14 November 2023

Ikan Konsumsi

Mengenal dan Merawat Axolotl aka Salamender

Axolotl sobat menyebutnya ikan hias atau amfibi? Axolotl sebenarnya adalah salamander akuatik. dan masuk dalam kelas amfibi. Meskipun di daerah asal mereka, Axolotl di sebut dengan ikan berjalan. Dalam beberapa tahun belakangan amfibi ini mulai populer termasuk di Indonesia meskipun asalnya jauh di belahan bumi lain.

Sumber : WorldWildLife.org

Yap Axolotl berasal jauh dari Indonesia tepatnya dari negara Meksiko, namun sangat di sayangkan di alam liar populasi Axolotl terancam punah. Bahkan di tahun 2020 axolotl di alam liar hampir punah karena urbanisasi di Mexico City dan polusi air, serta masuknya spesies invasif seperti nila dan perca.

Di daerah asal mereka Axolotl juga di sajikan sebagai hidangan dan dulu merupakan makanan pokok suku Aztec. Namun saat ini selain untuk penelitian, mereka lebih di jadikan hiasan untuk akuarium karena bentuknya yang unik. Penelitian ilmiah Axolotl digunakan secara luas karena kemampuannya untuk meregenerasi anggota tubuh, insang, dan bagian mata serta otaknya.

Klasifikasi

Kerajaan

Animalia

Divisi

Chordata

Kelas

Amfibi

Keluarga

Ambystomatidae

Jenis

A. mexicanum

Deskripsi

Amfibi yang satu ini memang cakep untuk di pelihara di akuarium, selain wajahnya yang imut, mereka juga ramah terhadap ikan lainnya. Axolotl memiliki ciri khas larva salamander, termasuk insang luar dan sirip ekor yang memanjang dari belakang kepala hingga lubang ventilasi. Yang membedakan adalah, jika salamender dewasa akan kehilangan insang luarnya, sedangkan Axolotl akan mempertahankan insangnya.

Ukuran mereka juga jauh lebih kecil daripada salamender pada umumnya. Axolotl dewasa dapat tumbuh hingga 45cm, namun pada umumnya panjang Axolotl dewasa sekitar 29-30 cm. Umur 18-27 bulan mereka sudah memasuki usia matang secara seksual dan siap berkembang biak.

Kepala Axolotl lebar, Axolotl juga tidak memiliki kelopak mata. Anggota tubuh mereka kurang berkembang dan memiliki jari-jari yang panjang dan tipis. Tiga pasang batang insang luar (rami) berasal dari belakang kepalanya dan digunakan untuk memindahkan air beroksigen. Rami insang luar dilapisi dengan filamen (fimbriae) untuk meningkatkan luas permukaan pertukaran gas.

Pada dasarnya Axolotl berwarna coklat tua dengan bintik hitam. warna albino dan putih, serta warna lainnya merupakan hasil mutasi yang wajar. Tungkai dan kakinya agak kecil, namun ekornya panjang. Sirip memanjang dari belakang kepala hingga ujung ekor.

Kemampuan bertahan hidup di dalam penangkaran yang terawat dengan baik bisa mencapai hingga 15 tahun, namun justru di alam liar mereka tidak mampu bertahan selama itu. Di alam mereka hanya mampu bertahan antara 5 hingga 6 tahun.

Ukuran Akuarium, Pompa Air dan Pencahayaan

Axolotl anak-anak dapat di pelihara di akuarium dengan kapasitas air 10 galon atau sekitar 38 liter, seiring meningkatnya ukuran Axolotl maka di butuhkan akuarium yang lebih besar lagi, Axolotl dewasa setidaknya di pelihara di akuarium dengan kapasitas 20 galon atau 76 liter. Jika sobat berencana memelihara mereka lebih dari 1 ekor Axolotl dewasa maka siapkan akuarium 40 galon atau 150 liter. jika di konversi ke ukuran akuarium sekitar ukuran 80*40*50 atau 80*45*45.

Filtrasi yang memadai untuk menjaga tangki tetap bersih sangat penting untuk kesehatan dan kualitas air, namun aliran air harus dijaga tetap rendah. karena Axolotl lebih suka dengan arus lambat. Jiak arus terlalu cepat akan membuat Axolotl mudah stress. Jika merujuk pada ukuran akuarium di atas pompa air seri 1600 dengan sirkulasi air 1200-1500 per jam dapat di jadikan pilihan.

Axolotl merupakan hewan yang aktif bergerak di malam hari atau dalam keadaan gelap, jadi kebutuhan cahaya bisa di kesampingkan, bahkan jika akuarium terlalu terang dan tidak ada tempat sembunyi justru membuat mereka mudah stress.

Dekorasi Akuarium

Akuarium harus terdiri dari tempat persembunyian seperti pipa PVC, tumpukan batu yang di bentuk seperti gua, dekorasi berlubang, dan dekorasi lainnya yang dapat menjadi tempat persembunyian yang baik bagi axolotl. Berbagai dekorasi lainnya hanyalah opsional. Sediakan lebih banyak tempat untuk sembunyi jika berencana memelihara axolotl lebih dari 1 ekor.

Untuk dasar akuarium sobat bisa menggunakan kerikil kasar (bukan tajam) yang ukurannya lebih besar dari kepala axolotl, ukuran kerikil yang terlalu kecil bisa di santap axolotl yang menyebabkan gangguan pencernaan hingga menyebabkan mati. Opsi lain pasir hitam yang halus juga bisa di gunakan untuk dasar akuarium. Jangan biarkan dasar akuarium tanpa substrat.

