorit sobat, perhatikan juga jenis ikan yang akan sobat beli dan sesuaikan ukuran ikan dengan aquariumnya. Biasanya untuk awal-awal memelihara ikan pasti ada keinginan mencampur segala jenis ikan, hal ini perlu di perhatikan karena tidak semua ikan bisa di campur dalam satu aquarium karena sifat ikan yang bermacam-macam ada yang agresif maupun bersahabat. Sesuaikan juga jumlah ikan dengan ukuran aquarium. Jika terlalu banyak jumlah ikan dan tidak sesuai dengan ukuran aquarium kasihan ikannya juga selain kondisi air yang cepat kotor ikan juga bisa cepet mati.

Baca Juga : Daftar Ikan Hias Yang Bisa di Campur

Untuk perawatan harian sobat pencinta ikan hias cukup kasih makan ikan 2 kali sehari secukupnya di pagi dan sore hari, beri pakan ikan secukupnya jangan terlalu banyak karena akan membuat warna air jadi kekuningan atau keruh dan kualitas air jadi kurang bagus. Kualitas pakan juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kesehatan ikan. Jika dalam waktu 10 menit masih ada sisa pakan ada baiknya segera di buang jangan di diamkan saja. Bersihkan algae yang menempel di kaca.

Jika ada ikan yang tidak sehat bisa di pisahkan dengan ikan yang lain untuk di lakukan perawatan. Untuk aquarium yang berisi ikan yang sehat bisa di beri obat untuk pecegahan penularan penyakit. Obat ikan ada berbagai jenis tergantung penyakit ikannya. Sobat bisa baca artikel tentang penyakit ikan hias di sini.

Untuk perawatan 2 minggu sampai sebulan sekali sobat bisa bersihkan mesin dan filter airnya. Matikan mesin angkat mesin dan box filternya. Bersihkan mesin dan kapas filter (atau kapas filter di ganti yang baru jika sudah kotor) dengan air yang ada di aquarium, lakukan secara berlahan saat mengambil air di aquarium agar ikan tidak terganggu. sisakan sekitar 20-30% air di dalam aquarium kemudian isi aquarium dengan air baru. Ada baiknya air yang akan di masukkan ke dalam aquarium sudah di endapkan selama semalam. Tambahkan juga garam kristal secukupnya pada saat mengganti air baru. Fungsi dan manfaat garam kristal dapat sobat simak di sini.

Artikel tentang cara merawat ikan hias ini berdasar pengalaman pribadi yang penulis lakukan dalam merawat ikan-ikan di aquarium. Sampai saat dengan cara tersebut alhamdulillah ikan-ikan aman dan sehat. Semoga informasi di atas bermanfaat bagi sobat pencinta ikan hias. Jangan lupa bagikan artikel ini kepada sesama penghobies ikan hias agar menjadi manfaat bagi yang lainnya. Terima kasih sudah berkunjung ke lovedfish.com.

6 November 2018

Penyakit Ikan

Fungsi dan Manfaat Garam Kristal Untuk Ikan

Garam Ikan, lovedfish.com bagi sobat pencinta ikan hias yang sudah lama berkecimpung dunia perikanan pasti sudah mengenal garam ikan atau garam kristal, namun bagi sobat yang baru di dunia ikan hias hendaknya perlu memahami fungsi dan manfaat garam kristal untuk kesehatan ikan yang sobat pelihara.

Garam ikan atau garam kristal berupa kristal putih ini telah lama dikenal para penggemar ikan hias sebagai. Garam ikan berbeda dengan garam dapur, karena garam ini masih murni alami tanpa tambahan bahan apapun, bila garam dapur dikhawatirkan dapat mempunyai dampak negatif pada ikan.

Manfaat gram kristal atau garam ikan untuk mencegah, membasmi, dan juga untuk mengobati jamur atau parasit pada ikan.

