25 Oktober 2021

Pakan Alami

Maggot Untuk Pakan Ikan

Maggot atau larva lalat saat ini menjadi salah satu alternatif untuk pakan ikan dengan kadar protein tinggi dengan harga yang murah. Maggot sebenarnya pada awalnya di gunakan untuk pakan ternak yang efektif mengurangi biaya pakan hingga 50%. Namun pada perkembangannya saat ini maggot juga di gunakan untuk pakan ikan.

Maggot atau Larva Black Soldier Fly (BSF) mulai tenar sejak awal 2020. Selain sebagai pakan langsung atau biasanya juga di keringkan. Maggot juga di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan pelet ikan. Maggot sendiri bisa di hasilkan dari sampah organik dengan campuran dedak dan probiotik sebagai bahan baku utama BSF bertelur. Karena larva ini biasanya di sebut larva pengurai bahan organik, maka larva ini sehat dan tidak menular-kan bakteri, larva ini juga tidak bau. Dalam mengurai atau memakan bahan organik seperti buah dan sayuran biasanya maggot dapat memakan sekitar 2 hingga 5 kali bobot tubuhnya.

Kadar protein yang tinggi menjadi salah satu alasan utama penggunaan maggot untuk pakan ikan. Selain harganya yang murah tentunya. Saat ini sudah banyak industri rumah tangga yang memanfaatkan maggot dan di kombinasi dengan berbagai campuran bahan seperti spirulina, astaxantin, carophyll maupun bahan lainnya yang berfungsi untuk meningkatkan warna ikan. Maggot yang di campur dengan bahan-bahan lain biasanya berupa maggot yang sudah dikeringkan bukan maggot yang masih hidup.

Pemberian pakan memang cukup bagus dan bermanfaat baik bagi ikan. Supaya ikan tidak bosan dan mendapatkan nutrisi yang lengkap bisa di berikan pakan pendamping yang lain berupa udang. Udang ini sangat efektif untuk meningkatkan dan mencerahkan warna merah pada ikan. Dengan pemberian pakan berkualitas bisa di pastikan ikan ikan yang di pelihara memiliki warna yang bagus dan tumbuh sehat.

Pakan yang baik memang mendukung pertumbuhan ikan dengan baik juga membuat ikan tetap sehat, akan tetapi faktor lainnya jangan di lupakan seperti membersihkan media filter dari kotoran ikan dan sisa pakan, mengganti air secara berkala agar pH air tetap terjaga.

1 Agustus 2021

Pakan Alami

Mengenal dan Merawat Ikan BalaShark

By H. Zell - Own work, CC BY-SA 3.0,
https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=86265945
Deskripsi dan Distribusi

Bala Shark ikan hias air tawar asli perairan Asia Tenggara ini dapat di temui di Kalimantan, Semenanjung Malaya dan Sumatra. Sebagai anggota dari spesies ikan keluarga Cyprinidae, mereka (Balantiocheilus melanopterus) lebih menyukai sungai arus deras.

Namun sangat di sayangkan ikan Bala Shark sekarang menjadi sangat langka di beberapa daerah, bahkan di daerah tertentu mereka di yakini telah punah meskipun belum ada konfirmasi tentang kepunahan ikan Bala Shark. Ikan Bala Shark menjadi langka salah satunya akibat dari penangkapan dan banyaknya penjualan mereka tanpa adanya upaya penangkaran dan pemijahan. Selain industri perdagangan, penyebab penurunan drastis ikan Bala Shark di habitat asal, polusi dan pembendungan sungai juga menjadi faktor utamanya. Meskipun dari ketiga faktor itu masih menjadi perdebatan dalam langkanya ikan ini di habitat asal.
 
Di kutip dari www.thesprucepets.com, terlepas dari alasannya, tidak diragukan lagi bahwa hiu bala jarang ditemukan di habitat aslinya. Bahkan, sejak 1996 telah masuk dalam Daftar Merah Spesies Terancam IUCN. Saat ini, spesies ini dibiakkan secara komersial di Timur Jauh, menggunakan hormon untuk mempromosikan pemijahan. Hampir semua spesimen yang dijual dalam perdagangan akuarium adalah hasil penangkaran.