Kondisi Air

Axolotl senang hidup di daerah dengan kondisi air dingin, pastikan memelihara mereka di tempat yang sejuk dan jauh dari sinar matahari. Suhu ideal untuk memelihara mereka di antara 14-20°C. Hindari memelihara axolotl di akuarium dengan suhu lebih dari 24°C. Itu akan membuat mereka tidak nyaman hingga menyebabkan kematian.

Jaga juga pH air tetap stabil di antara 6,5 hingga 7,5. Rutin mengganti air setidaknya 10 hingga 25% setiap seminggu sekali membantu menjaga pH air tetap stabil. Jangan lupa bersihkan media filter secara berkala agar kejernihan air terjaga dan axolotl tidak mudah terserang penyatik.

Penyakit Ikan

Axolotl merupakan hewan dengan kemampuan regeneratif yang baik, artinya mereka dapat menumbuhkan kembali bagian yang cedera atau luka, bahkna mereka dapat meregenerasi jaringan jantung dan mata.

Namun, kemampuan axolotl yang luar biasa ini tidak melindungi mereka dari semua masalah kesehatan yang dialami ikan dan hewan peliharaan eksotik sepanjang hidup mereka. Kondisi akuarium yang tidak bersih dapat menyebabkan infeksi virus atau bakteri.

Tanda awal hewan terserang virus atau bakteri dapat di lihat dari kurang nafsu makan dan tidak aktif bergerak. Mereka cenderung diam dan bersembunyi, obat-obatan untuk mengurangi virus dan bakteri bisa di gunakan sesuai dengan keluhan pada hewan peliharaan.

Langkah yang paling aman adalah tetap menjaga kondisi air stabil dan nyaman untuk mereka tinggal dan tetap rutin membersihkan media filter, karena datangnya virus dan bakteri salah satunya dari kondisi filter yang sudah terlalu kotor.

Makanan Ikan

Axolotl merupakan predator karnivora yang biasanya berburu pada malam hari. Di alam liar mereka menggunakan metode penyedotan ketika mencari makan. Krustasea, moluska, larva serangga, cacing, dan ikan kecil merupakan santapan lezat bagi mereka.

Saat memelihara mereka di akuarium berikan juga mereka makanan yang sama, mereka juga akan serpihan pelet atau makanan dari tepung ikan maupun udang, ataupun cacing kering udang air asin beku, potongan kecil daging sapi atau ayam juga bisa menjadi makanan mereka.

Mereka akan berhenti makan jika mereka sudah kenyang maka sobat harus memperhatikan porsi makan mereka, jangan lupa buang sisa makanan yang tidak di makan karena dapat menjadi bakteri yang justru berbahaya bagi kesehatan Axolotl.

Perilaku Sosial

Axolotl bukan hewan sosial dan tidak membutuhkan teman seakuarium. Mereka tidak boleh dipelihara bersama hewan atau spesies lain karena axolotl cenderung memakan ikan peliharaan, atau jika di campur dengan ikan yang agresif justru ikan-ikan itu bisa menggigit Axolotl.

Bahkan dengan sesama Axolotl sobat harus berhati-hati dalam menempatkan mereka dengan axolotl lainnya. Axolotl anak-anak bersifat kanibal terhadap rekan-rekan mereka, oleh karena itu mereka paling baik jika dibesarkan di tempat terpisah. Axolotl dewasa, dalam beberapa kasus, dapat ditempatkan bersama. Namun, pastikan untuk mewaspadai kecenderungan kanibalisme.

Referensi Artikel :

https://en.wikipedia.org/wiki/Axolotl
https://www.britannica.com/animal/salamander
https://fishlab.com/axolotl-tank
https://www.worldwildlife.org/magazine/issues/summer-2021/articles/meet-the-peter-pan-of-salamanders-the-axolotl

29 Oktober 2023

Ikan Konsumsi

Mengenal dan Merawat Ikan Mas Komet Aka Comet GoldFish

Ikan sejuta umat mungkin ini yang pantas di semat kan untuk ikan yang satu ini. Mereka biasa dan selalu ada di toko ikan hias dan di jual cukup murah mulai harga Rp 2.000 saja. Tidak hanya populer di Indonesia, ikan ini juga cukup populer di dunia warna warni ikan yang cantik menjadikan mereka salah satu pilihan menarik untuk di rawat.

Ikan mas bukan berasal dari Indonesia tapi sudah banyak di budidaya-kan di Indonesia. Jika melihat sejarah dari ikan mas, pertama kali dicatat di Kekaisaran Tiongkok, pada masa dinasti Jin antara tahun 266–420, kemudian pada masa Dinasti Tang antara tahun 618–907 M, budidaya ikan mas di kolam hias dan taman air merupakan hal yang populer.

Sedangkan untuk ikan mas komet sendiri dikembangkan di Amerika Serikat dari ikan mas biasa oleh Hugo Mulertt, seorang pegawai pemerintah, pada tahun 1880-an. Ikan mas komet pertama kali terlihat di kolam Komisi Ikan Pemerintah AS di Washington, DC. Mulertt kemudian menjadi penyebar ikan mas dan penulis buku tentang ikan mas. Dia memperkenalkan komet tersebut ke pasar pemeliharaan ikan dalam jumlah banyak. 

Beberapa spesies yang biasanya berwarna abu-abu atau perak ini cenderung menghasilkan mutasi warna merah, oranye, atau kuning merah dan putih. Tidak seperti ikan glofish yang sedang populer di kalangan pecinta ikan hias dengan warna warni hasil rekayasa genetik, warna ikan mas mengalami mutasi genetik secara alami.