Fungsi :
- Membunuh / mencegah / mengobati parasit, jamur / penyakit ikan
- Meningkatkan kadar pH air.
- Mengatasi spot / ich / kembung
- Mencegah & mengatasi stress / keadaan terluka

Bagi sobat pencinta ikan hias yang mau menggunakan garam kristal sebagai profilatik, tonik atau jamu untuk ikan bisa di gunakan sekitar 1-2 sendok teh per 4 liter air. Angka ini sekitar 1-2gr per liter air atau kalau mau di takar sekitar 0,1-0,2% jumlah air.
Jika ikan yang sobat rawat sudah terlanjur terinfeksi Jamur atau Bakteri gunakan dosis yang lebih tinggi lagi yaitu 1% atau larutan 10gram garam per 1 liter air, lakukan bertahap selama 24-48 jam. Untuk Melepaskan lintah atau parasit Rendam dalam waktu singkat dalam larutan 0.25%. Obat Infeksi atau Velvet bisa gunakan 10gr per 45 liter air atau 1 sendok teh per liter air.

Sobat juga bisa menggunakan ukuran aquarium untuk menghitung jumlah garam ikan yang sesuai misalkan sobat memiliki aquarium ukuran 100x50x50cm, dari aquarium ukuran tersebut tinggi air hanya 40cm maka rumus volume air 100x50x40cm hasilnya 2.000.000cm3 atau setara dengan 200liter air. Angka 200 liter kita anggap kilogram sebagai ukuran garam. Jika dosis 0.1%, maka 200kg x 0.1% = 0.2kg atau 200gr garam ikan untuk ukuran atau volume air 100x50x40. Jadi yang di hitung di sini volume airnya ya sobat bukan ukuran aquariumnya.

Semoga informasi tentang garam kristal di atas bermanfaat bagi sobat pencinta ikan hias. Terimakasih sudah berkunjung ke blog kami jangan lupa bagikan artikel ini ke sesama pencinta ikan hias agar menjadi manfaat untuk yang lainnya.

27 Agustus 2017

Penyakit Ikan

Jenis-jenis Penyakit Ikan dan Pengobatannya

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami. Memiliki akuarium dengan ikan yang sehat lincah dan warna ikan yang cerah pasti dambaan sobat pencinta ikan hias. melihat ikan yang di pelihara juga dapat menjadikan relaksasi sendiri untuk menghilangkan stres setelah bekerja atau menjalani rutinitas sehari-hari.
dandyorandas.com
Namun penyakit yang menyerang akan membuat ikan nampak tidak indah lagi bahkan bisa berujung pada kematian si ikan sendiri. Dalam ilmu perikanan, faktor Lingkungan, Ikan dan Jenis Penyakit (pathogen) merupakan tiga aspek yang memengaruhi penyebaran dan perkembangan penyakit pada ikan hias. Penyakit yang sering di sebabkan dari bakteri, jamur, parasit dan non parasit ini bisa berupa bintik putih/white spot, borok/luka pada ikan, sirip ikan yang rusak dan lainya.


1.      Bakteri.
Tidak semua bakteri menyebabkan penyakit bagi ikan contohnya bakteri nitrifikasi, bakteri ini dapat memecahkan ammonium  untuk menjadi nitrat yang berguna bagi tanaman. Sedangkan bakteri yang merugikan bagi ikan yang bisa menurunkan daya tahan tubuh dan menyebabkan penyakit diantaranya :
-      Aeromonas Hydrophyl, Aeromonas puntata, atau Pseudomonas SP. Penyakit yang di sebabkan oleh bakteri ini berupa borok/pendarahan sedangkan gejala ikan yang terserang bakteri ini di antaranya :
o    Ikan mengalami penurunan nafsu makan.
o    Pangkal sirip dan dan warna tubuh menjadi lebih gelap.
o    Gerakan ikan yang semakin lambat/tidak kuat untuk berenang.
-      Fkexibacter Columnaris atau virus yang disebabkan oleh air yang kotor, suhu air di bawah 200C dan ikan yang kekurangan pakan. Penyakit yang di sebabkan bakteri ini berupa Fin Rot dengan gejala :
o    Sirip pecah-pecah.
o    Sirip mulai rontok dan bagian tepi sirip berwarna putih.
o    Ikan kehilangan nafsu makan.
o    Untuk yang kronis terjadi pendarahan pada sirip.
o    Infeksi pada kulit bagian kepala dan badan bagian belakang serta insang.