Ikan Bala Shark sendiri memiliki ciri tubuh berwarna perak dengan tepi hitam pada sirip punggung, ekor, dubur dan perutnya. Mata Bala Shark yang besar berguna untuk mencari dan menangkap mangsa di habitat asalnya. Mereka bisa tumbuh hingga panjang maksimum 35 cm dan mampu bertahan hidup hingga 10 tahun dengan perawatan yang baik.

Meskipun namanya Bala Shark (Hiu Bala) namun ikan ini tidak memiliki temperamen yang ganas atau agresif. Justru kebalikannya mereka merupakan ikan yang damai dan bersahabat dengan ikan-ikan lainnya dengan karakter yang sama.

Kesulitan Merawat Ikan dan Penyakit Ikan

Ikan balashark sangat mudah di pelihara bagi sobat pecinta ikan hias hanya saja memerlukan akuarium yang cukup besar untuk memelihara mereka. Akuarium kecil ukuran 80x40x50 cukup untuk memelihara balashark kecil dan muda seiring ukurannya yang bertambah besar akuarium ukuran 100x50x50 sampai akuarium yang lebih besar lagi di sarankan.

Waspada terhadap penyakit ikan yang bisa menyerang, bisanya jenis penyakit yang menyerang balashark seperti perut kembung hal ini bisa di lihat dari ukuran perut yang membesar atau white spot seperti bintik-bintik putih di tubuh ikan. Hal ini bisa di obati dengan anti ich atau methylene blue.

Ikan BalaShark akn menjadi gelisah dan pemalu jika sendirian dan jika hanay ada dua atau tiga ekor maka salah satu akan menjadi penguasa akuarium jika ukuran akuarium kecil, paling aman memelihara mereka minimal 4 ekor.

Makanan

Makanan ikan Bala Shark di habitat asal bisa berupa serangga, larva, alga bahkan sebagian tumbuhan air. Ikan Bala Shark termasuk omnivora yang ketika di rawat di akuarium juga tidak ada kesulitan berarti dalam pemberian pakan. hampir semua jenis makanan ikan akan di makannya.

Ketika di rawat di akuarium berikan pakan ikan pelet berkualitas untuk menjaga kesehatan ikan. sayur-sayuran seperti sayur bayam sangat direkomendasikan untuk menjaga kesehatan mereka. Untuk memiliki Bala Shark yang besar berikan pakan ikan yang memiliki kadar protein tinggi seperti udang kering atau cacing beku. 

Ikan Bala Shark dalam sehari dapat di beri pakan  dua hingga tiga kali. Berikan pakan dalam jumlah kecil untuk dapat di habiskan dalam waktu sekitar tiga menit. Ikan Bala Shark tidak memerlukan suplemen khusus hanya di perlukan pakan yang seimbang untuk pertumbuhan dan kesehatan mereka.

Perawatan Akuarium Balashark

Seperti yang sudah di sebutkan di deskripsi jika ikan balashark mampu bertahan hidup hingga 10 tahun dengan perawatan yang baik, untuk memelihara mereka di akuarium usahakan suhu air di kisaran 25°C, jika kondisi sedang dingin dan suhu air di bawah 25°C bisa menggunakan heater akuarium untuk meningkatkan suhu airnya. Untuk memantau suhu air bisa di gunakan termometer akuarium yang banyak di jual di toko-toko ikan hias.

pH air juga perlu di perhatikan. Ikan Balashark aman jika kondisi pH air di antara 6,5-8. Jika pH air berada di luar itu bisa membuat mereka mudah sakit dan akhirnya mati, Jadi pastikan kondisi pH air tetap stabil.
pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan
Sedangkan tingkat kesadahan air atau dGH (degrees of general hardness) berada di antara 10-13. Bagi yang kurang memahami apa itu dGH bisa lihat penjelasan dari wikipedia di https://en.wikipedia.org/wiki/DGH

Secara sederhana yang perlu di lakukan untuk merawat ikan balashark di akuarium pastikan setiap seminggu sekali kurangi air sekitar 20-30% dan ganti dengan air baru. Bersihkan juga dinding akuarium dari alga agar akuarium tetap terlihat bersih bisa juga dengan memberikan ikan pemakan alga. Pastikan sisa makanan yang lebih dari 5 menit tidak di makan di buang untuk menjaga kualitas air. empat minggu sekali sampai satu bulan sekali bersihkan media filter dari kotoran ikan dan bakteri yang terperangkap agar bakteri tidak kembali ke akuarium yang dapat mengganggu kesehatan ikan.  