Klasifikasi

Kerajaan

Animalia

Divisi

Chordata

Kelas

Actinoterygii

Keluarga

Cyprinidae

Jenis

C. auratus

Deskripsi

Ikan mas komet dapat dibedakan dari ikan mas pada umumnya dari sirip ekornya yang panjang, tunggal, dan bercabang dalam. Komet dengan warna kuning, oranye, merah, putih, dan merah-putih adalah hal biasa. Warna merah terutama muncul pada sirip ekor dan sirip punggung, namun dapat juga muncul pada sirip perut.

Komet ini lebih aktif dibandingkan kebanyakan jenis ikan mas lainnya. Bukan hal yang aneh melihat komet berlarian maju mundur di dalam tangkinya, berlarian dengan cara yang menyenangkan. Karena sifat komet yang kuat dan aktif, serta relatif mudah dalam merawatnya.

Ikan mas komet ini adalah ras yang paling cocok untuk akuarium dan kolam. Mereka biasanya sering dipelihara bersama ikan koi di kolam. Ikan mas komet memiliki masa hidup alami 5 hingga 14 tahun dan dapat hidup lebih lama lagi dalam kondisi optimal.

Ukuran Akuarium, Pompa Air dan Pencahayaan

Ukuran ikan mas komet bisa mencapai hingga 40cm ketika dewasa, untuk itu di perlukan akuarium atau kolam besar ketika merawat mereka. Akuarium ukuran 60*35*40 hingga 80*40*45 mungkin cukup untuk merawat mereka yang masih anak-anak hingga remaja.

Ketika memasuki usia dewasa dengan panjang ikan lebih dari 35cm pastinya di perlukan akuarium yang lebih besar lagi. Setidaknya akuarium ukuran 100*50*50 akan membuat mereka nyaman bermain dan tinggal di akuarium.

Pompa air untuk filter tentunya menyesuaikan ukuran akuarium yang sobat gunakan. Ikan mas komet merupakan ikan yang suka hidup di daerah dengan arus kencang jadi ketika merawat mereka di akuarium pastikan ukuran pompa air juga besar, tapi tidak kebesaran juga yang justru membuat ikan tidak nyaman.

Sebagai panduan dalam memilih pompa air jika sobat menggunakan akuarium ukuran 60*35*40 sobat bisa menggunakan pompa air dengan kapasitas  1200 liter per jam, sedangkan untuk akuarium ukuran 80*40*45 pompa ari dengan kapasitas 1500 liter per jam dan akuarium ukuran 100*50*50 bisa menggunakan pompa dengan kapasitas 2000 liter per jam.

Ikan mas komet sangat cakep dari warnanya, penggunaan lampu yang sesuai dapat meningkatkan warna ikan, soabt lovedfish bisa menggunakan lampu tanning atau lampu biasa warna merah muda atau pink. Warna lampu ini bisa membuat warna ikan lebih merah menyala sehingga membuat ikan lebih sedap di pandang mata. dan warna ini tidak terlalu terang sehingga tidak mengganggu kenyamanan ikan.

Dekorasi Akuarium

Ikan yang sudah lama di budidayakan sehingga tidak perlu dekorasi khusus untuk merawat mereka. Bahkan akuarium set yang hanya di isi dengan pompa air dan filter set sudah cukup membuat mereka hidup nyaman.

Dekorasi tetap di perlukan untuk memperindah suasana akuarium. Tambahkan batu alam kecil untuk dasaran akuarium dan beberapa hiasan fiber untuk ikan mas komet bermain, selain untuk memperindah akuarium.

Ketika merawat mereka di kolam tidak di perlukan dekorasi apapun, yang penting sirkulasi air maksimal dan biarkan lumut tumbuh subur di dinding akuarium ini bisa menjadi makanan tambahan mereka serta menjaga kolam dalam kondisi bagus.

Kondisi Air

Ikan mas komet sudah ratusan tahun di budidaya sehingga parameter air biasanya menyesuaikan tempat mereka berasal, pernah penulis mendapat hadiah dari teman beberapa ikan mas komet slayer yang di pelihara di daerah wonosobo jawa tengah yang memiliki suhu dingin, kemudian saya bawa ke daerah kendal jawa tengah yang memiliki suhu lebih panas. Karena perbedaan suhu yang tinggi selang beberapa hari ikan pada mati karena stress dan penyakit yang di akibatkan dari stress.

Untuk suhu air, ikan mas komet lebih suka suhu air dingin antara 18°C hingga 22°C, namun dapat di pelihara hingga suhu 25°C asal peningkatan suhu tidak mengalami kenaikan drastis. Seperti kasus di atas ikan mas komet ketika di daerah wonosobo biasa di suhu air di bawah 20°C kemudian di bawa ke kendal yang suhu airnya di atas 23°C yang perbedaan suhu airnya langsung tinggi ini yang membuat ikan mati.

Tingkat pH masih bisa di toleransi antara 6,0 hingga 8,0, namun lebih disukai 6,5 hingga 7,5. Sedangkan Kesadahan air di antara  5 hingga 19 dKH.

Penyakit Ikan

White spot atau bakteri ich merupakan penyakit utama yang sering menyerang ikan mas komet, penyakit ini dapat di lihat dari tubuhnya yang mulai banyak bintik bintik putih, gunakan garam ikan dan anti ich atau obat dengan kandungan methylene blue untuk pengobatan. Biasanya dalam waktu kurang dari 12 jam setelah pengobatan penyakit itu akan hilang sendiri.