Pengobatan :
Carilah obat anti bakteri di toko-toko ikan hias di daerah anda, biasanya obat ini berwarna kuning ketika di larutkan ke dalam air, ganti 50-60% air secara berkala selama proses pengobatan berikan pula pakan yang berkualitas untuk mempercepat proses penyembuhan. Dapat pula menambahkan garam kristal selama proses pengobatan maupun untuk perawatan setelah pengobatan.

2.      Jamur.
Apakah semua jamur berbahaya? Jawabnya tentu tidak. Ada jamur baik yang sifatnya membantu bakteri menguraikan bahan organik yang sudah mati menjadi nutrien. Jamur juga bisa menjadi sumber antibiotik. Namun ada juga jamur yang bersifat parasit dan perkembangannya sangat cepat.

Saprolegnia sp jamur ini umumnya berada di perairan yang terdapat sisa-sisa bahan organik. Jamur yang menyerang ikan mulai dari telur/larva ikan hingga indukan, terutama jenis ikan mas. Gejala ikan yang terserang penyakit ini :
  • Terdapat noda kecil yang menempel  di badan, kepala, sirip/insang.
  • Terdapat kumpulan seperti kapas berwarna putih, cokelat, abu-abu atau kehijauan di kulit, sirip maupun di tempat lainnya.
Chondrococcus Columnaris dapat tumbuh di dalam aquarium/kolam yang pergantian airnya tidak teratur, perlakuan adaptasi yang tidak baik dan perubahan kualitas air yang tidak sesuai dengan kehidupan ikan. Penyakit yang di sebabkan jamur ini biasanya terlihat warna putih di mulut. Gejalanya dapat di lihat dari mulutnya yang menjadi putih atau membentuk wool yang pendek dan halus serta terkadang badan menjadi putih. Terdapat pula luka di badan dan sirip yang kemerahan. Untuk tingkat lanjut tubuh ikan menjadi kurus karena tidak bisa makan, bibir ikan seakan-akan lepas dan hilang.

Pengobatan:
Jika ikan hias yang sobat pelihara terindikasi terserang jamur sobat dapat mencari obat Anti Protozoa atau obat Anti Jamur yang di jual di toko" ikan hias. Usahakan pada saat pengobatan kondisi suhu aquarium stabil di suhu 28-30 derajat. sobat dapat menggunakan heater untuk mengatur suhu air. Berikan juga pallet atau pakan ikan yang berkualitas dan mengandung protein dan vitamin untuk mempercepat proses penyembuhan.

3.      Parasit.
Parasit merupakan hewan renik/kecil yang menyerang ikan baik di luar seperti kutu air, velvet dan bintik putih (White Spot) maupun di dalam tubuh ikan seperti cacing. Serangan parasit yang cepat dapat menyebabkan ikan mati. Penanganan yang baik mulai dari secara rutin membersihkan tempat ikan di pelihara dan pergantian air secara rutin serta memberikan pakan ikan secara cukup dapat mencegah parasit tumbuh.