Pengaturan Akuarium Bala Shark

Ikan balashark merupakan ikan perenang aktif dan mudah terkejut sehingga mudah membuat mereka melompat keluar akuarium, jadi lengkapi akuarium dengan penutup yang rapat di bagian atasnya untuk mencegah ikan ini keluar akuarium ketika terkejut. Tanaman apung juga bisa menjadi salah satu solusi untuk mencegah ikan melompat keluar akuarium.

Jika ingin menghiasi akuarium dengan dekorasi tanaman pastikan di tanam di bagian tepi dengan jenis tanaman yang miliki akar yang kuat untuk mencegah tanaman lepas. Pastikan banyak ruang terbuka karena mereka tipe perenang aktif. Ornamen tambahan berupa batu yang halus dan kayu apung juga bisa di tambahkan.

Sediakan juga tempat untuk ikan bersembunyi karena terkadang mereka butuh untuk menyendiri. Pencahayaan yang tidak terlalu terang membuat mereka merasa nyaman di dalam akuarium. Pastikan pencahayaan dengan warna natural tidak warna-warni karena akan membuat warna ikan balashark menjadi kruang menarik.

Perilaku Sosial

Ikan Bala Shark yane memiliki sifat damai pada umumnya dapat di campur dengan berbagai macam ikan iakn lainnya dengan karakteristik yang sama. Namun jika ikan Bala Shark sudah tumbuh dewasa usahakan jangan di campur dengan ikan yang kecil dan ramping seperti ikan zebra pink, neon tetra, cardinal tetra, guppy dan ikan kecil lainnya, karena terkadang ikan-ikan kecil itu bisa di makan balashark. Mereka juga tidak boleh di campur dengan invertebrata seperti siput, udang atau jenis lainnya karena di alam liar, balashark juga memakan mereka.
Invertebrata adalah hewan tanpa tulang punggung atau tulang belakang
Ikan Balashark merupakan ikan yang aktif bergerak baik dia alam liar maupun ketika di rawat di dalam akuarium maka ada baiknya jangan campur ikan balashark dengan ikan yang memiliki karakter pemalu dan bergerak lambat seperti iakn mas koki, manfish, discus dan ikan pemalu lainnya. 

Saat memelihara di akuarium dan akan di campur dengan ikan lain jangan memelihara ikan balashark sendirian karena mereka jika sendirian akan cenderung gelisah dan menjadi pemalu. 4-5 balashark dalam satu akaurium akan membuat mereka merasa nyaman. Jika memelihara kurang dari itu biasanya salah satu ikan akan dominan dan akan "membully" balashark lainnya. Hal ini tidak begitu masalah jika balashark di rawat di akuarium yang besar.

Penulis sendiri pernah menempatkan ikan balashark dengan ikan seperti kaviat, dontis dan texas sort body yang masih kecil mereka aman di akuarium yang agak kecil yaitu ukuran sekitar 50*30*40. Mereka juga dapat di campur dengan ikan rainbow, tetra, rasbora maupun gurame.

Referensi Artikel :

https://en.wikipedia.org/wiki/Bala_shark
https://www.aquariumsource.com/bala-shark/
https://www.thesprucepets.com/bala-shark-1380864

2 Juli 2021

Pakan Alami

Cara Merawat Ikan Mas Koki Supaya Tidak Mudah Mati

Siapa yang tidak kenal dengan ikan mas koki, ikan yang memiliki bentuk bulat nan lucu ini memang sangat mengemaskan untuk di di pelihara di akuarium sebagai koleksi. Namun sayang banyak yang merasa kesulitan merawat ikan ini karena ikan ini memang agak manja dan memerlukan beberapa perawatan sederhana agar ikan tidak mudah mati.


Berikut beberapa cara dan langkah yang perlu di perhatikan dalam merawat ikan mas koki :

Pilih Ikan Yang Sehat.