Kutu ikan juga penyakit umum yang menyerang ikan mas komet, tanda-tanda ikan terkena atau di serang kutu ikan bisa di lihat adanya hewan yang menempel di badan ikan, tubuh ikan yang mengeluarkan banyak lendir, bintik merah pada ikan. Jika melihat tanda-tanda ini sobat bisa obati dengan obat demilin atau bersihkan ikan secara manual dengan mengambil kutu yang menempel pada ikan meskipun cara ini tidak rekomendasi dilakukan, tapi penulis sering melakukannya.

Penyakit lainnya seperti aeromonas dan atau sirip busuk juga akan menyerang mereka jika kebersihan air tidak terjaga atau pada saat pergantian musim, namun selama penulis merawat ikan mas penyakit ini jarang terjadi dengan rutin membersihkan akuarium dan mengganti 25-50% air setidaknya 2 minggu sekali.

Makanan Ikan

Untuk makanan ikan komet lebih mudah karena makanan ikan apapun akan di makan. Untuk penampilan dan warna merah yang menyala tentunya perpaduan makanan alami dan pakan pelet bisa sobat gunakan.

Udang kecil atau rebon secara alami dapat meningkatkan warna ikan setidaknya berikan seminggu 2-3 kali untuk warna ikan merah menyala.

Dalam pemberian pakan ikan mas komet termasuk iakn yang rakus makan jadi setiap ada makanan akan mereka makan. Sebaiknya berikan pakan sedikit demi sedikit dan jangan berlebih karena pemberian pakan berlebih justru dapat menyebabkan ikan sakit.

Perilaku Sosial

Bukan termasuk ikan predator tapi agak sulit untuk mencari teman seakuarium. Seperti di jelaskan di atas, ikan mas komet merupakan ikan yang senang hidup di daerah dingin, ini menjadi tantangan karena sedikit ikan hias yang mampu bertahan hidup di suhu dingin.

Masalah kedua adalah pola makan ikan yang rakus, Ikan pemalu akan kalah dengan komet soal makan karena ikan mas komet akan mengambil sebanyak mungkin ikan yang tersedia. Jadi pastikan untuk tidak mencampur ikan komet dengan jenis ikan pemalu.

Jika sobat lovedfish ingin mencampur ikan mas komet dengan ikan lainnya mungkin beberapa ikan ini bisa di jadikan pilihan untuk teman akuarium atau kolam sobat. Beberapa ikan yang dapat di jadikan satu dengan ikan mas komet diantaranya ikan mas Shubunkin atau ikan mas Bogim, Pleco Bristlenosa atau ikan sapu-sapu, Rosy Barbs aka barbier, Tetra Hitam, Axolotl atau salamender, Zebra Danio, Loaches Dojo.

Sedangkan jika ikan mas komet di pelihara di kolam sudah menjadi hal biasa mereka di campur dengan ikan mas koi serta sedikit ikan pemakan kutu seperti ikan kaviat atau ikan sumatra untuk membasmi atau mengurangi kutu pada ikan.

Referensi Artikel :

https://en.wikipedia.org/wiki/Goldfish
https://en.wikipedia.org/wiki/Comet_(goldfish)
https://www.aquariumsource.com/comet-goldfish/
https://www.thesprucepets.com/how-to-take-care-of-goldfish-5188001

31 Januari 2023

Ikan Konsumsi

Mengenal dan Merawat Ikan Seluang Batang AKA Rasbora Argyrotaenia

Seluang Fish mungkin nama ini sedikit asing bagi sobat lovedfish, salah satu jenis ikan rasbora yang cukup populer untuk menghias akuarium sobat dan sebagai pelengkap aquascape ini berasal dari negeri kita tercinta Indonesia, selain di Indonesia, Mereka juga di temukan di aliran sungai di beberapa negara tetangga seperti Filipina dan semenanjung malaya.

Ikan seluang merupakan nama jamak dari beberapa sub ikan yaitu :

  • Ikan Seluang Bada atau Rasbora daniconius.
  • Ikan Seluang Batang atau Rasbora argyrotaenia.
  • Ikan Seluang Pipih / Seluang Nipis atau Devario regina

Ikan Seluang Batang jika terdengar asing bagi sobat lovedfish namun tidak akan asing jika mendengar kata "Wader Pari", "Cereceh" atau "Cere", yap mereka masih dapat di temui di sungai-sungai yang ada di Jawa, Kalimantan dan Sumatra.

Deskripsi Ikan Seluang Batang.

Ada yang menyebut ikan cere karena merujuk pada ukuran (lebar) ikan yang mungil, meskipun panjang maksimal sekitar 170mm. Rasbora argyrotaenia memiliki tubuh berwarna coklat kuning di bagian punggung dan di bagian sisi ikan arah bawah memiliki warna silver. Garis hitam tegas dari belakang kepala sampai ekor.

Rasbora argyrotaenia dapat dengan mudah di temukan di danau, parit atau sungai-sungai yang tenang atau memiliki arus lambat. Sering juga di temui di irigasi sawah yang memiliki air jernih dan arus lambat maupun sungai berbatu.

Mereka selain untuk ikan hias juga sering di jadikan ikan konsumsi, bahkan di daerah jawa barat sering di sajikan di beberapa restoran sebagai salah satu menu andalan. Masih Jarang pembudidaya ikan ini, kebanyakan mereka di tangkap dari habitat asal.

Merawat Ikan Seluang Batang.

Jika sobat lovedfish ingin merawat Rasbora Argyrotaenia dan kebetulan sobat tinggal di daerah yang masih terdapat banyak aliran sungai yang jernih atau sawah, sobat bisa mencari ikan ini di habitat mereka. Kebanyakan mereka hidup berkelompok jadi bisa usahakan untuk memelihara mereka setidaknya 5 ekor atau lebih.