Beberapa parasit yang menginfeksi ikan diantaranya :
  • Ichthyophyrius Multufilis merupakan jenis penyakit yang menyebabkan Bintik Putih (White Spot) pada mulanya terdapat kista/bintik putih kecil pada kulit kemudian menyerang sirip dan insang, pada kejala kronis ikan yang terserang menunjukkan tingkah laku yang tidak normal serperti tidak kuat berenang, menggosok-gosokkan badannya ke dinding bak/akuarium atau benda lain di sekitarnya serta selalu berenang ke permukaan air.
  • Cacing Gyrodactus atau Trematoda dan protozoa seperti  Tricodina atau Tchthyobodo merupakat penyakit ikan yang menyerang sisik/kulit kotor. Hampir sama dengan penyakit ikan lain ikan yang di serang parasit ini akan memiliki lendir yang berlebih di tubuh, menggosok-kan badan pada benda keras, kulit yang mengelupas dan keputihan, sirip ekor yang rontok dan terjadi pembengkakan pada insang. Untuk gejala yang lebih berat insang tidak dapat menutup sempurna serta kulit ikan lebih gelap atau suram.
  • Oodinium merupakan parasit yang menyebabkan penyakit velvet. Serangan penyakit ini sama dengan White Spot yang membedakan penyakit ini tidak menimbulkan bercak putih pada ikan tetapi ada bercak atau selaput berwarna kuning abu-abu di kulit atau sirip. Kulit akan terkelupas dan mengeluarkan lendir, warna ikan juga akan lebih gelap dan nafsu makan berkurang. Parasit ini juga dapat menyerang insang yang dapat menyebabkan ikan mati tanpa menunjukkan gejala di luar tubuh.
Pengobatan :
Untuk pengobatan dapat di berikan obat yang mengandung Methylin Blue, Melachite Green Oxalate. langkah pengobatan biasanya teteskan obat dengan kandungan di atas ke dalam aquarium, obat ini biasanya akan membuat air berwarna biru jangan terlalu banyak cukup teteskan sampai kira-kira aquarium berwarna biru bening bukan biru pekat. Karena sumber penyakit ini dari parasit biasanya ikan dalam aquarium akan terjangkit penyakit ini dari luar seperti ada ikan baru yang sudah terjangkit white spot atau bisa juga dari pakan hidup maupun tumbuhan hidup.
  • Anchor Worm dan Aegulus atau biasa di sebut kutu jarum dan kutu bulat juga merupakan parasit yang mematikan ikan ketika tidak segera di tangani. Parasit Anchor Worm mirip tumbuhan yang akarnya menancap di kulit ikan akar ini menghisap nutrisi yang di miliki ikan, tidak cuma di kulit luar Anchor Worm juga bisa tumbuh di rongga mulut ikan, insang dan saluran pencernaan. Aegulus mirip hewan kecil yang hidup dan berkembang biak dengan hinggap di tubuh ikan. Seperti nyamuk yang menghisap darah manusia Aegulus juga hidup dengan menyerap darah ikan. Ikan yang terserang parasit ini akan menunjukkan gerakan yang menggesek-gesekan tubuh, ketika tidak segera di tangani ikan juga akan kehilangan nafsu makan serta ukuran tubuh yang semakin kecil karena nutrisi di tubuh ikan di serap parasit.
Pengobatan :
untuk parasit ini sebenarnya dapat di atasi manual dengan cara mencabut parasit menggunakan pinset, akan tetapi efek selanjutnya akan terjadi luka di tubuh ikan, untuk pengobatan bisa menggunakan obat anti kutu/parasit. Untuk pengobatan Aegulus biasanya setelah di berikan obat Aegulus akan lepas dari tubuh ikan dan mati, sedangkan untuk Anchor Worm biasanya membutuhkan waktu 3-7 hari untuk lepas dari tubuh ikan. Biasanya obat ini tidak cocok untuk arwana jadi hati hati dalam pemakaian obat ini ya.

Semoga artikel di atas membantu sobat pencinta ikan hias untuk dapat mengenali penyakit yang menyerang ikan yang sobat pelihara serta dapat mengobati ikan yang sudah terserang penyakit. Supaya ikan aman dari serangan penyakit
Baca Juga : Cara Merawat Ikan Agar Tetap Sehat