Langkah pertama yang harus di perhatikan adalah memilih ikan mas koki yang benar-benar fit atau sehat. Perlu di ketahui bahwa ikan ini mudah sekali di serang kutu ikan. Kutu ikan ini bisa berupa parasit jarum maupun kutu Argulus foliaceus. Sejenis kutu air yang ketika tumbuh menjadikan ikan sebagai inangnya.

Selain kutu atau parasit, ikan ini juga mudah terkena white spot maupun jenis jamur lainnya. Jamur white spot bisa di lihat dari fisik ikan yang terdapat bintik bintik putih di tubuhnya. Jamur ini mudah menyebar ke tubuh ikan maupun ke ikan yang lain. Untuk membedakan ikan yang sehat dan ikan yang sedang sakit bisa di cek di sini. 

Gunakan Akuarium dan Filter Yang Ideal.

Untuk merawat Ikan mas koki setidaknya gunakan akuarium yang ukurannya jangan terlalu kecil karena ikan mas koki butuh ruang gerak yang luas. Akuarium ukuran sekitar 80*40*50 cukup ideal untuk merawat ikan mas koki, meskipun ikan mas koki masih bisa di rawat di akuarium dengan ukuran yang lebih kecil.

Pastikan juga sirkulasi air bergerak optimal. pompa air dengan arus 1500-2000 liter per jam sudah cukup untuk merawat ikan mas koki. Untuk media filter standar biasanya hanya di gunakan kapas dakron untuk menjaring kotoran ikan. Untuk filter lebih optimal gunakan media filter tidak hanya kapas filter saja, tambahkan juga bio ring atau biobal untuk rumah bakteri dan batu zeolit untuk menjernihkan air.  

Pemberian Pakan Ikan.

Ikan mas koki termasuk ikan yang suka makan, jika ada makanan tersedia pasti akan di makan. Ini sangat berbahaya bagi ikan mas koki karena ketika ikan mas koki terlalu banyak makan akan menyebabkan lambung pecah dan akhirnya mati. Pemberian pakan ideal per hari 2-3 kali berikan pakan sedikit-sedikit.

Berikan palet ikan berkualitas untuk menjaga warna ikan tetap bagus, bisa di kombinasi kan dengan udang rebon kering maupun basah, blodworm dan juga maggot 3-4 hari sekali untuk meningkatkan warna dan mempercepat pertumbuhan ikan. 

Perhatikan Campuran Ikan.

Bagi pemula atau yang baru merawat ikan hias di akuarium pasti ada keinginan menggabungkan bermacam-macam ikan hias dalam satu akuarium, tidak salah juga sih, dulu juga saya begitu. Untuk ikan mas koki perlu lebih hati-hati dalam mencampur ikan ini dengan ikan lainnya karena ikan mas koki termasuk ikan damai yang mudah stres jika di campur dengan ikan-ikan lainnya. Tidak hanya itu Ikan mas koki akan sangat rentan untuk di ganggu maupun di mangsa dengan ikan lainnya.

Ada beberapa ikan yang bisa di campur dengan ikan mas koki di antaranya Ikan Kaviat, ikan Manfish, Blackghost, Sejenis ikan mas lainnya juga bisa di campur.  

Bersihkan Akuarium Secara Berkala.

Kebersihan akuarium perlu di perhatikan dalam merawat ikan tidak hanya ikan mas koki saja segala jenis ikan. Ganti atau cuci ulang kapas filter setidaknya dua minggu sekali, bersihkan media filter lainnya juga. Secara berkala ganti volume air sekitar 10-20% satu minggu sekali.

Dalam merawat dan membersihkan akuarium jangan sekali-kali mengganti air dalam akuarium 100% setidaknya sisakan air lama minimal 20%. Jika air dalam akuarium di ganti total dengan air baru bisa menyebabkan ikan mati karena stres harus adaptasi ulang atau kadar oksigen dalam air kurang juga bisa menyebabkan ikan mati.