Telah di jelaskan sebelumnya jika Ikan Rasbora Argyrotaenia suka hidup di air jernih dan memiliki arus lambat (bahkan air tenang), maka yang perlu sobat perhatikan ketika merawat mereka di akuarium pastikan ukuran powerhead atau pompa air tidak memiliki arus besar. Sobat lovedfish dapat mengunakan pompa air seri 1200 untuk akuarium ukuran panjang antara 40-60 cm dengan tinggi kurang dari 50cm.

DI habitat asal, Rasbora Argyrotaenia suka mendiami daerah tenang dengan dasar tanah berlumpur atau genangan air berbatu, Begitu sobat pindahkan ke dalam akuarium ada baiknya atur akuarium seperti habitat asal, jika susah mengatur akuarium dengan tanah lumpur bisa gunakan batu-batu untuk dasar akuarium.

Kondisi Air

Ikan Rasbora Argyrotaenia yang berasal dari daerah beriklim tropis dengan suhu tidak terlalu panas dan dingin maka ikan akan nyaman tinggal di air dengan suhu antara 20°C - 26°C dengan pH antara 6,5 - 7,0. Dengan menjaga kondisi air seperti itu akan membuat mereka hidup lama di akuarium.

jaga selalu tingkat kejernihan air dengan melakukan penggantian air secara berkala setidaknya 2 minggu sekali, ganti setidaknya 25% dengan air baru dan selalu bersihkan media filter dari kotoran ikan atau ganti dengan media filter dengan yang baru setiap sebulan sekali.

Substrat atau dasar akuarium juga perlu di bersihkan dari kotoran ikan, biasanya banyak kotoran ikan yang tertinggal di sela-sela batu jika sobat menggunakan batu untuk dasaran akuarium. Jika tidak sering di bersihkan, kotoran tadi bisa menjadi asal tumbuhnya bakteri atau jamur yang bisa menyerang ikan dan menyebabkan ikan sakit.

Makanan Ikan Seluang Batang

Tahukah sobat lovedfish jika ikan Rasbora termasuk ikan pemakan serangga (termasuk jentik nyamuk). Sobat dapat mengandalkan mereka untuk mengatasi jentik nyamuk di kolam maupun bak mandi karena mereka pemakan yang handal.

Selain serangga mereka juga memakan ikan dengan ukuran yang lebih kecil, kutu air dan binatang kecil lainnya. Jangan memelihara mereka di akuarium bersama udang kecil karena udang juga merupakan makanan yang lezat bagi mereka. Ikan mati yang tidak langsung di ambil akan menjadi santapan yang lezat bagi mereka.

Sebagai pengganti pakan alami, udang beku atau udang kering dan cacing darah beku bisa sobat lovedfish gunakan sebagai pakan mereka, cukup 1-2 kali sehari pemberian pakan untuk menjaga diet agar ikan tidak cepat tumbuh besar.

Bagaimana dengan pakan pelet kemasan? Pemberian pakan berupa pelet perlu "special treatment". Sobat bisa melatih mereka makan pelet dengan mencoba pelet yang memiliki "bau amis" untuk merangsang mereka mau memakan pelet. Berikan bertahap agar mereka terbiasa.

Pengaturan dan Ukuran Akuarium

Akuarium ukuran 60*35*40 sudah cukup untuk memelihara mereka dalam komunitas kecil sekitar 15-20 ikan dengan ukuran ikan kurang dari 10cm. Jika ikan sudah mulai tumbuh besar perlu alternatif lain untuk memindahkan mereka ke akuarium dengan ukuran yang lebih besar.

Rasbora Argyrotaenia termasuk ikan yang aktif bergerak, jadi ornamen yang mengganggu pergerakan mereka perlu di singkirkan agar tidak mengganggu pergerakan mereka. Jika sobat menempatkan mereka dengan tanaman hidup perlu memilih tanaman yang mengakar dengan kuat agar tidak mudah lepas ketika mereka berlarian di akuarium.

Pencahayaan yang baik dengan sinar warna putih bisa sobat gunakan untuk menerangi akuarium agar air terlihat jernih. Satu kasus yang sering penulis dengar dari pelanggan yaitu menghidupkan lampu 24 jam nonstop. Ini tidak bagus untuk biaya listrik, kondisi akuarium dan pastinya ketahanan lampu sendiri. Sebaiknya nyala kan lampu sekitar 4-6 jam sehari.

Awal ikan masuk ke dalam akuarium potensi untuk lompat keluar dari akuarium ada, untuk itu ada baiknya sediakan penghalang di bagian atas akuarium agar ikan tidak lompat keluar dari akuarium. Setelah mereka nyaman di akuarium penutup bagian atas bisa di lepas.

Perilaku Sosial

Rasbora Argyrotaenia di habitat asal suka hidup berkelompok, selain sesama jenis ikan Rasbora Argyrotaenia. Mereka juga hidup berdampingan dengan jenis ikan Rasbora lainnya. Ikan lain yang juga membersamai mereka di alam bebas termasuk ikan Puntius atau di kenal dengan ikan wader. Jika di lihat dari jenis ikan, Puntius denisoni memiliki kemiripan dengan ikan Rasbora Argyrotaenia.

Ikan-ikan lain yang cocok untuk di jadikan satu dengan mereka tentunya ikan yang memiliki ukuran tubuh hampir sama, jenis seperti black tetra, Serve, Sumatra bisa di jadikan satu. Beberapa cichlid damai bisa menjadi alternatif untuk di jadikan teman akuarium.

Udang cherry, keong kecil tidak di sarankan untuk di jadikan satu dengan mereka karena akan menjadi santapan bagi ikan Rasbora Argyrotaenia. Begitu juga dengan ikan predator seperti arwana, oscar, RTC atau ikan predator lainnya justru akan memakan Rasbora Argyrotaenia.

Referensi Artikel dan Gambar Rasbora Argyrotaenia

https://id.wikipedia.org/wiki/Rasbora_argyrotaenia
https://www.fishbase.se/summary/SpeciesSummary.php?id=5169&lang=bahasa

28 Desember 2021

Ikan Konsumsi

Tips Supaya Warna Channa Keluar

Ikan Channa merupakan primadona baru di kalangan penghobi ikan hias mulai pertengahan tahun 2021 setelah popularitas Ikan Oscar mulai redup. Jenis ikan channa yang paling populer saat ini yaitu jenis Yellow Sentarum atau Channa Marulioides.

Channa Auranti

Nama Sentarum sendiri di dapat dari habitat Channa di danau Sentarum sedangkan Yellow merujuk dari warna ikan ini. Selain di temukan di pulau Kalimantan Indonesia, Channa Maru juga di temukan di Malaysia dan thailand.

Dengan Popularitas ikan Channa yang di gemari semua kalangan dari anak-anak hingga dewasa membuat makin banyak kontes ikan Channa yang sering di adakan di berbagai daerah di Indonesia. Dalam sebuah kontes salah satunya penilaian dari Ikan Channa adalah dari warna ikan yang bagus. Ada beberapa trik khusus untuk memunculkan ikan Channa selain faktor gen yang memang harus bagus.

Berikut Faktor penentu untuk meningkatkan warna ikan Channa :

1. Gen yang Berkualitas.

Jika ikan channa yang di rawat berasal dari Gen yang bagus atau indukan ikan memang berkualitas akan menghasilkan anakan ikan yang berkualitas juga. Gen dari induk yang bagus merupakan salah satu faktor penentu hasil ikan channa dengan warna yang bagus dan indah.

Channa Andrao

Karena Gen ikan bukan satu-staunya penentu faktor warna ikan yang bagus dan sebagai pembeli yang membeli ikan dari ukuran kecil biasanya tidak tahu apakah ikan yang di beli berasal dari gen ikan yang bagus jangan berkecil hati karena faktor lain juga bisa menjadi penentu keluarnya warna ikan channa.

2. Ukuran dan Setting Akuarium.

Ikan Channa mampu tumbuh hingga ukuran 60cm maka ukuran akuarium yang besar di butuhkan supaya ikan dapat bergerak bebas dan leluasa di akuarium. Sediakan akuarium setidaknya memiliki ukuran panjang minimal 80 cm lebar 40 cm tinggi 50 cm.

Channa Limbata

Merawat ikan yang baik adalah dengan menyesuaikan kondisi akuarium dengan habitat asalnya. Kebanyakan para penghobi ikan hias yang merawat channa menggunakan substrat atau dasaran akuarium pasir malang merah dengan ukuran pasir antara 0.1-0.5cm. Kayu tenggelam dan batu-batuan perlu di tambahkan juga untuk menambahkan kesan alami di akuarium.

Suhu ideal untuk merawat mereka di kisaran 22 – 30 °C, sedangkan pH optimal di 7,0 untuk pH yang di tolelir Chana antara 6,0 - 8,0. Tingkat kekerasan air berada di antara 36 – 268 ppm. Peralatan tambahan untuk mengecek kondisi air dari suhu hingga pH air bisa di tambahkan atau lakukan perawatan berkala sehingga pH stabil dan suhu air tetap terjaga, jika musim hujan atau musim dingin dapat di tambahkan heater untuk menjaga suhu air tetap di atas 22 °C.

Channa suka hidup di dasar akuarium dan warna mereka dapat muncul optimal dengan adanya sinar matahari, jika merawat mereka di dalam ruangan dan tidak terkena cahaya matahari secara langsung dapat menggunakan lampu yang terang dan sorot lampu mampu menembus hingga dasar akuarium.

Masih berhubungan dengan pencahayaan, jangan menggunakan warna latar belakang akuarium gelap karena akan menghambat munculnya warna pada ikan. Jika ingin netral bisa gunakan background warna putih atau jika suka motif gambar pastikan gambar yang cerah tidak gelap.

3. Pakan Yang Berkualitas.

Channa Stewarti

Setelah akuarium di setting sedemikian rupa sehingga membuat ikan channa hidup nyaman di akuarium, jangan lupakan pakan ikan untuk mereka tumbuh dan berkembang. Untuk menghasilkan ikan dengan warna yang bagus di perlukan pakan yang berkualitas dan alami.

Kombinasi pakan antara udang rebon, cacing sutra, bubuk spirulina dan pellet untuk meningkatkan warna bisa di kombinasikan pellet dapat di jadikan pakan utama jika ikan channa yang di pelihara sudah mau makan pellet, pemberian pakan udang dan cacing plus bubuk spirulina bisa di berikan 3 hari sekali.

Untuk pellet ikan pastikan memberikan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan ikan. Sebagai contoh jika sobat merawat ikan channa jenis Maru atau Yellow Sentarum yang memiliki motif warna kuning. Maka gunakan pellet yang banyak mengandung "zeaxanthin" untuk memperkuat warna kuning pada ikan. Jika warna dasar ikan merah dapat menggunakan pellet yang banyak mengandung "astaxanthin" atau kandungan "blue pigmen" yang banyak jika iakn yang di rawat memiliki warna dasar biru.