21 Oktober 2020

Pakan Alami

Merawat Ikan Cupang Agar Cepat Tumbuh Besar dan Sehat

Pada saat admin menulis artikel ini betta fish atau lebih di kenal dengan ikan cupang sedang jadi primadona di khalayak umum baik anak-anak maupun dewasa, setelah beberapa waktu lalu ikan oscar menjadi tenar dan melambung tinggi harganya, serta penjualan aquarium secara global meningkat drastis efek dari banyak masyarakat yang bekerja dari rumah karena korona. Sekarang primadona baru muncul di kalangan peng hobi ikan hias. yap ikan cupang atau siyem atau juga di sebut laga-laga. Bermacam-macam orang menyebutnya.

Bagi sobat pencinta ikan hias yang juga hobi memelihara ikan cupang ini dan ingin ikan yang di pelihara cepat tumbuh besar dan sehat ada beberapa hal yang perlu di perhatikan mulai dari air dan pemberian pakannya. Ikan cupang termasuk mudah dalam perawatan-nya selain karena tidak memerlukan perlengkapan khusus seperti pompa air maupun pompa udara ikan cupang tidak memerlukan tempat yang besar untuk di pelihara.

Berikut tips yang bisa sobat terapkan untuk merawat ikan cupang sobat.

1. Menyiapkan Wadah/Aquarium Ikan Cupang.


Sebelum membeli ikan cupang tentunya sobat harus menyiapkan dulu tempat untuk memelihara ikan cupang. Meski tidak perlu tempat yang besar untuk tempat ikan cupang aquarium atau soliter ukuran 15x15x15 sudah cukup untuk memelihara ikan cupang bahkan bekas botol sirup-pun bisa di jadikan tempat untuk ikan cupang, akan tetapi agar ikan cupang dapat dengan cepat tumbuh besar setidaknya siapkan aquarium ukuran minimal PxLxT 30x20x25. Akan lebih bagus jika di isi juga dengan tanaman air dan hiasan batu alam berongga, kayu juga bisa. setting aquarium senatural mungkin. Paham khan yang di maksud senatural mungkin?

Karena  ikan cupang termasuk ikan yang mampu bertahan dalam aquarium tanpa oksigen, jika sobat tidak mau ribet setting aquarium dengan tanaman dan batu alam, cukup sediakan aquarium dan di isi air saja. hehehe 

2. Memilih Ikan Cupang.

Setelah setting aquarium selesai saatnya memilih ikan cupang. Di pasaran banyak jenis ikan cupang tersedia mulai harga ribuan hingga puluhan ribu bahkan sampai ratusan ribu. Jenis-jenis ikan cupang bisa sobat browsing atau cek di sini. cupang merupakan tipe ikan penyendiri jadi jangan sekali-kali mencampur ikan cupang lebih dari satu dalam aquarium sobat, bisa di pastikan ikan-ikan cupang yang sobat pelihara akan tarung hingga salah satu mati. Ini berlaku untuk khusus untuk cupang jantan ya sobat, kalau cupang betina masih bersahabat santu dengan lainnya jadi jika memelihara ikan cupang betina dalam jumlah banyak bisa di jadikan satu dalam aquarium.

Selain memilih jenis cupang jika sobat berniat memlihara cupang karena keindahan warna ikannya peliharalah ikan cupang jantan karena cupang jantan lebih indah dari segi warna dan corak-nya di bandingkan dengan cupang betina.

3. Pemberian Pakan Ikan Cupang.

Untuk pemberian pakan yang terbaik adalah pakan alami. Banyak pilihan pakan alami yang bisa sobat dapatkan di toko maupun mencarinya di sekitar rumah(kalau ada) pakan alami cupang di antaranya jentik nyamuk, bloodworm, cacing beku, cacing sutra, artemia, polar red, kuning telur, kutu air. Berikan pakan 1-2 kali sehari sudah cukup karena ketika kebanyakan pakan juga tidak bagus untuk ikan cupang.

Jika sobat tidak menemukan pakan alami bisa juga berikan pakan ikan buatan yang berkualitas tentunya. Pakan ikan dengan kadar protein tinggi bagus untuk warna ikan cupang dan pertumbuhan ikan. sama seperti pakan alami jika sobat memberikan pakan buatan jangan banyak-banyak karena sisa pakan justru akan mempengaruhi kualitas air, disamping itu juga ikan mudah terserang penyakit.

4. Membersihkan Wadah/Aquarium Ikan Cupang.

Bersihkan secara berkala dan ganti sebagian air aquarium sobat setidaknya seminggu 2 kali agar kondisi air tetap terjaga dan ikan tidak rentan terhadap penyakit. Selain bagus untuk ikan cupang membersihkan aquarium dan penggantian air juga akan lebih enak di pandang mata karena air selalu jernih.

Beberapa langkah di atas bisa sobat terapkan untuk memelihara ikan cupang agar cepat tumbuh besar dan sehat tentunya, selain itu pastinya corak dan warna yang indah bisa bikin hati gerah menjadi adeeem...

Terimakasih sudah berkunjung semoga informasi di atas bermanfaat bagi sobat pecinta ikan hias khususnya ikan cupang.

20 Februari 2017

Pakan Alami

Apa Itu Infusoria?

commons.wikimedia.org
Ketika sobat pencinta ikan hias memulai untuk memijahkan ikan, setelah ikan berhasil di pijahkan tantangan pertama adalah pemberian pakan untuk burayak atau anakan ikan. Ya pasti untuk ukuran anak ikan yang sangat kecil butuh pakan yang kecil pula. Jenis makanan untuk anakan ikan adalah Infusoria. Di kutip dari en.wikipedia.org, Infusoria adalah istilah kolektif untuk makhluk air seperti ciliates, euglenoid, protozoa, alga uniseluler dan invertebrata kecil yang ada di kolam air tawar. Beberapa penulis (misalnya, Bütschli) menggunakan istilah sebagai sinonim untuk Ciliophora. Dalam klasifikasi formal modern, istilah ini dianggap usang; mikro organisme yang sebelumnya termasuk dalam Infusoria sebagian besar di kelompokan ke Protista. Protista sendiri masuk dalam kelompok polyphyletic. Dalam bahasa yang lebih sederhana Infusoria merupakan makhluk hidup yang hidup di air dengan ukuran sangat kecil atau mikro, karena ukuran yang sangat kecil (antara 25-300 micron) jadi bisa untuk di makan burayak atau anakan ikan.
Bagi sobat yang ingin mencoba untuk budidaya ikan seperti ikan guppy, Beta atau cupang, ataupun ikan lainnya sebaiknya siapkan dahulu Infusoria untuk burayak yang akan menetas 3-4 hari sebelum ikan menetas. Di alam bebas infusoria hidup di perairan tawar dan banyak ditemukan di daerah persawahan yang sudah di panen atau di perairan yang mengandung bahan organik tercemar. makanan bagi infusoria adalah bakteri, ganggang renik, detritus halus atau juga protozoa lain yang berukuran lebih kecil.

Bagi sobat pencinta ikan hias yang ingin mengkultur infusoria untuk makanan benih ikan bisa coba neh langkah-langkah sederhana kultur infusoria menggunakan kool atau sawi berikut :
  • Langkah pertama siapkan wadah untuk mengkultur infusoria. Sobat bisa menggunakan botol bekas ukuran 1,5liter yang di potong bagian atasnya.
  • Langkah kedua siapkan juga kool atau sawi yang sudah busuk, jika sobat tidak menemukan sawi busuk, alternatif lainnya dengan merebus dulu kool atau sawi sebelum di gunakan untuk mengkultur infusoria.
  • Langkah ketiga Masukkan kool atau sawi ke dalam botol yang sudah di siapkan kumudian di isi air sekitar 1 liter.
  • Langkah ke empat letakkan atau simpan botol yang sudah di isi kool atau sawi ke tempat yang kena panas matahari langsung selama kurang lebih 3 hari.
  • Setelah 3 hari akan kelihatan hewan-hewan kecil yang berenang di permukaan air. itulah yang di namakan infusoria. Infusoria yang sudah ada bisa di gunakan untuk burayak ikan sobat.
Gimana cukup simple khan untuk mengkultur infusoria. Sobat bisa aplikasikan cara tersebut jangan lupa tinggalkan komentar dan masukannya agar blog ini sebagai masukan bagi penulis dan sebagai tambahan ilmu untuk pembaca lainnya.

Jika artikel ini bermanfaat bagi sobat pencinta ikan hias jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lainnya ya. Terimakasih sudah membaca blog kami.