4. Daun Ketapang.

Ekstrak daun ketapang juga dapat meningkatkan warna ikan. Saran saya jangan berikan daun ketapang langsung ke dalam akuarium, bisa menggunakan ekstrak daun ketapang atau rendaman daun ketapang yang kedua bukan rendaman daun ketang pertama.

Channa Maru

Contoh : ambil daun ketapang kering kemudian rendam 5 lembar untuk 10 liter air selama 6-12 jam kemudian buang semua airnya dan tambahkan air lagi 10 liter rendam selama minimal 24 jam hingga warna air coklat pekat. air rendaman yang ke 2 ini bisa di tambahkan ke akuarium ikan channa hingga warna air coklat bening.

Selain untuk meningkatkan warna ikan ekstrak daun ketapang juga bermanfaat untuk kesehatan ikan.

5. Berinteraksi dengan Channa.

sobat pecinta ikan hias yang baru merawat mereka pasti melihat jika mereka suka berdiam diri atau bersembunyi jika ada hiasan yang berongga, berikan interaksi dengan mereka agar mau keluar dan menampakkan diri. Ini selain untuk memacu warna juga bisa meningkatkan agresifitas ikan. Ada sebagian yang berinteraksi dengan menggunakan cermin.

Beberapa tips di atas bisa sobat gunakan untuk memunculkan warna channa yang sobat pelihara. Dengan munculnya warna yang bagus akan meningkatkan harga jual dari ikan itu sendiri. Jika sobat browsing sendiri pasti akan mendapati harga ikan channa yang berkualitas hingga jutaan bahkan ratusan juta.

Jika sobat mempunyai saran lain untuk memunculkan warna ikan channa bisa berbagi di kolom komentar supaya dapat memberikan ilmu yang bermanfaat bagi sobat sesama pecinta ikan channa. Foto koleksi ikan channa yang penulis tampilkan di sini berasal dari kiriman teman yang suka dan hobby dengan dunia air. Mulai dari aquascape beberapa tahun yang lalu hingga sekarang memiliki koleksi beberapa ikan channa.

Semoga informasi di atas bermanfaat bagi sobat sesama pencinta ikan hias. Terimakasih sudah berkunjung ke blog lovedfish.com.

25 Oktober 2021

Ikan Konsumsi

Maggot Untuk Pakan Ikan

Maggot atau larva lalat saat ini menjadi salah satu alternatif untuk pakan ikan dengan kadar protein tinggi dengan harga yang murah. Maggot sebenarnya pada awalnya di gunakan untuk pakan ternak yang efektif mengurangi biaya pakan hingga 50%. Namun pada perkembangannya saat ini maggot juga di gunakan untuk pakan ikan.

Maggot atau Larva Black Soldier Fly (BSF) mulai tenar sejak awal 2020. Selain sebagai pakan langsung atau biasanya juga di keringkan. Maggot juga di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan pelet ikan. Maggot sendiri bisa di hasilkan dari sampah organik dengan campuran dedak dan probiotik sebagai bahan baku utama BSF bertelur. Karena larva ini biasanya di sebut larva pengurai bahan organik, maka larva ini sehat dan tidak menular-kan bakteri, larva ini juga tidak bau. Dalam mengurai atau memakan bahan organik seperti buah dan sayuran biasanya maggot dapat memakan sekitar 2 hingga 5 kali bobot tubuhnya.

Kadar protein yang tinggi menjadi salah satu alasan utama penggunaan maggot untuk pakan ikan. Selain harganya yang murah tentunya. Saat ini sudah banyak industri rumah tangga yang memanfaatkan maggot dan di kombinasi dengan berbagai campuran bahan seperti spirulina, astaxantin, carophyll maupun bahan lainnya yang berfungsi untuk meningkatkan warna ikan. Maggot yang di campur dengan bahan-bahan lain biasanya berupa maggot yang sudah dikeringkan bukan maggot yang masih hidup.

Pemberian pakan memang cukup bagus dan bermanfaat baik bagi ikan. Supaya ikan tidak bosan dan mendapatkan nutrisi yang lengkap bisa di berikan pakan pendamping yang lain berupa udang. Udang ini sangat efektif untuk meningkatkan dan mencerahkan warna merah pada ikan. Dengan pemberian pakan berkualitas bisa di pastikan ikan ikan yang di pelihara memiliki warna yang bagus dan tumbuh sehat.

Pakan yang baik memang mendukung pertumbuhan ikan dengan baik juga membuat ikan tetap sehat, akan tetapi faktor lainnya jangan di lupakan seperti membersihkan media filter dari kotoran ikan dan sisa pakan, mengganti air secara berkala agar pH air tetap terjaga.

1 Oktober 2021

Ikan Konsumsi

Yang Tidak Boleh di Lakukan Dalam Merawat Ikan

Pada saat artikel ini di tulis penjualan ikan hias dan perlengkapannya sedang bergairah. Mungkin karena efek pandemi dan banyak yang bekerja dan belajar dari rumah. Memelihara ikan hias bisa menjadi terapi yang ampuh untuk menghilangkan stres dan penat. Tapi jika ikan yang di pelihara mudah mati bukannya menghilangkan stres justru akan menambah stres. hehehehe.

Jenis ikan hias yang beredar di Indonesia beraneka ragam dari ukuran kecil sampe besar, dari yang jinak sampai yang galak semua ada, air tawar maupun air asin. Beragam jenis ikan yang ada biasanya membuat orang ingin memelihara semua.

Beberapa kesalahan yang sering penulis dengar dalam merawat ikan hias adalah ikan di tempatkan ke dalam toples kaca, membeli akuarium tanpa perlengkapan seperti power head dan aerator terlalu banyak memberi pakan. Berikut penulis rangkum beberapa kesalahan dalam memelihara ikan hias.

1. Akuarium Tanpa Sirkulasi.

Ada beberapa kasus yang sering penulis hadapi yaitu para pelanggan membeli akuarium akan tetapi tidak di lengkapi dengan kebutuhan lainnya untuk ikan bertahan hidup seperti power head atau aerator. Memang ada beberapa ikan yang mampu hidup tanpa sirkulasi yang artikelnya dapat sobat baca di sini. namun sebagian besar ikan memerlukan perlengkapan seperti pompa air untuk membuat arus dan meningkatkan kadar oksigen air, selain itu juga sebagai alat untuk membuat akuarium tetap jernih

Dalam memilih pompa air juga sesuaikan ukuran akuarium. Pompa air yang terlalu kecil untuk akuarium yang besar membuat sirkulasi tidak maksimal begitu juga sebaliknya pompa air yang terlalu besar untuk akuarium kecil akan menyebabkan ikan kesulitan berenang bebas di akuarium karena arus yang kuat.

2. Terlalu Banyak Ikan.

Kesalahan kedua yaitu memelihara banyak ikan di akuarium atau kolam berukuran kecil. Meskipun akuarium sudah di lengkapi dengan pompa air dan aerator namun tidak bukannya di sahkan memelihara ikan terlalu banyak dalam satu akuarium. Untuk banyaknya ikan yang bisa di rawat dalam satu akuarium sangat bervariasi tergantung ukuran akuarium, ukuran ikan, jenis ikan. Hal ini bisa di konsultasi kan ke pedagang ikan tempat sobat membeli ikan. 

Masalah yang terjadi jika akuarium terlalu banyak di isi ikan di antaranya warna air yang agak kuning. Warna air yang agak kuning ini sebenarnya selain di sebabkan karena banyak ikan juga terlalu banyak memberikan pakan ikan. Selain warna air yang bermasalah, kadar oksigen yang kurang akan menyebabkan pertumbuhan ikan tidak maksimal apalagi jika tiba-tiba listrik padam dalam waktu lama akan menyebabkan ikan banyak yang mati karena kekurangan oksigen.

3. Makan Ikan Yang Terlalu Banyak.

Jika melihat ikan mas koki yang bulat gemuk pasti merasa gemas dan ingin selalu memberi makan ikan koki, tapi tahukah kamu jika ikan mas koki bisa mengalami pecah lambung jika terlalu banyak makan. Kondisi dan tanda ikan mas koki mengalami pecah lambung biasanya dapat di lihat jika ikan mas koki sudah berenang terbalik dalam waktu yang lama.

Di atas sedikit contoh kasus jika kebanyakan memberi pakan. Jika ikan yang di pelihara bukan ikan mas koki apakah kasusnya akan sama? jawabnya tidak. Ada beberapa ikan yang hanya makan secukupnya, sisa pakan jika tidak di ambil lagi dan di bersihkan akan menjadi "Racun" bagi ikan dan membuat warna air di akuarium menjadi kuning serta kualitas air menurun karena kandungan pewarna makanan ikan.

Lantas jika pakan yang di berikan bukan pelet melainkan pakan alami yang terlalu banyak akibatnya apa? Sama saja tidak baik untuk ikan dan komunitas di akuarium. sisa pakan alami yang tidak di makan oleh ikan pada akhirnya akan menjadi bakteri yang dapat menyebabkan ikan-ikan yang di rawat mudah terkena penyakit.

4. Jenis Ikan Yang Berbeda. 

Ikan ikan yang beredar di pasaran terdiri dari beberapa jenis dan karakter, ikan dengan karakter damai, agresif, berkelompok atau menyendiri. Contohnya neh coba campur ikan jenis mas koki dengan ikan louhan, tidak butuh waktu lama pasti ikan mas koki akan menemui ajalnya karena di serang dengan ikan louhan. Atau ikan jenis cupang yang suka menyendiri tapi di jadikan satu dengan jenis yang sama. Mereka akan bertarung sampai ada salah satu yang mati.

Untuk mengenal jenis-jenis ikan bisa baca artikelnya di sini atau jika sobat merawat ikan mas koki dan ingin mencampur nya dengan ikan lain jenis ikan apa saja yang bisa di campur sobat bisa baca artikelnya di sini

5. Pencahayaan Yang Terlalu Lama

Tahukah sobat jika efek menyalakan lampu akuarium terlalu lama bisa menyebabkan warna air menjadi hijau dan lumut akhirnya akan tumbuh dan menempel di kaca? Lantas berapa lama waktu yang ideal untuk menyalakan lampu akuarium? Menurut saya pribadi sekitar 4-5 jam per hari. Ini di lakukan selain untuk menghindari tumbuhnya lumut di akuarium juga membuat ikan nyaman. Jika kondisi akuarium terlalu terang setiap hari bahkan di malam hari akan membuat ikan tidak mengenali siang malam dan ini membuat ikan stres.

Ada beberapa ikan yang senang hidup di tempat gelap seperti ikan blackghost, jika kondisi akuarium terlalu terang tanpa ada tempat untuk sembunyi membuat ikan mereka tidak nyaman dan mudah mati. Sesuaikan juga lampu yang di gunakan agar tidak terlalu terang di akuarium sobat.

Sementara itu yang terlintas di benak penulis pada saat membuat artikel ini jika sobat memiliki pengalaman lain dalam merawat ikan hal-hal yang perlu di hindari saat merawat ikan bisa share di komentar untuk menambah wawasan penulis dan pembaca lainnya. Terimakasih sudah mampir di blog kami semoga bermanfaat bagi sobat.